HASRAT

HASRAT
Kisah Raka


__ADS_3

Setalah David pulang, Raka merasa sangat berhutang budi padanya untuk semua kerja keras yang telah di lakukan. Semua urusan pekerjaan di tangani dengan baik, hingga dalam waktu singkat perusahaan dapat berkembang pesat. Karena ketekunan dan kerja keras David, Raka memberikan saham lima puluh persen untuk mengapresiasi kinerja David.


Akan tetapi sekarang David mengembalikan semuanya dengan utuh tanpa tersentuh sedikitpun, bukan dia tak butuh uang hanya saja tujuan utamanya adalah mendapatkan simpati serta hati Gea, jika sekarang Gea sudah menentukan pilihan pasti, pada akhirnya David mundur perlahan.


Perjuangan tuk mendapatkan cinta terhenti sudah saat dia membuka mata dan telinga akan kenyataan bahwa Gea sudah menikah dengan lelaki yang di cintai.


Pada awalnya Raka yakin jika David bisa menjaga adiknya dan membahagiakannya, tapi takdir berkata lain...


Jalan Tuhan lebih terbuka untuk Dimas di banding David.


Seberapa kuat keinginan Raka tuk menyatukan keduanya, semua sia sia jika Sang Maha Cinta telah menentukan pilihan.


Saat ini Dimas berdiri di teras rumah mengantar David yang hendak pulang. Sesungguhnya Raka sangat tidak tega melihat David kecewa sebegitu dalamnya, tapi dia tidak bisa mendahului kuasa Tuhan.


" Anak itu sebenarnya jauh lebih baik dari Dimas, tapi kenapa Gea memilih dia?" Lirih Raka dengan menggeleng kepala. Setelah berdiri beberapa lama, Raka memutuskan masuk ke dalam kamar yang sudah ada Gea.

__ADS_1


" Dimana Gilang?" Tanya Raka sembari duduk di tepi ranjang mendekati Gea yang tengah berbaring di sampingnya.


" Tidur." Jawab Lily dingin.


" Oh...." Tanpa pikir panjang, Raka mendekatkan wajah tepat di telinga Lily sampai deru nafasnya mampu membuat seluruh badan bergetar.


Lily memejamkan mata membayangkan hal buruk akan segera menimpanya seperti sebelumnya.


Jangan sampai lelaki sakit mental ini menyentuhku...


Betapa takutnya Lily jika harus kembali berhadapan dengan Hasrat bercinta lelaki rakus macam dia, tidak ada kelembutan sama sekali dalam gulatan itu dan hanya ada kekejaman diri Raka.


" Sampai kapan kamu mengancam ku seperti ini...." Ucap Lily dengan pandangan melemah. Hatinya tidak sanggup menahan derita atas hilangnya Dimas dari genggaman dan sekarang di haruskan menerima perlakuan tidak pantas dari seorang lelaki yang baru saja di kenal.


" Sampai aku bosan." Raka menyeringai lalu mencium bibir indahnya.

__ADS_1


" Emmmmmt...." Lily berusaha melakukan penolakan, akan tetapi Raka tidak menghiraukannya, malah semakin membuat Hasrat membara dan ingin segera menikmati keindahan itu.


Air mata Lily menetes deras, sakit di perlakukan bagai wanita rendah...


Hampir lima menit lamanya Mereka berciuman, kini Raka mulai melanjutkan aksi brutalnya.


" Tolong jangan sakiti aku lagi..." Ucap Lily dengan tatapan memelas.


" Sekali lagi aku ingatkan padamu, bahwa tidak ada satu koleksi indah yang bisa menarik perhatianku seperti dirimu." Dengan tatapan tajam menusuk hati, tanpa perduli betapa sakitnya Lily di perbudak hawa Nafsu Raka.


" Kamu bukan manusia..." Kesal pada ucapan Raka sampai Lily meludahi wajah Raka.


" Aku buka koleksimu." Amarah semakin tersulut, Raka pun mulai geram hingga mencengkeram erat pergelangan tangan Lily.


" Wanita kurang ajar..." Mata Raka melotot mendapatkan hinaan dari seorang wanita.

__ADS_1


" Jangan harap kali ini aku bersikap lembut padamu...." Dengan kasar Raka menarik kedua tangan Lily ke atas lalu mengikatnya kuat kuat dengan bahu ranjang.


Kekejaman Hasrat Raka mulai membuat seluruh tubuh Lily sakit sampai dia tak ingin hidup lebih lama lagi.


__ADS_2