HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 169


__ADS_3

" Honey, besok kita kesana lagi ya? makanannya enak-enak." Manja Risa di lengan kekasihnya.


Leo mengusap lembut lengan Risa lalu membuka pintu rumah.


" Siapa dia?." Ucap seseorang yang tengah duduk dengan melipat kedua tangan di atas perut.


" Mami?." Leo terkejut mendapati ibundanya berada di depan mata.


" Mami kenapa bisa keluar dari sel?."


" Karena kebodohan Criztine, maka Mami bisa terbebas. Dia memang bodoh." Ucap ibunda Leo, dengan tertawa girang.


Kebencian membuatnya seolah tuli dan buta.


Seberapa banyak kebaikan seseorang tidak akan terlihat baik jika ada sebuah kebencian.


Hal baik dalam diri seseorang tidak akan mampu membuat luluh hati orang yang telah membatu, hanya dengan beberapa hal yang ia dengar bahkan semua itu bagai angin lalu untuknya, segala hal baik entah itu yang terlihat atau pun hanya di dengar, semua tidak akan berpengaruh baik atas diri mereka.


" Sekarang jelaskan dia siapa?." jari telunjuk Maria tertuju pada diri Risa.


Risa tersenyum lalu menjulurkan tangan.

__ADS_1


" Perkenalkan, saya Risa calon menantu anda."


" Tidak sudi! satu hal yang harus kamu ingat, Leo anak saya, sudah saya jodohkan dengan wanita yang jauh lebih baik dari kamu."


Bagai hujan di teriknya matahari....


serasa kesal diri Risa saat itu, jiwa kerasnya mulai timbul ke permukaan.


Mungkin sedikit berlebihan, tapi itulah pemikiran.


Risa terpaksa melebarkan senyum, ingin rasanya ia memaki wanita tua itu, namun dia sadar tidak akan ada gunanya membalas setiap rasa sakit dalam hati.


Baginya tidak ada hal sulit dalam hidup. Maklum dia adalah gadis dengan sejuta kemauan.


Tidak ada batasan baginya untuk mendapatkan apa yang di mau.


Prinsip hidup Risa terbilang sangat berani, dia tidak pantang menyerah, bahkan jika dia sudah menginginkan sesuatu menjadi miliknya, pasti semua itu akan dia miliki.


Tingginya gunung dan luasanya samudra tidak akan mampu menghalangi niatnya, bahkan seribu orang pun tidak akan mampu merobohkan tekatnya.


Risa kembali bermanja di lengan Leo, sengaja memancing emosi dari mereka berdua.

__ADS_1


" Tapi pada kenyataannya Leo lebih memilih saya, iya kan honey?." Risa semakin tidak terkendali, ulahnya membuat Leo menahan tawa, sikap manja berlebih dari gadis ini mampu mencairkan suasana hati Leo.


" Hey, menjauh dari calon suami ku." Ucap Gea lantang.


" Lepaskan Leo, dia lebih cocok bersanding dengan ku." Gea mendorong Risa hingga tersungkur.


" Berani sekali kamu? sedikit saja kamu melukai dia, maka aku akan kembali mengurung mu di sel panas tempat kamu berada kemarin." Cetus Leo sembari membantu Risa berdiri.


Dengan bangganya Risa melayangkan senyuman sinis kepada Gea.


Perang diantara kedua wanita keras kepala itu membuat ibunda Leo marah, dengan seketika itu Risa di tampar keras olehnya....


Plak....


" Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan anak ku, aku yang melahirkan dia, jadi aku berhak atas masa depannya. Bahkan dia wajib mengikuti semua ucapan dan perintah ku." Cetus Maria dengan tatapan tajam.


Leo sangat murka atas ucapan ibundanya tersebut....


" Mami, cukup. sekarang aku mau tanya, apakah dulu mami juga pernah mengalami seperti aku? apakah mami juga pernah di paksa menuruti semua kemauan kakek dan nenek? lalu apakah setiap kehidupan mami harus berdasarkan dari perintah orang lain? Apa mami pernah menjalani semua itu?."


Ia sadar bahwa saat ini dirinya tengah melakukan dosa besar, tapi dia sudah tidak tahan atas sikap ibundanya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2