
Beberapa hari berlalu. Kini Gea dan Dimas tidak saling bertemu, bahkan untuk bertanya kabar melalui pesan singkat atau telepon sudah tidak pernah. Gea telah memutuskan komunikasi dengannya, dan memilih untuk fokus pada perusahaan. Dia tidak sendiri melainkan bersama dengan lelaki yang sempat menjadi kekasihnya di masa lalu. Bersama dengan David, perlahan dia bisa melupakan rasa sakit dalam hatinya, meski bayangan Dimas masih menghantui di sepanjang hari. Semenjak bersama David, Gea kembali temukan dirinya yang telah lama menghilang. Kemewahan, gaya busana, dan kembali pada dunia malam. Beberapa klub malam sudah di datangi, semuanya menawarkan keindahan. Gea terlena atas keindahan itu, sampai dia lupa ajaran yang telah dia perjuangan selama di pengasingan.
Kekecewaan membuatnya depresi, keputusan untuk kembali dalam dunianya adalah karena ingin meluapkan rasa sakit.
Perubahan diri yang hanya di dasari demi orang lain, maka suatu saat dia bisa kembali pada sifat lamanya.
Manusia tidak di ciptakan selalu baik, dan tidak pula selalu jahat. Namun terkadang manusia lelah dengan rintangan di hadapannya, sehingga memilih berbalik arah kembali pada dirinya dulu. Perbaikan diri sangat lah sulit, ujian datang silih berganti, bagi pemula sulit untuk bertahan dalam menghadapi berbagai macam guncangan kehidupan, tidak banyak dari mereka gagal memperbaiki diri.
Saat ini Gea sedang berada di Club malam bersama dengan David. Menikmati alunan musik serta melepas rasa sakit bersama semua orang, termasuk David.
" Lepaskan semua masalah dan beban malam ini..." Bisik David sembari menyodorkan beberapa botol wine kepadanya.
" Tentu." Jawab Gea dengan meraih satu gelas berisikan wine kesukaannya. Sedang David tersenyum melihat wanitanya kembali tertawa dan ceria. Dia tau bahwa caranya saat ini bisa merusak diri Gea, tapi David ingin Gea lepas dari penderitaan.
__ADS_1
" Ayo minum jangan hanya melihat ku seperti itu..."
Gea minum wine terlalu banyak, hingga membuat kesadarannya menghilang. Dia menarik David dan memeluknya di depan semua orang. Tapi di matanya David adalah Dimas, dia menari bersama dan kerap menyebut nama Dimas. Bisikan cinta, ungkapan luka, semua dia ucapkan tanpa menyadari bahwa orang di hadapannya adalah David, bukan Dimas.
David saat itu juga tengah mabuk berat, keduanya meracau bagaikan burung mencari sarangnya. Namun di saat Gea menyandarkan kepala di bahu David, tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang. David sempat ingin menghentikan orang itu, tapi kepalanya sangat pusing hingga dia tidak bisa melihat dengan jelas apa pun yang ada di depan matanya.
" Kita kasih dia pengganti saja..." ucap seorang lelaki yang ada di samping David. Dia adalah Leo dan Jimmy, mereka membantu Dimas mendapatkan kembali wanitanya.
Setelah mencari wanita pengganti, segera mereka memberikan wanita itu pada David. Setalah itu mereka berdua menyusul Dimas yang sudah menunggu di luar.
" Semua sudah beres. Selanjutnya terserah kamu." Ucap Leo.
" Lebih baik kamu bawa dia pergi dari kota ini sementara waktu, supaya kalian bisa menyelesaikan semuanya tanpa campur tangan dari orang lain, termasuk ibu kamu." Sambung Jimmy.
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu Gua berhutang banyak sama kalian. Terima kasih, Sob."
Dengan memapah tubuh Gea, lalu membawanya masuk ke dalam mobil.
" Gua pergi dulu ya." Segera Dimas pergi dari klub malam tersebut. Hatinya hancur ketika melihat wanitanya terkulai lemas memanggil namanya.
" Tidak akan ku biarkan kamu menjadi milik lelaki lain." Ucap Dimas seraya menyibakkan rambut Gea.
Dimas mengendari mobil dengan kecepatan tinggi, agar cepat sampai di bandara lalu membawa Gea pergi sejauh mungkin.
Sesampainya di bandara Dimas memesan penerbangan pribadi untuknya dan Gea. Tentu saja semuanya bisa berjalan dengan mudah atas bantuan dari Revaldi. Bagi seorang kaya sepertinya, sangat mudah melakukan hal mustahil sekali pun.
" Maafkan aku Gea, jika cara ini akan melukai kamu. Tapi hanya ini yang bisa aku lakukan..." Bisik Dimas sembari membaringkan kepala Gea di bahunya. " Semoga kamu bisa mengerti posisi aku, sayang."
__ADS_1
Kisah asmara dua sejoli ini sangat rumit, mereka adalah penggila masa lalu. Dunia mereka banyak di penuhi kepahitan dalam mencinta. Hukuman Tuhan sangatlah pedih, bahkan terasa sampai waktu yang akan datang.
Selama Hasrat bisa di kendalikan, pasti hukum Tuhan tidak akan merusak masa depan kalian.