
Rikardo kembali dengan membawa beberapa baju ganti yang sengaja dia beli dari pusat perbelanjaan yang tak jauh dari rumah sakit tersebut....
Rikardo berjalan masuk, ia mendapati Tasya yang tengah tertidur, membuat dia merasa sangat bahagia karena dia di beri kesempatan untuk merawat Tasya dan anak dalam kandungannya.
mungkin tak ada kesempatan untuk dirinya tinggal di hati Tasya, tapi setidaknya dengan berada di dekat Tasya itu sudah suatu kesenangan bagi dirinya.....
Riko....
setelah selesai mengantar pacar nya pulang dia kembali menyusuri jalan yang dimana dia melihat Tasya kelelahan mendorong motor...
dia menyusuri tiap-tiap jalan namun dirinya tak kunjung menemukan keberadaan Tasya.
saat dia mulai frustasi, dia melihat sekelebat motor yang terparkir di tepian jalan di bawah pohon besar...
Benar saja itu motor Tasya.
Riko berlari menghampiri motor itu, namun dia tak menemukan keberadaan Tasya di sana.
Riko mencoba menghubungi Tasya namun tak kunjung di jawab
dia bergegas pulang, siapa tau Tasya sudah di antar pulang oleh seseorang, mungkin......
kemana kamu sya,dan bagaimana keadaan kamu??"
Riko memutuskan untuk pulang dan mencari Tasya di rumahnya.
Sesampai nya di sana, Riko berlari ke arah pintu rumah Tasya yang masih terkunci,
dia berlari ke pintu belakang dan juga masih terkunci rapat
Riko kebingungan dia berlari ke rumah nya mencari tau keberadaan Tasya pada Rena....
"Ren Tasya disini???" dengan nafas terengah-engah Riko menuju kamar sang adik.
"Tidak ada bang, bukan kah dia sudah pulang!!!?" singkat Rena
__ADS_1
dan dia kembali melanjutkan aktifitasnya
dia tak ambil pusing dengan keberadaan Tasya
karna setau dia Tasya baik-baik saja paling Tasya hanya pergi ke suatu tempat ...
Riko mengacak rambut nya dengan menarik nafas dalam dalam..
dia merasa sangat sangat bersalah
dia terus menerus mencari Tasya hingga malam hari....
Riko masih mencari Tasya dan malam pun sudah larut Riko memutuskan untuk pulang.
dia berdiri di depan rumah Tasya yang masih tertutup rapat
"Jika terjadi sesuatu sama kamu, aku akan merasa sangat bersalah sya. pulang lah aku akan memperbaiki kesalahan ku" Riko menangis.
Hingga semalaman Riko tertidur di depan rumah Tasya sampai pagi menjelang, Tasya masih belum juga datang, sehari dua hari bahkan seminggu
Tak lama ada mobil berhenti depan rumah Tasya...
betapa senang nya Riko saat mendapati Tasya turun dari mobil itu...
namun Riko seketika mematung saat Rikardo memapah tubuh Tasya yang masih lemah...
Riko berlari ingin rasanya dia memeluk Tasya dan anak nya
"Tasya....."Riko memeluk Tasya dengan erat
namun Tasya tak bergeming sedikit pun
"Sya ini..."Riko menunjuk tangan Tasya yang terdapata bekas tusukan jarum infus.
Tasya lagi-lagi tak menjawab.
__ADS_1
"Rikardo bisakah bantu aku masuk? aku lelah!!!" Lirih Tasya dengan menggandeng lengan Rikardo.
Tasya tak menghiraukan Riko yang berada di hadapan nya.
tasya pun masuk ke dalam rumah dengan di bantu Rikardo.
mereka pun masuk dengan Riko yang mengekor di belakang.
"Tasya aku pamit ya, jaga kesehatan kamu...." Rikardo memilih pergi dan membiarkan mereka berbicara berdua
meski dalam hati nya Rikardo ingin sekali membunuh lelaki tak bertanggung jawab,
yang membiarkan wanita yang mengandung anaknya sendiri kesusahan seperti itu...
Rikardo sudah tau tentang semuanya karna dia mencari tau asal muasal kejadian yang menimpa Tasya.
"Tasya kamu kemana saja??" Riko menyentuh tangan Tasya namun dia menepis nya...
"Jelaskan semua nya kepada ku, kamu dan anak kita baik-baik saja kan, tak terjadi hal yang buruk pada kalian bukan....??" ucap Riko dengan rasa cemas.
Tasya memalingkan wajah, dia sudah sangat membenci Riko
bahkan Tasya tak ingin menatap wajahnya, rasa sakit yang dia rasakan tidak seberapa dengan rasa sakit yang Riko berikan padanya selama ini.
"Maaf kan papa nak...." Lirih Riko dengan berusaha menyentuh perut Tasya.
plakkkk...
Tasya menampar Riko dengan sangat keras, saat tangan Riko hendak menyentuh perut nya.
"Aku memang pantas mendapat semua ini Sya, lakukan, lagi, ayo...." Riko menyodorkan pipinya di hadapan Tasya.
Tasya hanya terdiam dan memilih untuk berbaring dan membelakangi Riko.
"Ku mohon jangan diam seperti ini. aku menyesal telah membiarkan kamu di sana waktu itu, hukum aku sesuka kamu, tapi jangan hukum aku dengan kediaman kamu ini, itu membuat ku sakit...!!!"
__ADS_1
Tasya tak perduli seberapa banyak Riko meminta maaf kepadanya, dia sudah terlanjur sakit dan memilih tak menganggap keberadaan Riko disana.