HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

"Kamu punya alamat lain selain ini?"


Chika berbalik menatap Gilang "Sebenarnya kak Olive tidak ada tempat tinggal. Sejak kecil menjadi yatim piatu dan keluarga kami yang mengadopsi kak Olive" Jelas Chika dengan mata berkaca kaca.


Gilang terkejut mendengarnya, ia tak menyangka wanita yang selama ini pura pura tabah adalah wanita yang rapuh tanpa adanya kedua orang tua. Sudah banyak derita yang Olive lalui dan hanya bertemankan sepi.


"Sebaiknya kakak pulang saja dulu nanti kalau sudah ada kabar tentang kak Olive, pasti saya kabari"


Hilang masih terdiam saat Chika pergi meninggalkannya. Betapa hancur hati Gilang saat ini mengingat banyaknya beban yang telah ia berikan pada Olive "Bagaimana pun saya harus bertanggung jawab..."


Tak berapa lama Gilang meninggalkan tempat tersebut, kemudian ia menuju sebuah tempat.


Tok tok...


Gilang mengetuk sebuah pintu kayu, ia merasa berat harus datang ke tempat itu. Namun, ia butuh seseorang untuk berbagi cerita dan hanya di sini tempat yang nyaman baginya.

__ADS_1


"Ada apa?"Seorang wanita seumuran Gilang keluar dari balik pintu, ia adalah seorang psekiater juga adalah sabahat lamanya. "Gilang, sudah lama sekali kamu tidak menemui ku....silahkan masuk" Dengan keramahan layaknya sahabat mereka pun berbincang bincang sedikit sekedar berbasa basi.


"Sepertinya ada hal yang ingin kamu sampaikan..."


"Ada hal yang sangat menggangu diriku. Apakah kamu bisa membantu ku?" Tatapan Gilang memperlihatkan kegelisahan tak berujung.


"Coba kamu cerita dari awal..." ia pun mendengarkan keluh kesah Gilang. Dari cerita tersebut ia menarik kesimpulan bahwa Gilang terbelenggu oleh dirinya sendiri sebab ia tak bisa mengendalikan perasaannya. Kesalahan dapat mengunci seseorang selama ia belum menemukan titik temu yang terang.


Meski sudah menceritakan semuanya tapi Gilang masih terlihat gelisah "Aku bingung harus berbuat apa..."


"Masih ada banyak beban di hati kamu. Sekarang katakan semuanya supaya aku bisa membantumu..."


"Tidak ada. Hanya itu masalah intinya"Jelas Gilang dengan pandangan kabur.


Wanita tadi meraih tangan Gilang seraya "Sebelum api itu padam kamu tidak akan mudah masuk ke dalamnya..."

__ADS_1


Gilang menatap mata wanita itu "Maksudnya?"


"Kamu tidak akan bisa menemukan jawaban selama kamu masih belum membuka hati..." Jelas wanita tersebut dengan mengusap lembut tangan Gilang. Di sana ia menemukan ada sedikit keraguan di mata Gilang dan juga ada sedikit kendala sehingga membuatnya terbelenggu begitu dalam.


"Kasus kamu ini sama persis dengan gadis yang datang pada ku seminggu yang lalu, kalau tidak salah dia bernama Olive."


"Apa? Olive. Kamu tau sekarang dia di mana? wanita yang aku maksud adalah dia..." Barulah Gilang menceritakan masalahnya dari awal sampai akhir.


"Saya tidak tau. Yang saya tau dia ingin menjauh dari masa lalunya dan ingin pindah ke suatu tempat..." Jelasnya dengan santai.


"Apakah kamu punya nomor ponselnya?"


Wanita tersebut menggeleng kepala


"Kalau begitu saya harus mencarinya..." Segera Gilang pergi dengan menggapai ponselnya yang tadi ia letakkan di meja. "Cari info dari semua bandara mengenai keberangkatan atas nama Olive seminggu yang lalu, segera." Gilang pun menutup telepon lalu masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Dari kejauhan wanita itu melihat Gilang dari balik cendela "Seperti yang aku duga. Dia sudah lama menyimpan rasa pada gadis itu hanya saja egonya terlalu tinggi. Kamu belum berubah, Gil..."


__ADS_2