HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 253


__ADS_3

Kedatangan Pengantin baru....


Dimas beserta istrinya kembali ke rumah, di depan pintu sudah ada Fita yang mondar mandir tidak karuan.


" Mama kenapa mas?" Tanya Gea saat turun dari mobil.


" Entahlah." Segera Dimas mendekat.


" Mama kenapa?"


Plak....


" Kamu tau, putramu menghilang selama hampir dua hari." Tatapan tajam mengarah pad Gea. " Dan semua karena kamu."


" Mama cukup. Jangan salah kah istri ku."


Fita tercengang mendengar ucapan putranya...


" Istri? sejak kapan kalian..."


" Sejak seminggu yang lalu. Sayang, ayo kita masuk." Tak perduli apa anggapan ibundanya, Dimas pun segera masuk ke dalam rumah menuju kamar pribadinya.

__ADS_1


" Mas, kita harus jelaskan semua sama Mama. Jangan sampai mama membenci ku." Gea merasa sangat bersalah karena pernikahannya dengan Dimas tidak menghadirkan sosok penting dalam pernikahan.


" Sudahlah, sayang. Nanti aku jelaskan sama Mama. Tapi saat ini biarkan aku berpikir mencari cara untuk membebaskan Gilang dari orang itu."


" Sebenarnya siapa orang yang berbuat sejahat itu?" Tanya Gea.


" Pasti ini semua di rencanakan oleh Lily sendiri. Dia ingin menjauhkan seorang putra dari Ayah kandungnya sendiri." Kepalan tangan Dimas seolah tau bahwa Lily yang telah melakukan semua itu.


Brak....


Pintu kamar Dimas terbuka lebar, karena Fita membukanya terlalu kasar.


" Mama tidak menyalahkan pernikahan kalian. Tapi mama minta satu, tolong bawa cucu mama kesini." Air mata seorang nenek tumpah meratapi keberadaan cucunya. Meski baru beberapa saat mereka bersama, tapi Fita sudah terlanjur sayang padanya.


" Mas, jangan diam saja." Ucap Gea sembari membawa Fita duduk di tepi ranjang.


" Mama, aku tau saat ini mama merasa kehilangan. Tapi biarkan aku mencari cara untuk mengetahui siapa dalang di balik semua ini." Dimas mendekati ibundanya lalu memeluk tubuhnya. " Dimas pasti mendapatkan kembali putra Dimas."


Fita masih menangis sesenggukan, sebab Gilang hilang di tangannya. Waktu itu Fita dan Gilang sedang berada di taman samping rumah, tapi ketika telepon rumah berbunyi dua masuk dan meninggalkan Gilang di sana. Setelah beberapa menit dia kembali, tidak sedikit pun melihat keberadaan Gilang.


" Gea, anak ku. Maafkan sikap mama tadi.." Fita meraih tangan anak menantunya.

__ADS_1


" Selamat atas pernikahan kalian."


Gea semakin merasa bersalah saat melihat ibunda Dimas menerimanya dengan lapang dada.


" Maafkan Gea juga ma, Karena kita menikah tanpa adanya mama." Gea bersimpuh di hadapan wanita yang saat ini sah menjadi ibu mertuanya.


Fita mengusap kepala Gea dengan berlinang air mata...


" Tidak apa-apa nak. Semua yang sudah terjadi biarlah terjadi, toh mama sangat senang kamu bisa menikahi putra mama."


" Terima kasih, mama ku sayang." Dimas memeluk ibundanya dengan sangat erat.


" Tapi nak, ada satu yang ingin mama tanyakan sama kamu, Gea."


Saat ini Gea duduk di samping ibundanya sedangkan Dimas berdiri di samping istrinya dengan tangan di letakkan di bahunya.


" Apa itu, Ma?" Tanya Gea penasaran.


" Sebagai seorang istri dari putraku, apakah kamu bersedia menerimanya dalam kondisi mempunyai anak dari wanita lain,dan sanggupkah kamu menerima Gilang sebagai layaknya anak kandung kamu sendiri?" Ibunda Dimas menekan beberapa hal yang nantinya harus di hadapi, mempersiapkan diri untuk segala sesuatu yang akan terjadi.


Glek...

__ADS_1


Gea menelan ludahnya sendiri. Entah dia mampu atau tidak, karena dia masih belum mampu jika harus bertemu, menatap langsung mata bocah kecil itu.


__ADS_2