HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Pukulan terbesar dalam hidup kala melihat seorang yang kita cintai selingkuh dengan orang lain. Damar telah menyaksikan hal terburuk dalam hidupnya sampai ia tak sanggup menahannya lagi. Damar yang awalnya hendak memberi kejutan tapi ia malah di kejutkan dengan kejadian itu. Dalam mimpi sekali pun, Damar tidak pernah membayangkannya.


Kala kehidupan memberinya sedikit warna gelap maka sebagian besar warna lain menjadi gelap.


"Sungguh kejutan yang luar biasa..." lirihnya sambil melihat jendela pesawat yang memperlihatkan keindahan dari atas awan. Derai air matanya terus menetea tanpa henti. Seorang di sampingnya sampai tidak tega lalu mengeluarkan tisu untuknya.


"Terima kasih" Ucap Damar sembari mengambil beberap helai tisu untuk menyeka air matanya. Meski ia tau tau bahwa tisu ini hanya menyeka tanpa mengobati.


"Tuan, saya juga pernah mengalami hal seperti ini. Saat itu Suami saya meninggal dan saya harus hidup sendirian bersama ketiga putri saya yang masih kecil. Rasanya sedih itu tidak bisa di sembunyikan dari orang lain. Tapi saya berusaha kuat demi anak anak. Jika Tuan ingin menangis jangan lupa untuk mengingat orang terdekat Tuan, anak atau istri mungkin. Dengan begitu saya yakin rasa sakit itu akan mereda" Tutur seorang wanita tua di sampingnya. Wanita tua iti terua menceritakan kisah hidupnya sampai Damar teralihkan ataa luka si wanita tua tersebut.


"Saya turut bersedih, nyonya" Tutur Damar kala sang wanita tua itu meneteskan air mata, mengingat betapa berat hidup tanpa seorang suami dan harua menghidupi ketiga anaknya.


"Maaf, nak. Saya jadi curhat..." Sambil mengusap air mata di pipi, si wanita tua itu mengambil tisu lalu menyeka air mata.


"Ikuti saja alur cerita kehidupan ini sampai Tuhan berkata Kembali. Sesungguhnya semuanya milik Allah. Kita hidup di dunia bagaikan layang layang. Jika kita di terbangkan tinggi maka angin semakin kencang membawanya, tapi jika kita di terbangkan rendah maka kita pun tidak akan takut putus"

__ADS_1


"Iya, Bu. Terima kasih nasihatnya." Damar pun kembali menatap jendela sambil membayangkan kehidupan yang akan datang. Entah apa yang harus dia lakukan setelah tau kejadian ini.


Sesampainya di bandara, Danar memesan taksi online lalu menuju rumahnya.


Tentu saja Damar memilih kembali pulang dengan membawa sebuah hadian terbesarnya. Setelah menikah bertahun lamanya baru ia merasakan yang namanya di hianati.


Sampai saat ini dia belum begitu yakin atas apa yang di lihatnya barusan.


Tidak hanya sekali Damar di sakiti wanita. Ini sudah yang ke dua kalinya dia di sakiti. Bahkan dia sendiri tidak menyangka hal buruk apa yang telah di lakukan sampai dia mengalami nasib sesial ini. Gagal dalam bercinta dan selalu menjadi pihak yang di sakiti.


Sesampainya di kota tujuan, Damar segera meluncur ke rumahnya. Dia mengeluarkan semua baju baju Olive dan meminta Mbok Inah membuanganya. Awalnya Mbok Inah tidak tau apa yang membaut Damar semarah itu. Tapi, dari air mata Damar beliau melihat kesakitan. Meski belum tau inti masalah mereka tapi, Mbok Inah hanya melakukan perintah tuannya tersebut.


"Buang sejauh mungkin semua barang itu. Jangan sampai saya melihatnya, kalau tidak Mbok tau sendiri akibatnya..." Tatapan mata Damar memancarkan kemarahan terbesarnya.


"Baik, Den..." Ketika Mbok Inah hendak bernajak pergi, tiba tiba Damar memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Hati saya sakit, Mbok. Sakit sekali" Di luapkan rasa sakitny di bahu Mbok Inah.


"Aden tenang dulu, kita duduk." Sambil mengajak Damar menepi di tempat tidur.


Sesaat Mbok Inah membiarkan air matanta meluap sehabis mungkin, baru ia akan bertanya pada inti masalah.


Setelah Damar meluapkan rasa sakitnya, ia pun mulai bercerita. Mbok Inah sangat terkejut mendengarnya karena melihat keharmonisan pernikahan keduanya sangat tidak mungkin jika Olive berlain hati.


"Salah saya apa Mbok, kenapa dia setega itu"


Mbok Inah memeluk Damar "Aden. Semua itu cobaan dalam rumah tangga, aden yang sabar dan hadapi dengan kepala dingin. Jangan gegabah ambil tindakan. Aden kudu kuat."


"Tapi saya rapuh Mbok. Cinta saya di hianati sebegitu kejamnya. Apa salah saya Mbok. Kenapa saya selalu di sakiti"


Mbok Inah merasakan penderiraan Damar saat ini. Untuk yang ke dua kalinya Damar tersakiti karena cinta.

__ADS_1


Serapuh rapuhnya batang kayu lebih rapuh hati manusia. Sekokoh kolohnya batang pohon pasti akan meliuk di terpa angin.


__ADS_2