
Masih dalam keindahan malam....
Semua orang menikmati alunan angin malam di pantai dengan berhias rembulan dan para bintang.
Tiba saatnya dimana Leo berdiri di depan semua orang dengan membawa sebuah gitar.
Tentu saja semua orang ingin menyaksikan kehebatan Leo dalam dunia musik...
" Sebelumnya aku ingin memohon ijin dari sahabat ku Revaldi, Aku ingin mengajak istrinya untuk beradu suara dengan ku. Apakah aku di ijinkan?." Ucap Leo di hadapan semua orang.
Criztine yang saat itu ada dalam pelukan suaminya hanya mampu terdiam dan menatap mata suaminya...
" Apa kamu ingin bernyanyi sayang?." Tanya Revaldi.
" Jika kamu tidak mengijinkan, maka aku tidak mau." Lirih Criztine.
" Tapi aku mengijinkan!."
" Benarkah? kalau begitu, terima kasih sayang." Criztine segera berjalan mendekati Leo.
" Sebelumnya saya ingin mengatakan sesuatu terlebih dahulu di hadapan kalian semua..." Leo menatap wajah wanita yang sangat dia cintai, namun dia sadar bahwa cintanya sudah tidak bertuan.
Leo juga sudah memutuskan untuk menjalani hidup bersama dengan wanita lain...
" Pertama aku ingin mengucapkan selamat atas kehamilan kamu ini, dan semoga bahagia selalu bersama dengan kalian." Leo tersenyum simpul setelah mendapat satu senyum manis dari mantan kekasihnya tersebut...
" Taukah kalian? Di depan mataku ini adalah malaikat Tuhan yang sangat anggun, bersayap kesabaran, berparas kelembutan, bahkan indahnya malam ini tidak mampu mengalahkan indah senyuman di bibirnya. Disini aku ingin mempersembahkan sebuah lagu khusus untuk dia dan sahabat ku Revaldi." Leo menunjuk diri Revaldi yang tengah duduk berpangku tangan.
Revaldi tidak menjawab, dia hanya tersenyum lalu mengangguk.
Saat ini Revaldi sudah tidak memikirkan kata cemburu, karena dia yakin bahwa Criztine dan Leo hanya sebatas masa lalu dan tidak akan pernah menjadi masa depan.
" Leo, kamu jangan seperti itu! Aku tidak ingin ada salah faham antara kita dan pasangan kita...." Lirih Criztine dengan menatap mata Leo.
" Duduklah! kamu tidak usah khawatirkan semua itu."
Leo berdiri di samping Criztine lalu mulai memainkan gitarnya.
__ADS_1
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
Leo memberi sebuah kode pada Revaldi untuk melanjutkan lagu yang tengah dia nyanyikan.
Segera Revaldi berjalan menuju tempat dimana istrinya berada.
Dia juga meraih mikrofon di depan Leo lalu merangkul pundak Criztine.
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
You look so beautiful in white
Tonight
Semua mata terpana melihat semua keromantisan yang terjalin di depan mereka.
Tepuk tangan dan sorak gemuruh air laut menambah syahdu lagu yang tengah mereka bawakan...
Criztine meraih pinggang suaminya lalu melingkarkan tangan.
Air mata haru menetes begitu saja....
__ADS_1
Leo berjalan menuju tempat dimana Risa berdiri menyaksikan semuanya.
Dia pun meraih tangan kekasihnya...
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word.
Leo segera membawa kekasihnya berkumpul bersama dengan Revaldi dan juga Criztine.
Saat ini Leo juga memamerkan keromantisan di hadapan semua orang dengan memeluk kekasihnya.
Semua orang semakin terkesan atas kisah cinta mereka.
Serempak mereka ikut menyumbang kebahagiaan dengan menyanyikan lagu akhir...
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'II cherish
You look so beautiful in white
__ADS_1
Tonight.