HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 121


__ADS_3

Malam mulai menjelang...


Semua orang sudah berkumpul di ruang tamu .


tapi setau mereka acara di adakan dalam rangka menyambut kepulangan Riko yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya.


semua rencana Revaldi berjalan dengan mulus, dia pun sudah menyiapkan sebuah kejutan besar untuk semua anggota keluarga yang pastinya akan membuat heboh semua orang....


"Re, kapan papa kamu sampai? ini sudah lama sekali..." ucap Rikardo


"Sebentar lagi yah, katanya tadi sudah dekat kok..." jelas Revaldi.


Bip bip...


terdengar klakson mobil, mereka semua bersiap dan Revaldi mematikan semua lampu di ruangan hingga suasana di sana terlihat sunyi dan gelap gulita.


Riko membuka pintu, dia heran kenapa rumah begitu gelap dan baru kali ini dia tidak di sambut oleh siapa pun...


"Revaldi, Criztine, kalian dimana kenapa gelap sekali...."


Bruk..


Riko merasa menabrak sesuatu namun dia tak nampak, entah benda atau apalah itu..


"Siapa disana? jangan macam-macam cepat keluar..." bentak Riko


Setelah mereka puas dengan adegan itu, Rikardo menyalakan lampu.


"Selamat ulang tahun....." ucap mereka serentak.


Seketika Riko terkejut dengan semua yang berada di depan matanya.


"Apa ini, kalian mengejutkan aku dengan mengadakan pesta horor ini? astaga aku tidak menyangka..." Riko tersenyum dan menggeleng kepala.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun papa, semua yang terbaik untuk papa..." Revaldi memeluk Riko dengan penuh rasa sayang.


"Selamat hari jadi sob, dan selamat usia kamu bertambah tua....hahaha" Rikardo memberi salam persahabatan.


"Selamat pa, Criztine doa kan semoga papa sehat selalu dan semakin tampan..." lirih Criztine dengan mencium tangan sang mertua.


"Terima kasih nak, dan buat kalian semua saya ucapkan terima kasih. tidak menyangka jika kepulangan ku akan di sambut semeriah ini, kalian juga ingat hari jadi ku..." Mata Riko mulai berkaca-kaca.


Tasya sedikit gugup, namun dia mencoba tenang dengan segala rasa yang campur aduk di dalam dirinya.


entah rasa apa yang mulai menjalar di sekujur tubuhnya, yang pasti dia merasa sangat gugup....


"Selamat ulang tahun..." Tasya menjulurkan tangan dengan tersenyum manis.


"Makasih Sya..." jawab Riko dengan menjabat tangan Tasya dengan memberi sebuah kode di telapak tangan.


Semua mata menatap ke arah mereka.


dengan tatapan Riko saat itu, semua orang juga tau bahwa cinta diantara mereka masih kokoh.


mereka pun melanjutkan semua acara dengan penuh tawa canda, hingga pada akhirnya Revaldi memberikan sebuah kado yang sangat berharga.


"Apa ini sayang? kenapa besar sekali?" ucap Riko dengan menerima kado dari Revaldi.


"Buka saja pa..." jawab Revaldi.


Riko pun membuka kado itu, dan ternyata isinya adalah surat hasil pemeriksaan Criztine.


"Astaga kamu hamil Criz?" ucap Riko


Criztine mengangguk dan melebarkan senyum.


semua orang terkejut dengan apa yang baru saja Riko ucapkan.

__ADS_1


mereka pun bersorak gembira dengan kehamilan Criztine...


semua orang sibuk bercakap-cakap


namun tatapan mata Riko tidak lepas dari wajah cantik Tasya...


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan papa, mungkinkah papa mulai tumbuh rasa lagi dengan mami..." gumam Revaldi dengan mencuri pandang ke arah ke dua orang tuannya.


"Ayah bisa tolong ikut dengan ku, aku butuh bantuan untuk ambil sesuatu di atas..." pinta Revaldi.


Rikardo pun mengiyakan ajakan dari sang anak.


Riko mendekati Tasya dan berbisik sesuatu padanya.


tak lama mereka pun keluar dan duduk di depan rumah....


"Sya...." lirih Riko.


"Iya mas, kenapa?" Tasya menundukkan kepala.


"Kamu tidak memberi ku hadiah? apa kamu tidak merindukan saat kita bersama dulu? aku rindu saat-saat itu..." ucap Riko dengan tiba-tiba mencium Tasya.


"Mas, kenapa kamu mencium ku? aku tidak mau ada perselisihan di antara kamu dan suami ku, kita sudah tidak muda lagi. tolong jangan seperti itu..." Tasya mendorong tubuh Riko.


"Aku tidak bisa menahan diri untuk mencium kamu, karna aku masih mencintai kamu sayang..." ucap Riko dengan melumat bibir Tasya.


semua adegan itu tertangkap oleh mata Rikardo yang tidak sengaja melihat mereka di depan rumah.


Rikardo merasa sangat marah, namun dia lebih marah dengan Tasya yang memberi peluang pada Riko yang jelas masih mencintai dirinya....


Rikardo menahan amarah di dalam hatinya, dia tak ingin merusak suasana bahagia sang anak yang sedang berbahagia dengan hadirnya sang buah hati.


P**enasaran sama lanjutannya....

__ADS_1


pantau terus ya kak😘😘**


__ADS_2