HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 73


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Revaldi kini telah tinggal di rumah barunya.


dia tidak tinggal sendiri, melainkan dengan banyak asisten rumah tangga, juga para pengawal yang di tugaskan untuk menjaga dirinya...


Revaldi tidak menyukai semua aturan dari sang kakek.


dia merasa tidak nyaman, seolah dirinya hidup di dalam penjara...


setiap gerak-gerik nya selalu di awasi.


Kini dia sudah tak peduli dengan semua itu,


dia memilih fokus dengan kepemimpinannya sekarang..


Kehidupan yang serba kecukupan tidak membuat Revaldi menjadi orang yang tamak akan kekuasaan ataupun kekayaan


dia adalah pemimpin yang bijak dan disiplin.


setiap aturan yang dia terapkan di kantor semata-mata hanya untuk lebih mendisiplinkan para pekerja, sedikit lebih ketat dari perusahaan lain...


Revaldi terkesan keras dan angkuh.


setiap aturan yang dia terapkan harus di patuhi oleh semua karyawan...


ada peraturan yang sedikit keterlaluan yang Revaldi buat disana, dia tidak mengijinkan mereka berpacaran dengan sesama pekerja di perusahaan tersebut...


di karenakan Revaldi ingin urusan pekerjaan tidak di campur adukkan dengan urusan percintaan, yang menurut dia adalah hal yang menjadi kendala terbesar dalam kehidupan para karyawan...

__ADS_1


Revaldi juga tidak ingin di dalam kantornya ada yang menggunakan obat-obatan terlarang,


setiap orang yang bekerja di sana harus benar-benar bersih dari barang haram tersebut...


Namun di balik peraturan yang begitu ketat,


Revaldi sudah menjanjikan gaji yang besar


hingga banyak orang yang berlomba-lomba masuk perusahan itu.


Suatu ketika saat Revaldi tengah sibuk dengan pekerjaannya, datanglah seorang pengawal yang membawa sesuatu kepada dirinya...


Pengawal : "Tuan muda, ada kiriman dari tuan besar!!...beliau mengutus saya untuk memberikan ini kepada anda"


Revaldi : "Sekarang kamu bisa pergi!!!"


disana terdapat surut undangan pernikahan antara dirinya dengan seorang wanita yang dia sendiri tidak mengenalnya.


"Kenapa lagi-lagi Opa melakukan sesuatu tanpa persetujuan ku!!!" Revaldi mengepalkan tangan


Dirinya benar-benar tidak berdaya dengan semua keputusan dari kakeknya


ingin sekali dia menentang, tapi dia takut jika sang kakek akan kembali mengirim dia ke EROPA dan memaksanya untuk menjadi pimpinan terbesar di perusahaan...


Revaldi sangat tidak menyukai kehidupan bangsawan yang penuh dengan peraturan


jika saja dia bisa memilih, maka dia akan memilih hidup sederhana dengan semua pilihan yang dia mau.

__ADS_1


tapi kenyataan tak dapat di pungkiri, Revaldi harus menjalani kehidupan ini dengan lapang dada.


Revaldi mencoba menghubungi Papa nya.


"Pa...aku tidak suka dengan keputusan Opa yang mendadak ingin menikahkan aku dengan anak dari sahabatnya itu!!!..papa bantu aku " ucap Revaldi


"Semua sudah menjadi keputusan Opa, kamu harus menuruti kemauan beliau!!...bukankah kata Opa, kamu sudah setuju dengan perjodohan ini....??" Lirih Riko


Revaldi yang mendengar kalimat Riko


membuat dia marah, seketika dia memutuskan telpon nya dengan begitu saja.


"Percuma aku minta bantuan sama papa...dia selalu menyudutkan aku, sekarang aku harus bagaimana??" Revaldi mengacak rambutnya


Dia benar-benar tidak menyukai perjodohan ini.


tapi dia tidak berdaya, tanggal pernikahannya sudah di tentukan, itupun tinggal beberapa hari lagi....


Revaldi mau tak mau harus menuruti kemauan dari kakek nya.


Saat Revaldi pulang, dirinya di kejutkan dengan rumah yang di penuhi dengan banyak orang


dimana ada anggota keluarganya


juga ada sekumpulan orang yang dia sendiri tidak mengenalnya...


Revaldi di minta untuk duduk bersama untuk membahas pernikahan antara dia dan wanita pilihan sang kakek.

__ADS_1


__ADS_2