
Melihat Gipang berada tepat di depan wajahnya membuat Olive memundurkan langkah.
"Olive.....jangan pergi" Gilang hendak mengejar Olive yang lebih dulu berlari ke arah jalan sambil memegangi perut buncitnya. Namun, dengan sigap bapak penjual makanan tadi langsung menahan Gilang "Anda ini siapa? kenapa bisa kenal sama mbak Olive"
"Ceritanya panjang, pak. Nanti saya jelaskan" Gipang segera berlari sambil terus menerus memanggil Olive.
Olive berlarian sembari sesekali menoleh oe belakang. Dia berlari hingga ke ujung jalan, di sana terdapat jalan raya yang sangat ramai. Gilang semakin cemas.
"Olive awas...." Teriak Gilang saat sebuah mobil melaju dengan kencang dari arah berlawanan.
"Aaaaaaaaaaaaaa......" hendak menhindar tapi tidak ada waktu lagi. Akhirnya kecelakaan itu terjadi, badan Olive terpental hingga berguling guling sampai ke tapi jalan dan kepalanya terprntur bahu jalan.
"Olive....." Gilang berlari ke arah Olive saat itu.
Memangku kepala Olive sembari berteriak mencari pertolongan. Sialnya lagi mobil yang menabrak Olive melarikan diri.
"Olive, bangun buka mata kamu" menepuk kepua pipi berharap Olive sadarkan diri.
"To-long selamatkan anak saya...." Melingkatkan kedua tangan di atas perut buncitnya.
"Saya yakin kamu dan anak kita akan selamat"
__ADS_1
Dengan nafas tertatih ia tersenyum "Se....lamatkan dia" tiba tiba saja Olive tidak sadarkan diri. Pansarahan di bagian bawah semakin deras hingga Gilang langsung memapahnya mencari taksi online di sekitar sana. Jika dia kembali ke tempat mobilnya berada pasti sangat jauh jadi dia putuskan untuk mencari taksi di sekitar sana.
"Pak tolong istri saya...." darah terus keliar dari bagian kepala juga di bagian bawah. Membuat banyak orang simpati, mereka bersuka rela memgantarkan mereka ke rumah sakit terdekat.
"Saya yakin kalian akan baik baik saja" Air mata Gilang tumpah tak menyangka pertemuannya justru malah membuat Olive celaka.
"Pak, kita sudah sampai"
Gilang langsung memapah Olive "Dokter tolong..." Teriak Gilang. Semua orang melihat kenarah Gilang dan langsung memberikan jalan.
Dari kejauhan datanglah dua orang perawat, langsung membawa ranjang rumah sakit.
"Suster tolong selamatkan mereka" Dengan panik dan berderai air mata Gilang ikut mendorong ranjang itu hingga sampai ke ruang UGD. "Maaf, pak. Anda tidak boleh masuk"Kedua suster tadi melarang Gilang masuk ke dalam raungan.
"Tolong kerja samanya, pak. Kalau bapak memaksa masuk maka akan menghambat penanganan pasien. Mohon tunggu di luar saja"
Setelah mendengar itu Gilang pun menunggu di luar ruangan. Hampir lima belas menit keluarlah seorang Dokter "Suami pasien?" Tanya Dokter.
Gilang pun mengangguk "Iya, dok. Bagaimana kondisi istri dan anak kami" ia sangat cemas dengan kondisi Olive dan anak dalam kandungannya.
"Pasien harus segera melakukan operasi untuk menyelamatkan anak itu...." Jelas Dokter.
__ADS_1
"Lakukan apa saja Dok yang penting mereka berdua selamat"
"Mohon maaf kami tidak bisa menjamin keselamatan keduanya, kemungkinan terbesarnya adalah bayi iru di selamatkan atau keduanya tidak akan selamat"
Deg....
"Nggak mungkin, Dokter bohong, kan? mereka pasti bisa di selamatkan" Mencengkeram krah baju Dokter. Tapi pak Dokter tidak melakukan perlawanan, beliau sadar kondisi pasien membuatnya lupa diri.
"Saat ini hanya doa yang bisa membantu mereka. Maaf pak saya harus segera ambil tindakan, bapak di mohon melangkapi persyaratan operasi"
Gilang langsung melepas cengkraman di baju Dokter lalu berlari ke ruang administrasi.
Setelah selesai Gilang langsung menghampiri Olive yang handak di bawa ke meja operasi.
"Olive, kamu harus kuat, kamu pasti bisa demi anak kita" Menggenggam tangan kiri Olive sembari berlarian mendorong ranjang ke ruang operasi.
"Tolong hubungi mas Damar" lirih Olive.
"Iya, saya akan menghubunginya tapi kamu harus kuat" Gilang melepas tangan Olive ketika sampai di depan ruang operasi.
"Ya Tuhan selamatkan mereka" Sambil mondar mandir di depan pintu operasi.
__ADS_1
"Lebih baik saya kasih tau dia seperti permintaan Olive" mencoba menghubungi Damar tapi tidak di respon olehnya. Pesan singkat pun tak di baca olehnya, entah dia sibuk atau tidak mau beryrusan lagi dengan Gilang.