
Malam mulai menjelang...
saat semua orang terlelap
tasya masih terjaga
mengingat semua kejadian yang baru saja dia alami
seharusnya malam ini menjadi malam yang indah bagi mereka
namun kenyataan nya malam ini adalah malam kesunyian bagi tasya..
saat tasya memandang wajah revaldi
dia kembali mengingat masa masa dimana rikardo membesarkan revaldi dengan penuh rasa kasih dan sayang
dari keringat rikardo pula revaldi tumbuh menjadi seperti sekarang
dan dari tangan rikardo dia mendapat pelukan kasih dari sosok seorang ayah
dan rikardo pula yang berjuang mati matian demi melindungi mereka.
"mengapa kamu setega itu terhadap kami mas" tasya menangis dengan memejamkan mata berharap luka nya akan sedikit berkurang
drt drt drt...
tasya meraih ponsel nya
rikardo sudah ribuan kali menghubungi dirinya namun tasya tak menghiraukan nya
__ADS_1
tasya mencoba membuka pesan singkat yang dia terima
tasya bagaimana pun kamu sudah sah menjadi istri ku, aku akan menjelaskan ini semua ...tolong percaya padaku....aku mencintai kamu dan revaldi...!!"
prak....
tasya melempar ponsel nya
dia tak percaya dengan apa yang rikardo ucapkan karna mata nya sudah melihat sesuatu yang nyata dan itu membuah runtuh kepercayaan yang tasya miliki...
tasya menangis meratapi nasib yang tuhan berikan kepada dirinya
seberapa kuat tekat tasya untuk hidup bahagia maka semakin banyak pula kesakitan yang dia terima..
saat semua orang terlelap tasya mendengar pintu di ketuk
dia pun membuka pintu
tasya hendak menutup pintu namun tenaga rikardo terlalu kuat
"sya dengar kan aku dulu...jika kamu bersikeras untuk menghindari ku, maka jangan salahkan aku jika aku akan bunuh diri" ancaman yang rikardo lontarkan bukan sekedar ancaman
riko membawa banyak butiran obat obatan yang entah apa kegunaan nya
saat rikardo hendak memasukaka obat itu kedalam mulut dengan sigap tasya menampik semua obat itu dan di injak hingga hancur tak tersisa..
"kamu kira dengan kamu bunuh diri di hadapan ku, maka semua masalah akan selesai...jangan jadi pengecut" cetus tasya
rikardo hanya menunduk dia tak mampu berkata apa pun di hadapan tasya dia benar benar sudah di buat gila dengan kecintaan nya kepada tasya
__ADS_1
bahkan dia kehilangan akal sehat nya
"ini sudah larut malam, pulanglah selesaikan semua ini dengan kepala dingin" tasya tersenyum tipis seolah menutupi rasa sakit yang dia rasakan
"sya tapi kamu harus percaya...aku tidak melakukan nya!!" rikardo meyakinkan tasya dengan menggenggam tangan tasya
"aku tak tau harus percaya dengan mata ku atau dengan hati ku....jika benar kamu tidak berbuat apa pun terhadap wanita itu maka buktikan lah, aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat dari pada apa yang aku dengar...kamu pasti paham mas" jelas tasya
"jadi kamu memberi ku kesempatan sya...aku akan mendapat bukti secepatnya"
riko....
dari kejauhan dia melihat betapa rikardo berjuang meyakinkan tasya
riko pun tak percaya bahwa rikardo tidak akan berbuat seperti itu..
"cari tau tentang wanita yang membuat kerusuhan di acara kemarin...dan aku mau kalian selidiki latar belakang dari wanita tersebut dan apakah benar semua yang dia katakan...mengerti!!!" riko menyuruh seseorang untuk membongkar kebenaran yang sesungguhnya
"tak akan ku biarkan kebahagiaan kamu lenyap begitu saja sya...meski kamu tak dapat ku miliki namun dengan melihat kamu bahagia aku pun ikut bahagia" lirih riko
tak lama riko melihat rikardo pulang
dia juga melihat tasya yang duduk dengan penuh kesedihan
riko sangat ingin memeluk tasya saat itu juga,
namun riko tak ingin ikut campur terlalu jauh dalam rumah tangga tasya.
dia memilih untuk mengawasi tasya dari kejauhan
__ADS_1
hati riko sakit melihat tasya menangis
"aku janji sya...akan ku kembalikan senyuman mu dan aku juga lah yang akan mengembalikan kebahagiaan mu...aku tak rela jika kebahagiaan mu di renggut oleh orang lain" riko mengepalkan tangan dia bertekat akan membuka kebenaran yang ada