
Hampir sepuluh menit perjalanan Amora bersusah payah membujuk Gilang yang sedari tadi hanya diam dan murung tanpa perduli celotehan Amora.
" Kak....." tanpa sadar ada sesuatu melintas di depan mobil yang tengah mereka kendarai.
Dengan panik Gilang menghentikan mobilnya sampai kepala Amora terbentur.
" Astaga, apa itu tadi." Gilang segera melepas sabuk pengaman.
" Oh Tuhan, ini semua terjadi karena kamu..." Kesal Gilang seraya turun dari mobilnya.
" Lho kok nyalahin aku..." Jawab Amora kesal.
" Berisik..." Ucap Gilang sembari meninggalkan Amora.
" Dasar tukang marah." celetuk Amora seraya turun dari mobil.
" Maaf, saya tidak sengaja." Gilang berjongkok di samping seorang wanita cantik yang terjatuh akibat terserempet mobilnya. Wanita itu memegangi lututnya karena terdapat beberapa luka kecil. " Tidak apa apa. Saya yang kurang berhati hati..." wanita tersebut mendongak menatap wajah Gilang yang memperlihatkan kepeduliannya. " Kamu..." Sontak wanita itu syok melihat sosok di depannya. Ia adalah bos sombong yang mempermalukan dirinya di depan semua orang karena di curigai menggelapkan uang perusahaan.
__ADS_1
" Kenapa kamu tidak mati saja..." kesal Gilang dengan mengibaskan tangannya yang tadi memegang lengan wanita tersebut.
" Apa kamu bilang...." Ucap wanita itu dengan nada tinggi.
" Persetan...." kesal Gilang saat mengetahui wanita itu adalah mantan karyawan yang dulunya sempat menjadi orang terpercaya dan ada sedikit kisah sampai Gilang harus memberhentikannya.
Entah kebenaran yang mana yang harus Gilang telan. Karena ia paling tidak suka dengan penghianatan.
Wanita tersebut berdiri seraya menatap dengan kesal " Jika aku mati maka kamu adalah orang pertama yang akan saya datangi..." jari telunjuknya berada tepat di depan mata Gilang
" Dasar wanita gila...." ketika wanita itu hendak pergi, tiba tiba Gilang meraih tangannya lalu membawanya menuju mobil.
" Apa apaan sih kak...." Amora masih bingung dengan sikap kakaknya yang secara tidak sadar memilih membawa wanita yang di benci dan meninggalkannya di jalanan.
" Diam kamu. Kalau kamu tidak patuh, ingat apa yang kakak bilang tadi..." tegas Gilang seraya membukakan pintu mobil.
" Lepas...mau kamu apa sih?" Wanita tersebut berusaha melepas tangan kekar yang melingkar di pergelangan tangan kecilnya.
__ADS_1
Gilang tidak menjawab hanya memberikan tatapan jahat.
" Kakak, aku ikut....." rengek Amora menuju mobil. " Jangan tinggalkan aku kak..." Amora menggedor kaca mobil berharap kakaknya mau mendengarkan. Samar samar Amora melihat wanita tersebut bertengkar hebat dengan kakaknya namun tak berapa lama Amora di tinggalkan begitu saja.
" Siapa wanita itu? kenapa kakak sampai membawanya masuk dalam mobil..." heran Amora. Karena ia tidak pernah melihat satupun wanita dekat dengan kakaknya, meski wanita yang di benci sekalipun. Gilang adalah sosok lelaki yang tidak suka berbasa basi apa lagi dengan percintaan. " Ah...masa bodoh. Biar aku kuras isi kartu ini saja." Amora menyeringai girang.
Gilang yang beradu mulut sambil menyetir membuat kendali mobil tidak stabil.
" Hentikan, nanti kita bisa mati." Olive memegang tangan Gilang yang mulai membuat mobil tidak stabil.
Seketika saja Gilang menepikan mobil...
" Apa kamu tau kenapa saya melakukan itu?" tiba tiba tatapan Gilang berubah menjadi sedikit lebih tenang.
Olive merasa ada hal yang ingin Gilang sampaikan kepadanya
" Maksud kamu...?"
__ADS_1
Gilang menatap mata Olive " Aku paling benci penghianatan, dan kamu telah menyalahi kepercayaan saya. Meski begitu kamu tidak menjelaskan sedikitpun kepada saya..." Tekan Gilang seraya menggapai bahu Olive.