HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Sejak kejadian itu Olive menutup diri dari dunia luar. Ia juga tau bahwa semua yang di alami adalah karena jebakan salah sati sahabatnya, yang saat ini menghilang tanpa jejak. Kini tidak ada hal yang ingin ia kerjakan, bahkan hanya sekedar pergi bekerja. Kejadian itu selalu membayanginya siang dan malam. Dalam diam ia mencoba berpikir bahwa semua itu tidak terjadi, hanya sebuah mimpi. Namun, semakin ia berpikir demian semakin sakit pula hatinya. Kedua matanya menyaksikan kenyataan yang tak ingin ia terima.


" Iya, semua itu hanya mimpi..." Lirihnya sambil menekuk lutut berbohong sesaat untuk menguatkan hati.


Drtttttt....


Ponselnya berdering beberapa kali, tapi Olive tidak mendengarnya. Dalam dirinya saat ini hanya ada ketakutan, bayangan itu seolah menggelapkan dunianya sampai tidak ada sedikit pun cahaya. Saat ini Olive benar benar tidak perduli dengan hidupnya, seakan ia menyerah dengan apa yang telah terjadi.


" Kehidupan ini telah mempermainkan diriku lagi, lagi, dan lagi...." Jika air matanya mampu menulis betapa berat kehidupan Olive, maka tidak ada satu pun penyeka yang mampu menghapusnya.


Kehidupan seorang wanita terdapat pada kehormatannya. Ketika kehormatan itu sendiri telah di renggut darinya, tidak ada satu pun semangat dalam hidup. Sekejap dalam hatinya menyesali kehidupan yang telah Tuhan beri. Belum kering luka kemarin kini telah menambah sayatan itu kembali.

__ADS_1


Tok tok...


Beberapa kali pintu kos di ketuk dari luar tapi Olive tidak mendengarnya sebab, terlalu hanyut dalam lautan luka.


" Olive apa kamu di dalam?" Teriak seorang lelaki dari luar. Olive tidak bergeming atau beranjak dari tempatnya semula, ia masih termenung mengingat semua kejadian yang tidak masuk akal ini


" Olive...." kembali seseorang berteriak seraya menggedor pintu, tetap saja tidak ada satu pun jawaban. Terpaksa lelaki itu mencari jalan keluar supaya ia bisa membuka pintu tersebut.


Terdengar suara pintu di dobrak dari luar. Olive semakin ketakutan, ia meringkuk di sudut kamarnya " Tidak, jangan dekati saya...." Ia berteriak histeris kata mendengar langkah kaki mendekat


" Olive, kamu kenapa? ini aku Pram..." Seorang lelaki mendekatinya.

__ADS_1


Olive masih menggigil ketakutan " Pram, apa benar itu kamu...." Olive membuka mata menatapnya kemudian memeluk Pram dengan erat.


Pram terkejut mendapati kondisi Olive seperti saat ini, badannya terlihat kurus kering, kamar berantakan tidak seperti Olive yang ia kenal. Olive yang selalu mementingkan kebersihan dalam segala hal.


" Sebenarnya kamu kenapa live? katakan padaku, jangan menyimpan semuanya sendiri." Pram membawanya keluar dari kamar kos Olive yang hanya berukuran kecil tersebut.


Dengan badan menggigil Olive di rangkul olehnya, langkahnya melemah selangkah demi selangkah hingga pada akhirnya Olive terjatuh


" Olive, bangun Live. Kamu kenapa..." Pram menghuyungkan tubuh Olive yang terkulai di lantai. " Bertahanlah Live...." Segera ia membawa Olive menuju Rumah Sakit terdekat. Pram sangat panik melihat sahabatnya, sampai ia mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.


" Sebenarnya apa yang kamu alami sampai seperti ini.." Ucap Pram seraya melihat wajah pucat Olive.

__ADS_1


Tak berapa lama sampailah ia di depan Rumah Sakit umum, Olive segera di tangani oleh para dokter. " Dokter bagaimana kondisi teman saya..." ucap Pram saat salah seorang Dokter keluar. Sang Dokter menjelaskan bahwa Olive kekurangan nutrisi dalam tubuh yang membuatnya seperti saat ini dan Olive harus di rawat sementara waktu. Pram segera masuk ke dalam ruang rawat " Olive...." Lirihnya seraya menggapai tangan Olive yang lemas dan nampak tidak bertenaga. Kondisi Olive sangat memprihatinkan sampai Pram tidak tega melihatnya. " Sebenarnya apa yang telah terjadi...." Pram masih bertanya tanya hal buruk apa yang telah menimpa sahabatnya sampai harus menjadi seperti saat ini.


__ADS_2