
Dahulu kala David adalah putra dari bangsawan ternama. Dia di pilih menggantikan kedudukan Ayahnya ketika beliau sakit parah. Namun di saat itu David selalu lalai atas tanggung jawabnya hingga perlahan dia lengser dari kepemimpinan. Semua di sebabkan oleh rasa cintanya terhadap Gea yang membuatnya banyak mengeluarkan uang dan tenaga. Semua yang di minta Gea rela di berikan secara percuma. Setiap saat mengikuti kemana pun Gea pergi, sampai dia meninggalkan perusahaan. Semua kelalaian David tercium oleh Ayahnya sampai-sampai dia di usir dari keluarga dan di coret dari daftar keluarga.
Dalam sekejap hidup David berubah, manjadi seorang tidak punya. Dia pun datang pada keluarga Gea untuk meminta tumpangan dan juga pekerjaan, akhirnya Raka Hendarman mengajaknya bekerja di salah satu cabang perusahaan.
Saat itu Raka sengaja menjauhkan Gea darinya sebab, Raka tau bahwa adiknya tidak lagi ingin melihat lelaki yang telah di campakkan itu. Rasa belas asih Raka membuat David perlahan bangkit dan kembali berjaya. Di saat Raka sudah merasa waktu tepat bagi David merebut kembali hati adiknya, dia pun mengirim David untuk menjaganya, tapi di saat dia sudah ada di samping Gea dan hampir mendapatkan hatinya, tiba-tiba saja Gea menghilang bersamaan dengan hilangnya Dimas, lelaki yang sangat di cintai. Sudah di pastikan mereka tengah bersama.
Kejadian malam itu pasti ulah Dimas dan orang suruhannya.
Dalam gelap malam ingatan waktu bersama kembali dalam benaknya. Hasrat ingin memiliki semakin membuatnya tersakiti, seakan tidak ingin menyerah dan terus mencari jalan memisahkan keduanya. Tapi untuk sekian banyaknya perjuangan kali ini David lelah dan hampir menyerah.
" Sifat bar-bar itu membuat ku rindu." Sembari mengusap foto Gea.
Sebenarnya David tau bahwa selama menjalin kasih dengannya, Gea hanya menjadikan dia bahan mainan yang dimana bisa kapan pun di mainkan lalu di tinggalkan saat bosan.
Akan tetapi rasa cinta David membuatnya menutup mata dan telinga sehingga tidak ada keburukan dalam pandangannya.
__ADS_1
Terlalu dalam mencintai, menimbulkan banyak luka. Hingga banyak orang menumpahkan air mata ke bumi hanya demi sebuah rasa.
Setelah beberapa jam berteman sunyi malam, David pun kembali ke dalam kamar.
" Harus ku cari kemana lagi..." Menghempaskan tubuh di atas kasur. Pandangan menatap langit-langit kamar Apartemen.
Drt...
" Siapa?" Ucapnya kepada seorang di telepon.
" Sebaiknya Abang kesini saja. Aku sudah lelah mencarinya." Nada berat itu menggambarkan rasa sakit mendalam.
Setelah berjuang memejamkan mata akhirnya David tertidur pulas. Kerutan di dahinya melukiskan beban berat dalam hidup.
Esok hari David terbangun lalu menuju ke kantor. Sementara waktu, dia harus menggantikan posisi Gea di perusahaan atas permintaan Kakak sulung Gea.
__ADS_1
" Selamat pagi semuanya." Sapa David pada seluruh karyawan yang ada di sana. Berjalan mengumbar senyum kepada setiap orang di hadapannya. Sosok David membuat semua mata terpana, wajah tampan, senyum manis, dan tentunya ramah.
Meski hatinya rapuh, tapi tidak sedikit pun dia memperlihatkan luka kepada siapa pun.
" Tolong siapkan penyambutan besar untuk Tuan Raka Hendarman. Beliau datang dua jam dari sekarang." Titah David pada asisten pribadinya.
" Baik, Tuan."
Hati David kembali sakit saat dia mendekati meja kerja Gea. Di sana ada sebuah foto Gea bersama dengan Dimas tengah mengumbar senyum bahagia. Belum sekali pun dalam hidupnya melihat Gea senyaman itu bersama dengan lelaki. Seingat David, Gea adalah wanita yang sering menjatuhkan hati lelaki lalu di tinggalkan ketika dia sudah mendapat kepuasan(menyakiti).
David meraih foto di meja...
" Andai ini adalah aku." Takut melukainya lebih dalam, Dia memilih meletakkan bingkai foto tersebut di dalam laci.
" Dengan begitu aku tidak harus melihatnya setiap saat."
__ADS_1
David pun memulai pekerjaan dengan sangat baik. Tanggung jawab selalu di emban jika berkaitan dengan Gea atau keluarganya. Baginya tidak ada satu kebahagiaan, melainkan melihat orang tersayangnya tersenyum. Dia rela melakukan apa saja untuk membuat Gea bangga atas dirinya. Entah di dalam pandangan atau di luar pandangan, dia selalu berkorban untuknya.
.