
Pagi menjelang..
Revaldi membuka mata perlahan, dia merasa tangan kirinya tidak dapat di gerakkan...
"Astaga ...." Revaldi terkejut saat mendapati sang istri yang tidur di pelukannya.
"Apa yang terjadi sampai aku tidak mengingatnya..." lirih Revaldi
"Mas kami sudah bangun...." ucap Criz dengan nada malas
"Katakan padaku kenapa ini bisa terjadi...." cetus Revaldi dengan menjauh dari tubuh sang istri
"Kamu menyesali ini mas?? bukankah kamu yang memaksaku untuk menuruti kemauan kamu ini mas, aku istri mu mas....!" Criztine terduduk dengan menarik selimut untuk menutupi badannya yang tak berbusana.
Revaldi menatap wajah Criz.
"Maafkan aku jika aku tadi malam memaksamu untuk melakukan itu! anggap saja tadi malam hanya sebuah mimpi." Revaldi beranjak pergi untuk membersihkan badannya.
Criztine menangis mendengar kalimat yang menusuk hatinya, dia terasa sakit menerima kenyataan bahwa sang suami menyesal telah menjamah dirinya.
Hik hik...
"Aku istri mu mas. dan taukah kamu rasa sakit yang selama ini kamu berikan tidak seberapa dengan rasa sakit yang semalam kamu berikan pada ku, setiap kali kamu menyentuhku kamu menyebut nama dia dan berbisik kata-kata cinta yang aku sendiri tidak pernah mendapat itu dari kamu...aku juga seorang wanita yang ingin di cintai oleh suamiku sendiri. tapi kenapa kamu tidak pernah melihat seberapa besar aku berjuang untuk mendapatkan hati mu mas, aku ingin kamu melihat perjuangan ki dan menghargai semua usaha ku itu...aku sungguh sakit mas....!" Criz menangis sesenggukan
Tak lama Revaldi keluar.
__ADS_1
"Kenapa menangis? jika tadi aku menyakitimu , aku minta maaf..." Revaldi duduk di tepi ranjang dengan mengeringkan rambut
"Bukankah sudah sepantasnya kamu berbuat itu padaku mas....Aku mau mandi dulu" Criz bergegas menuju kamar mandi
saat Revaldi mencari keberadaan ponselnya tiba-tiba dia di kejutkan dengan adanya bercak merah di atas tempat tidur.
"Jadi dia masih...." Revaldi sedikit mengingat samar-samar tentang kejadian semalam
dia pun mendapat ingatan yang membuat dia merasa malu.
"Astaga aku baru ingat jika semalam yabg ada dalam otak ku adlah Risa...Apakah tadi malam aku menyakiti fisik dan hatinya." Revaldi mengacak rambutnya
Revaldi pun turun dan mencari koki andalannya itu
"Bibi tolong siapkan sup jahe untuk nyonya...." Ucap Revaldi
Revaldi pun melangkah ke ruang keluarga sambil menunggu sup jahe matang
dia memainkan ponselnya
saat dia membuka ponsel betapa terkejutnya dia saat membaca semua pesan kotor dari para sahabatnya.
Jimmy juga tidak henti memuji kecantikan dan kemolekan sang istri.
"Supnya sudah siap tuan muda, saya akan antarkan ke kamar nyonya dulu..."
__ADS_1
"Biar saya yang bawa..." Revaldi meraih sup dan menuju kamarnya
Revaldi membuka pintu kamar dan mendapati Criz tengah menyisir rambut di depan cermin.
"Kamu minum ini.." Revaldi menyodorkan semangkuk sup
"Sup jahe untuk ku mas...?" Criz menatap Revaldi dengan penuh keheranan
"Tentu untuk kamu lalu untuk siapa lagi...?" Revaldi menghepaskan tubuh di atas kasur
"Terima kasih mas..." Lirih Criz dengan meminum sup tersebut.
Revaldi melirik sang istri yang tengah meniup sup.
ingin rasanya dia meraih sup itu dan meniupnya untuk sang istri, tapi dia tak ingin Criz jadi baper dengan sikapnya.
"Mas tidak kerja??" Ucap Criz
"Tidak..."
"Nanti malam kamu temani aku ke suatu tempat, ada acara yang harus aku hadiri." Cetus Revaldi
"Baik mas aku akan ikut dengan mu..."
Revaldi dan Criz pun hanya saling melempar pandang
__ADS_1
ada suatu getaran di antara mereka yang sulit untuk mereka ucapkan
benih-benih cinta pun mulai tumbuh di hati Revaldi, tapi dia terlalu gengsi untuk mengakuinya.