HASRAT

HASRAT
SEASON 2 eps 101


__ADS_3

Penjelasan Revaldi...


Mereka berangkat ke kantor.


Cristine tersipu malu saat suaminya menggoda dirinya untuk yang kesekian kali...


namun secara tiba-tiba dia teringat pada sahabatnya, yang pasti saat ini sedang kecewa dan sakit hati.


"Mas bagaimana dengan Isa? apakah dia sudah tau tentang ini..."


Revaldi yang tadinya ceria, kini berubah menjadi murung dan diam. entah apa yang saat ini ada dalam hati dan pikirannya...


"Mas..." panggil Criztine pelan.


Revaldi masih tak merespon criztine, dia tak suka jika cristine membahas kesalahan yang telah dia perbuat.


karna saat ini Revaldi hanya ingin fokus memperbaiki kesalahan dan memulai kehidupannya bersama dengan Criztine....


Revaldi juga merasa bersalah dengan menjadikan Risa bahan pencarian cinta yang pada akhirnya dia sadar bahwa cintanya kepada Risa hanyalah cinta sesaat.


tapi cintanya pada Criztine mengalir begitu saja tanpa dia sadari, bahkan di saat Revaldi sedang bersama dengan Risa, di pikirannya hanya ada Criztine.


Cinta masa lalu memang tidak mudah di lupakan, tapi jangan menutup hati untuk membuka cinta dari orang lain, dimana cinta itu mungkin adalah tempat berlabuhnya diri, jiwa dan raga.


mencoba melupakan kenangan masa lalu itu memang sangatlah sulit...


tapi dengan mencoba menerima cinta lain dan membuka hati untuk cinta yang baru maka perlahan kita bisa membuat diri kita terlepas bayang-bayang cinta masa lalu...


"Apa kamu masih memikirkan Isa mas? tak apa aku sadar jika kamu pasti butuh waktu untuk melupakan dia..." Lirih Criztine dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


Revaldi merasa geram, dia menatap sang istri yang terlihat kesedihan di wajah cantiknya.


Cupp....


Revaldi tiba-tiba mencium pipi Criztine.


"Kamu cemburu ya? sayang, aku sudah memilih mu. jadi tolong jangan bahas orang lain lagi..." bisik Revaldi.


"Aku hanya ingin tau saja, tapi jika kamu tidak mau memberi tau padaku tak apa itu hak kamu mas..." cetus Criztine dengan membuang muka.


Revaldi mengambil nafas panjang untuk mengawali semua penjelasan yang Criztine inginkan...


"Aku sudah mengakhirinya. aku merasa bersalah padanya, tapi aku yakin dia akan menemukan kembali lelaki yang benar- benar mencintai dia. seperti aku yang kini berlabuh di hati kamu sayang...!" jelas Revaldi dengan mengusap tangan Criztine.


"Aku sangat mencintai kamu mas..." ucap Criztine.


"Aku pun sama Criz, selamanya kamu hanya milik ku seorang. kita hampir sampai sayang....." revaldi melebarkan senyum.


mereka menundukkan kepala sebagai tanda hormat....


"Selamat pagi tuan Re, ada yang bisa saya bantu...?" ucap asisten Pribadinya.


"Siapkan rapat hari ini, dan tolong siapkan tempat untuk istri ku menunggu...jangan buat dia bosan, jika tidak kamu akan saya kirim ke Eropa..." Cetus Revaldi.


Criztine terkikik geli melihat Revaldi yang terlalu kejam dengan asistennya.


"Sayang aku harus masuk ruang rapat dulu. kamu bisa menunggu di ruangan ku..."


"Jangan terlalu lama ya mas, aku tidak ingin menunggu kamu disini sendiri. pasti membosankan...!" lirih Criztine dengan nada manja.

__ADS_1


"Kalau begitu biar April kesini menemani kamu, biar pak supir yang menjemput April dari sekolah..." Revaldi pun menghubungi supir untuk membawa April ke kantornya.


"Sayang kamu tunggu disini, sebentar lagi April datang. aku masuk dulu ya..." Revaldi mencium kening Criztine sebelum pergi ke ruang rapat.


Hampir setengah jam Criztine menunggu April, namun dia tak kunjung datang


saat criztine bosan dia mulai bermain ponselnya.


"Kak Criz...." panggil April dengan berlari ke arahnya.


"Halo sayang, kamu mau tidak jalan-jalan dengan kakak dan juga kak Revaldi?" Tanya Criztine dengan meraih tangan April.


"Mau banget kak, asik kita jalan-jalan....yey." April sangat kelewat senang.


"Ehem...." Revaldi berdehem melihat adiknya yang melompat-lompat kegirangan.


"Kakak, ayo kita berangkat sekarang...." rengek April dengan memeluk kakaknya.


"April mau kita pergi kemana?" tanya Revaldi.


"Kemana saja, asalkan April bisa bersama dengan kalian maka april akan sangat bahagia...!" senyum April mengembang.


"Sayang mari kita berangkat..." Revaldi mendekati Cristine.


"Ayo mas, aku juga sudah bosan berada di sini..." Criztine bergegas dari tempat duduknya dan menggandeng lengan Revaldi.


Bagi orang yang tidak tau tentang mereka


pasti sudah mengira bahwa April adalah anak mereka karna wajah April yang mirip dengan kakaknya dan selalu menempel pada kakak iparnya, layaknya bermanja-manja dengan ibu kandungnya sendiri...

__ADS_1


benar-benar terlihat harmonis.


semua mata di buat iri dengan keharmonisan yang terjalin di antara mereka....


__ADS_2