
Bagai terkikis air hujan, mengguyur basah tubuh ini, berselimut desir angin dari kejauhan. Aku terbaring tanpa mampu mengeluh, tak mampu menolak semua hal menimpa dan tak dapat mengusir kejenuhan. Sekejap rasa sakit membanting kehidupan ini, seakan hanya diriku bertahta dalam lautan ujian. Aku sering terpapar panasnya matahari, tergerus oleh air hujan, dan terbang di terpa angin, tp aku tetaplah aku. Aku yang tak ternilai di bandingkan segalanya. Akulah yang mampu menerima segala macam perlakuan tapi, aku tetaplah diam. Dalam diam ku tak pernah terlintas sedikitpun amarah ataupun dendam, aku hanya mengikuti setiap karangan duniawi yang mengharuskan aku terbawa olehnya. Damai dengan setiap kejadian. Berdampingan dengan kesedihan. Aku adalah Istana bagi setiap orang. Aku memang mudah di genggam tapi, sulit untuk didapatkan. Tempatku di bawah, sering di ludahi, kerap di maki, dan puas di sakiti. Terdiam saat samua tertawa, dan menjadi penonton setiap kejadian. Akulah TANAH.
Sejarah kehidupan adalah Tanah, tujuan kehidupan juga tanah. Kita mati pun akan ada di tanah. Sekejam apa dia di perlakukan akan tetap sama memberi kenyamanan bagi semua makhluk hidup. Belajar diam darinya dan belajar kuat menghadapi segalanya. Akan tetapi, dia selalu menjadi lahan yang di cari setiap manusia.
Kehidupan tidak hanya diam seperti tanah karena hidup butuh warna. Dan hidup butuh belajar dari angin, meski tak terlihat dan kadang tenang tapi, dapat melibas seketika dia mau. Menyapu bersih setiap apa yang di kehendaki.
Berjalan dalam keheningan, dan hanya angin mampu membelai hati nan lara. Berbisik, merayap dan menyentuh dengan indah.
__ADS_1
Lembutnya jangan di pandang tapi gerakannya mematikan.
Air jupa punya banyak peran kehidupan. Dia selalu mengikuti alur dan terus mengalir, tak perduli seberapa jauh lautan lepas, ia selalu berjalan selayaknya arus membawanya. Hidup terus berjalan meski tidak sesuai harapan karena layaknya jalan yang terkadang berlubang dan banyak gang buntu. Tapi kehidupan terus berjalan dan memiliki jalannya masing masing. Hidup itu memang tidak selalu indah seperti yang di bayangkan, sama halnya air yang bergelombang di lautan. Terlihat indah namun terkadang membahayakan.
Semua kata yang tertulis hanya sebagai tempat curahan semata tidak untuk menggurui sesama ataupun membenarkan pandangan saya, hanya saja ingin menumpahkan segala hal dalam angan angan dan membungkusnya sebagai kenangan di dalam sini. Jika semua ungkapan tidak sesuai dengan hati dan pikiran para pembaca, saya selaku penulis memohon maaf🙏🙏
Tumpahkan imajinasimu sebelum dunia nyata menghajarmu dalam kehidupan nyata.
__ADS_1
Dalam naskah ini banyak pahit manisnya kehidupan yang segelintir orang mengalami hal buruk seperti kisah yang saya ceritakan dan terbungkus rapi menjadi sebuah imajinasi. Sebagian naskah tersemat kata mutiara yang bisa kalian pilah sebaik mungkin. Kisah HASRAT bermula dari kenakalan remaja sampai berimbas ke anak cucu. Saya selaku penulis mengisahkan ini tidak bermaksud menghasut ataupun membenarkan hal semacam itu tapi, saya memberi pelajaran besar dalam kehidupan percintaan, selebihnya saya serahkan kepada kalian semuanya.
Sudah sekian lama tidak berimajinasi, insya allah akan saya garap ke tahap selanjutnya.
Semoga kalian tidak bosan dengan karya saya☺️
bisa dong kasih saran lanjutan hasrat berikutnya siapa tau saya bisa memberikan hal menarik berikutnya🙏🙏
__ADS_1