
" Honey, are you oke?." ucap Risa.
" Aku tidak apa-apa. Sekarang kamu ikut dengan ku, kita akan pindah dari sini..."
" Kenapa?." Risa merasa heran, kenapa secara tiba-tiba Leo mengajaknya untuk pindah.
" Tolong ikut saja dengan ku, nanti akan aku jelaskan." ucap Leo sembari meraih beberapa pakaian di lemari.
" Honey, tunggu sebentar, kita bisa pikirkan semua dengan kepala dingin, tidak perlu tergesa-gesa seperti ini." Risa mencoba menenangkan Leo.
Namun saat ini, Leo tidak perduli dengan ucapan siapa pun.
Dengan kasar ia meraih tangan Risa lalu membawanya pergi dari rumahnya sendiri.
" Leo, mau kemana kamu?." ucap Maria.
Bagaikan angin lalu di telinga Leo, tanpa perduli Ia pun pergi membawa kekasihnya.
" Aw....sakit." Risa mengeluh kesakitan saat Leo menarik Risa masuk ke dalam mobil.
" Astaga, maafkan aku sayang, aku tidak sengaja melakukan itu..." Leo meraih tangan Risa lalu meniupnya perlahan.
" Apa kamu yakin untuk meninggalkan Mami kamu?." Lirih Risa, mereka saling memandang tanpa sepatah kata pun.
Tak berapa lama Leo melepaskan pandang lalu segera pergi dari rumah itu.
__ADS_1
Risa mengetahui bahwa Leo sudah yakin untuk pindah dari rumah.
Tak berapa lama Leo meraih ponsel lalu menghubungi seseorang...
" Segera selesaikan tempat itu, saya sudah menuju kesana." ucap Leo pada seorang yang jauh di sebarang.
" Risa...." Lirih Leo sembari memandang wajah Risa yang tengah sibuk memainkan ponsel
" Hemmmm."
" Apa kamu mau menjadi istri ku?."
Deg....
Ucapan Leo membuat Risa terkejut, Seketika itu Risa menatap mata kekasihnya dengan penuh keyakinan.
Senyum melebar di bibir Leo, ia meraih kedua tangan Risa. " Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku! Jika kamu mau menikah dengan ku, maka malam ini juga kita akan menikah."
Risa tersentak mendengar semua itu.
" Leo, apa semua ini tidak terlalu terburu-buru? aku takut kita akan salah jalan." Jelas Risa.
" Aku yakin dan tidak akan pernah menyesal. Sekarang mari kita jalani kehidupan baru..."
Risa terharu atas ketulusan niat kekasihnya tersebut.
__ADS_1
" Le, aku mau menikah dengan kamu, tapi aku ingin menikah dengan restu ke dua orang tua kita. Aku akan berjuang untuk mendapatkan hati Mami kamu, aku yakin aku pasti bisa." ucap Risa penuh keyakinan.
" Tapi kamu tidak tau seperti apa Mami ku itu, dia bisa memisahkan kita seperti aku dan...."
Tiba-tiba saja mulut terasa berat saat hendak menyebutkan nama seseorang yang saat ini masih bersemayam dalam hati.
" Iya, aku tau apa yang ingin kamu katakan, tapi tidak akan mungkin seorang ibu memberikan kehidupan yang buruk bagi anaknya. Mungkin saat ini Mami kamu marah atas penolakan ini, tapi aku yakin, tidak lama lagi hatinya akan melunak." Risa tersenyum manis.
" Tapi..."
" Sudahlah, sekarang kamu fokus saja menyetir, jangan sampai kita mati konyol gara-gara kamu."
Risa terkiki melihat raut wajah Leo.
"Hauh.... aku lelah sekali." Risa menguap, rasa kantuk tidak tertahankan.
Dan pada akhirnya dia memejamkan mata.
Leo masih fokus dengan stir kemudi, di sepanjang jalan dirinya berpikir keras.
Beban berat mulai menjalar di kepala, semua luka di masa lalu kembali terbuka.
" Risa, bersiaplah kita segera sampai." ucap Leo.
" Ris..." Leo menoleh ke arah kekasihnya, ia terkejut saat mendapati Risa tengah tertidur.
__ADS_1
Astaga, dia sepertinya sangat lelah.
Maafkan aku, karena diriku, kamu harus terlibat dalam masalah ini.