HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 190


__ADS_3

" Dimana wanita gila itu?." Dimas menarik kursi lalu duduk di samping ibunya.


" Yang kamu maksud adalah aku kan?." Gea datang dari dapur dengan membawa piring berisikan buah pepaya yang telah di potong dadu.


" Siapa lagi wanita gila disini kalau bukan kamu!." cetus Dimas.


" Sudah, sudah, mari kita makan. Tidak baik berdebat di meja makan seperti itu..." Fita meraih piring Dimas lalu memberikan beberapa lembar roti tawar dengan selai kacang kesukaannya.


" Nak, kamu makan nasi atau roti?."


" Tidak Tante. Saya cukup makan buah ini saja..." Gea merasa sedikit sungkan atas kebaikan dari ibunda Dimas.


" Oh iya, Tante, bolehkah saya bertanya?."


" Silahkan.."


" Dimana suami Tante? kenapa Tante sendirian?."


Dimas berhenti mengunyah makanannya...


" Aku sudah kenyang!." Dimas pergi meninggalkan sarapan yang baru dia makan sedikit.


" Nak, tunggu, habiskan dulu sarapan kamu." Fita mengejar putranya.


" Loh...kenapa dengan mereka? apakah aku salah bertanya?." Gea berpikir keras.


" Aneh!." Gea segera makan sarapannya sebelum dia kembali pulang.


" Dia kenapa Tante?." Tanya Gea setelah melihat Fita kembali dengan wajah sedih.

__ADS_1


" Bolehkah Tante tidak menjawab pertanyaan kamu ini..?"Fita kembali duduk.


Gea diam dan tak ingin tau lebih jauh lagi...


" Tante, kalau begitu aku pamit pulang dulu, terima kasih untuk semuanya."


Tak berapa lama Gea meninggalkan rumah Dimas.


Di sisi lain....


Dimas pergi menuju sebuah kafe dimana dia telah meminta Leo menemuinya.


" Kenapa sampai sekarang Leo belum datang juga?." Dimas melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Sudah mampir setengah jam dia menunggu Leo, namun Leo tak kunjung datang...


" Revaldi?." Tentunya Dimas terkejut melihat Revaldi tiba-tiba berada di belakangnya.


Tanpa permisi, Revaldi duduk dengan menatap wajah Dimas yang kusam dan pucat.


" Kamu punya masalah?."


" Sok tau Lo." Dimas mencoba menutupi semua hal dalam dirinya.


" Aku datang kesini karena Leo menyuruh ku untuk menggantikan dia. Dia bilang Lo ngajak ketemu, pastinya ada masalah kan?." Revaldi melihat tatapan mata Dimas.


Seolah mata itu bercerita betapa tertekannya Dimas selama ini.


" Gua kesel ama Gea."

__ADS_1


" What? Gea? apa gua nggak salah dengar?."


" Tadi malam dia di rumah Gua! kesel gua ama tingkah lakunya. Baru saja dia bertanya hal yang paling gua benci dalam hidup ini."


Dimas meluapkan amarahnya.


" Kenapa bisa dia ada di rumah Lo? jangan bilang kalian ada main di belakang?." Ucapan Revaldi semakin menyudutkan diri Dimas.


" Lo ngeselin!." Dimas mengalihkan pandang sembari meraih rokok di meja.


" Gua bercanda sob, gitu aja marah." Revaldi menepuk pundak sahabatnya lalu ikut mengambil satu batang rokok.


" Gila Lo Re, bini Lo lagi bunting, jangan merokok!." Dimas merebut rokok itu.


" Kan di luar ini. Toh Criztine tidak tau..."


" Jangan mentang-mentang Bini Lo nggak tau, Lo bisa merokok seenaknya. Pikir anak dalam kandungan Criztine. Jangan sampai nasib Lo sama kaya...." Tiba-tiba saja Dimas bungkam setelah dia sadar bahwa dirinya hampir lepas kontrol.


" Siapa?." Tanya Revaldi heran.


Selama ini Revaldi tidak tau jika Dimas memiliki anak dari Alexa.


Dia hanya tau jika Dimas sedih atas kehilangan kekasihnya itu.


" Tidak usah pikirkan! yang terpenting sekarang adalah kamu menjaga mereka berdua dengan baik." ucap Dimas.


Revaldi melihat ada keanehan dari dalam diri Dimas.


Namun dia tidak mengetahui hal apa yang tengah di sembunyikan itu.

__ADS_1


__ADS_2