
Kejutan untuk Criztine.....
Ke-esokan harinya tepat di hari kamis Revaldi kembali ke kota dengan di temani dua sahabatnya Dimas dan Jimmy.
Sedangkan Leo dan Risa ada di mobil lain.
Mereka pulang bersama-sama dengan hasil yang memuaskan, kini Risa dan Leo telah kembali mendapat kebahagiaan mereka...
" Dim, kita makan di sana yuk..." Ajak Revaldi.
Ia tau jika Dimas masih kesal terhadapnya, namun terpaksa Revaldi tidak memberi tau tentang kejutan yang hendak dia berikan kepada istri tercintanya.
" Terserah Lo aja." Cetus Dimas dengan fokus pada layar ponsel.
" Kenapa Lo Dim? mood Lo kaya ancur gitu..." Jimmy melihat ada beban pikiran yang saat ini Dimas sembunyikan.
" Tidak ada!."
" Re, Lo apain tu bocah?." Jimmy melempar pandang kepada Revaldi.
" Sepertinya dia kurang minum air gula jadi wajahnya pahit macam itu....hahaha."
Mereka berdua tertawa bersama, namun Dimas masih diam dan kecewa pada Revaldi.
Ia tidak ingin jika kebahagiaan antara Leo dan Risa hancur hanya karena Revaldi.
Pada akhirnya Jimmy menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu mereka makan disana.
Setelah kenyang, mereka kembali melanjutkan perjalanan....
" Jimmy, biar gua yang nyetir." ucap Revaldi.
" Baiklah!." Jimmy pun pindah di kursi belakang bersama dengan Dimas.
__ADS_1
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah pantai di pinggir kota...
" Gila Lo Re, ngapain kita kesini?." Kesal Dimas.
" Iya, kita mau ngapain sih Re? jangan bilang Lo mau bunuh diri sebab Risa udah move on dari Lo....hahaha." Ejek Jimmy.
" Enak aja, di pikir gua pejuang masa lalu." sambung Revaldi.
" Bukannya memang begitu." Cetus Dimas sembari turun dari mobil lalu melihat pemandangan sore hari di pantai tersebut.
" Dia kenapa Re?." Jimmy merasa saat ini Dimas tengah berselisih dengan Revaldi.
" Sini gua jelaskan....."
Revaldi menjelaskan semuanya pada Jimmy dan memintanya untuk tetap tenang mengikuti arahan darinya.
" Jadi ini adalah rencana Lo ama Risa?."
Revaldi hanya mengangguk dengan senyum simpul di bibir.
" Sip...." Jimmy turun dari mobil lalu menghampiri Dimas.
" Woy, bengong aja Lo. Kenapa sih?." Jimmy menepuk pundak Dimas dari belakang.
Saat ini Dimas duduk di pesisir pantai dengan menikmati pemandangan indah di sore hari.
Matahari mulai berhias manja dengan sinar jingga yang sangat menawan....
Angin berdesir perlahan menyapu wajah lelah mereka...
Di pandang lah hemparan air laut yang berhiaskan ombak-ombak kecil.
Saat mereka tengah duduk dan menatap jauh, tiba-tiba saja ada banyak orang datang dengan berpakaian serba putih.
__ADS_1
" Jim, lihat itu...." Dimas berdiri sembari menunjuk puluhan orang berjalan ke arah mereka.
" Ada apa ini?." Dimas masih bingung dengan apa yang dia lihat. " Apa kita sudah mati? apa kita ada di Surga?." Dimas mengusap matanya mencoba meyakinkan diri atas apa yang tengah dia lihat.
" Lihat saja nanti..." Ucap Jimmy.
Tak jauh dari tempat mereka berdiri terlihat Criztine tengah berjalan dengan Revaldi.
Namun mata Criztine sengaja di tutup menggunakan kain...
" Jim, jelaskan padaku sebenarnya ini ada apa?." Dimas semakin penasaran.
" Ikut saja kemana mereka pergi..." Jimmy berjalan menuju rombongan.
Dengan heran Dimas pun mengikuti mereka...
" Duduklah sayang..." Revaldi mempersilahkan sang istri untuk duduk di kursi yang telah di sediakan.
Mereka berdua duduk dengan menatap ke arah pantai dengan membelakangi puluhan orang dan juga media masa.
" Mas, sebenarnya apa yang ingin kamu tunjukkan padaku?." Ucap Criztine dengan mata tertutup.
" Sekarang kamu boleh buka mata dan saksikan keindahan ini." Perlahan Revaldi membuka penutup mata tersebut.
Perlahan Criztine membuka mata....
" Astaga, indahnya....." Seketika saja Criztine terkejut dan kagum dengan pemandangan yang jarang sekali di saksikan.
Baru pertama kalinya Criztine melihat Matahari terbenam tepat di depan matanya.
" Mas coba lihat itu indah sekali." Criztine memeluk suaminya.
Semua orang bersorak melihat mereka berdua...
__ADS_1
" Kalian..." Criztine terkejut mendapati puluhan orang di belakangnya.