HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 156


__ADS_3

Pagi nampak berat bagi Leo untuk sekedar membuka mata, Badan terasa kaku, Kepala terasa pusing.


Samar-samar terdengar gemericik air dari kejauhan.


Leo berusaha membuka mata, saat ia berhasil membuka mata, dia di kejutkan dengan sebuah ruangan klasik berwarna semu. Saat merasa asing dengan tempat tersebut, Leo segera bangkit lalu meraih kemeja miliknya sembari melihat sekeliling dengan penuh rasa penasaran.


" Dimana ini? kenapa aku tidak mengingat apa pun." lirih Leo.


Tak lama setelah itu, datanglah seorang lelaki dari kamar mandi. Rambut basah, dengan hanya berbalut handuk di pinggang.


tatapam mata lelaki itu memperlihatkan kekesalan atas diri Leo.


Lelaki itu sedikit kesal atas kediaman Leo yang masih tercengang dengan keberadaannya saat ini.


" Hey, Tuan Dokter. apakah tidur kamu nyenyak?." Tanya Jimmy sembari mendekati dirinya.


" Kenapa aku bisa sampai disini?."


" Tentu saja bisa! karena kamu pergi ke tempat hiburan malam hanya sendirian. aku sudah menduga jika kamu pasti akan berulah lagi di tempat itu, jadi sebelum kamu membuatku bangkrut, lebih baik aku membawa kamu ke rumahku ini."


Jimmy membuka lemari pakaian, ia mengambil beberapa kemeja dan juga celana.


" Bersihkan diri kamu dulu." ucap Jimmy sembari memberikan beberapa pakaian miliknya.


" Aku mau turun dulu, ambil minum."


Jimmy mengernyitkan dahi " Dasar jorok! mandi dulu, gosok gigi, baru minum."


" Haus banget Jim, tenggorokan rasanya kering seperti hati ini." Satu banyolan keluar dari mulut Dokter Leo.

__ADS_1


" Kering? Hati?." Jimmy menatap penuh tanda tanya.


Dia merasa efek dari minuman alkohol masih menguasai diri Leo sehingga membuatnya meracau seperti itu.


" Iya. Kerinduan pada seorang yang jauh disana." Leo kembali membaringkan Tubuh.


" Terserah kamu saja." Jimmy mengacuhkan Leo.


Ia segera berganti pakaian lalu berjalan ke sebuah ruangan yang berisikan puluhan sepatu dan banyak koleksi lainnya.


" Wih, keren. Boleh juga tu sepatu kamu Jim." Leo berdecak kagum saat melihat banyaknya barang yang tersimpan di ruang tertutup tersebut.


" Hemmmm."


" Kamu tidak kerja?." Tanya Jimmy dengan mengambil satu pasang sepatu.


" Astaga, Hari ini aku ada Operasi." Leo menepuk kening lalu berlari menuju kamar mandi.


Ia pun turun ke lantai bawah untuk menyantap sarapan.


" Bibi, tolong siapkan susu hangat dengan dua buah pisang." Perintah Jimmy pada asisten rumah tangganya.


" Baik Tuan."


Tap tap tap...


Suara langkah kaki terdengar sangat keras dengan laju kaki yang di percepat.


" Gawat, bisa telat ini." Leo melihat jarum jam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.

__ADS_1


" Sarapan dulu." Ucap Jimmy.


" Nanti saja. Sekarang aku harus cepat sampai kesana."


" Setidaknya minum susu dulu, tidak baik membiarkan seorang lelaki pemabuk pergi dari rumahku dengan perut kosong." Cetus Jimmy sembari melahap Roti panggang.


" Iya, deh, iya. Gua minum." Leo meneguk segelas susu hangat hingga tidak bersisa.


" Pisang ini terlihat manis."


" Manis lagi kalau kamu ganti rugi Waktu berhargaku yang telah kamu curi." Sambung Jimmy.


" Waktu apaan? kamu sendiri yang nolongin."Ucap Leo sembari berjalan keluar.


berjalan menuju mobil miliknya dengan masih membawa pisang di tangan kanannya.


Clik...


Pintu mobil terbuka perlahan.


Leo mengendalikan stir kemudi lalu menjauh dari pekarangan rumah Jimmy.


" Oh Tuhan, semoga saja aku tidak terlambat menyelamatkan dia. Aku tidak ingin kejadian anak itu kembali di alami oleh orang lain."


Laju mobil semakin di percepat.


Leo terfokus pada nyawa seseorang sehingga sering kali dia tidak memperhatikan keselamatan diri.


Namun itulah kewajiban utama seorang Dokter.

__ADS_1


Berusaha dan berupaya melakukan hal terbaik demi orang lain.


Keselamatan mereka para penderita adalah bahagia untuk para Medis.


__ADS_2