
" Dim, sampai kapan Lo sendirian seperti ini? apa Lo nggak mau nikah?."
Dimas tidak perduli dengan pernikahan, karena baginya tidak ada hal yang bisa membuatnya bahagia kecuali Alexa.
Mungkin saat ini Dimas masih terbelenggu atas kesalahan masa lalu.
" Gua nggak tau!." Ucap Dimas.
" Kalau gitu terserah Lo aja." Kesal dengan sikap Dimas, sehingga membuat Revaldi tidak ingin memberi nasehat padanya.
" Oh, iya, gimana sama bini Lo?."
" Gimana apanya?."
" Kejutan Lo kemarin itu..."
" Pastinya dia sangat bahagia. Bahkan waktu dia tidur, dia tidak mau jauh dari Gua! pokoknya semalam suntuk dia membuat ku bahagia dengan atraksi manjanya...."
" Makanya sering-sering Lo buat kejutan, biar Criztine tambah sayang ama Lo. Dan tentunya dia tidak melihat cowok tampan lainnya...." Dimas sengaja menggoda Revaldi sekedar melepaskan diri dari pertanyaan tentang dirinya.
" Bini Gua tipe wanita setia. Jadi Gua yakin dia tidak akan main api sama cowok lain." Revaldi menyombongkan diri.
" Dia memang setia. Tapi gimana sama Lo...?." Cetus Dimas.
" Gua ma orangnya setia sampai mati dong."
__ADS_1
Dimas menggeleng kepala...
" Apa Lo nggak Ingat gimana Lo dulunya...?."
Drt....
Ponsel Revaldi bergetar...
" Bentar, sob, gua keluar bentar..." Revaldi keluar karena ada panggilan darurat dari istrinya.
Tak berapa lama Revaldi kembali...
" Gua balik dulu Dim, Gua lupa kalau hari ini waktunya cek kandungan."
Dimas mengangguk lalu mempersilahkan Revaldi untuk pulang.
Dia melihat sebuah tanggung jawab besar yang mampu di pikul dengan baik.
Sedangkan Dimas sudah gagal menjaga kepercayaan Tuhan untuknya....
Beberapa saat kemudian, Dimas pergi dari kafe lalu menuju parkiran..
" Aku akan menemui kamu, sayang."
Dimas menuju tempat pemakaman dimana Alexa di makamkan.
__ADS_1
" Halo, Alexa. Apa kabar? ku harap kalian baik-baik disana! Aku sangat merindukan kamu dan anak kita." Di usaplah batu nisan Alexa.
Air mata tak mampu di bendung lagi, sehingga kini air mata itu tumpah membasahi pipi.
" Kamu tau? saat ini hal yang paling aku rindukan adalah ketika kamu tersenyum padaku sembari berkata AKU CINTA PADAMU. Hal itulah yang sangat aku rindukan sayang. Tapi kamu memilih untuk meninggalkan aku disaat aku tidak mampu berdiri dengan kokoh. Semua memang benar adalah salah ku!." Menghardik diri sendiri akan lebih menyakitkan.
Hampir satu jam Dimas berada di makam tersebut, hingga dia di kejutkan oleh seseorang yang berdiri di belakangnya.
" Apa kamu baru menyesalinya sekarang?." ucap wanita itu.
" May?."
" Kenapa Dim? Kamu terkejut melihat ku disini? sebenarnya aku lebih dulu berada disini, tapi setelah aku melihat mobil kamu, maka aku memutuskan untuk berdiri di balik pohon itu." Maya menunjuk pada sebuah pohon di depan Dimas.
Meskipun pohon itu terletak tidak jauh dari Makam Alexa, tapi sulit untuk melihat keberadaan seseorang di balik pohon itu...
Sebab, pohon itu sangatlah besar.
" Aku, aku, hanya kebetulan lewat saja..." Ucap Dimas menutupi semuanya.
Maya tau jika saat ini Dimas sangatlah tersakiti. Dia pikir Dimas sudah cukup mendapatkan balasan dari Dunia.
Semua kesedihan tidak akan mampu mengembalikan Alexa.
" Jika saja waktu itu kamu tidak menuduhnya, maka saat ini kamu sudah bahagia bersama dengan Alexa dan juga anak kalian. Tapi, nyatanya kamu kalah dengan satu foto yang kamu tidak tau kebenarannya." Maya menyentuh pundak Dimas.
__ADS_1
" Jika waktu bisa ku putar, maka aku akan mengembalikan apa yang telah pergi dariku!." Dimas menunduk lemas.