HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 116


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Setelah keluar dari rumah sakit kini Risa ingin memulai kehidupannya yang baru di Eropa.


namun sebelum kepergiaannya, dia memberanikan diri untuk datang ke rumah Revaldi


meski ada sedikit keraguan di dalam hatinya.


dia takut jika kedatangannya akan membuat Criztine terganggu dan marah padanya, tapi tekatnya sudah bulat.


dia pun menuju rumah Revaldi dengan meminta Leo untuk menemani dirinya...


"Kamu turun dan pergilah. aku akan menunggu kamu disini..." ucap Leo


"Jadi kamu hanya menunggu ku disini?" Cetus Risa.


"Ini masalah kamu, jadi kamu hadapi sendiri."


Risa pun kesal dengan sikap Leo, dia pun turun dari mobil dan berjalan menuju pintu gerbang.


"Maaf, nona ingin bertemu dengan siapa? ." tanya pak satpam.


"Saya, saya...saya ingin bertemu dengan Revaldi dan juga Criztine."


Pak satpam pun menghubungi sang majikan.


"Maaf nona tuan muda tidak mengijinkan anda untuk menemui beliau..." ucap Pak satpam dengan mendorongnya keluar.


"Tapi pak tolong biarkan saya masuk, saya ingin bicara penting pada mereka. saya mohon pak..." Risa terus memohon.


"Maaf nona ini perintah dari tuan, saya tidak bisa berbuat banyak..." ucap pak satpam dengan terus mendorong Risa hingga ke luar gerbang.


Leo melihat semua kejadian itu, dia pun keluar dan menghampiri mereka.


"tunggu ada apa ini? kenapa kamu kasar sekali kepadanya?" maki Leo dengan mengepalkan tangan.


"Maaf tuan Leo, nona ini memaksa untuk masuk. tapi Tuan muda tidak mengijinkan dia masuk, jadi maafkan saya jika harus mengusirnya secara paksa..." Pak satpam tertunduk memberi salam hormat.


"Katakan pada nyonya mu jika aku dan juga sahabatnya menunggu dia di sini. dia adalah orang baik, pasti dia akan menemui kami..." Ucap leo dengan tegas.

__ADS_1


"Baik tuan. saya akan menghubungi nyonya muda dulu..." Satpam itu pun menghubungi Criztine.


"Mohon menunggu di dalam. Nyonya menyuruh saya untuk mengajak kalian masuk..."


Mereka pun masuk ke dalam rumah.


Risa gemetar dan sedikit meneteskan air mata. entah apa yang saat ini dia rasakan...


mungkin dia ketakutan, atau dia mengingat masa lalunya, atau juga dia merasa bersalah dengan semua yang telah dia lakukan?.


entahlah. yang pasti air mata itu sudah mewakili hatinya.


"Silahkan duduk..." ucap Criztine dari kejauhan.


Leo menatap Criztine yang menuruni anak tangga, terlihat manis dan cantik.


mata Leo terus menatap wajah Criztine tanpa dia sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka.


"Jaga mata Lo dari istri gua..." Maki Revaldi yang tiba-tiba muncul di belakang Criztine.


Leo terkejut, dia pun membuang muka...


"Mas jangan seperti itu, biarkan mereka jelaskan dulu. " lirih Criztine.


Revaldi terdiam dan dia tak suka dengan mata Leo yang menatap sang Istri.


dia duduk di sebelah Criztine dengan menggandeng tangan Cristine, dia ingin mengingatkan jika saat ini mereka tidak akan pernah bisa di pisahkan...


"Ada perlu apa kalian datang kemari..." ucap Criztine dengan lembut.


"Criztine, mohon maafkan aku yang sudah merusak hubungan kalian. tapi aku sadar dengan semua kesalahan yang aku lakukan aku sangat menyesal..." lirih Risa dengan menundukkan kepala.


"Kami sudah memaafkan kamu Isa. jangan kamu ulangi kesalahan yang sama di lain hari, kamu pasti bisa menemukan kebahagiaan kamu di luar sana.." Ucap Criztine.


"Aku akan berusaha Criz, Revaldi terima kasih untuk semua kebaikan kamu. aku tersadar jika kita tidak di takdirkan untuk bersama, aku sangat menyesal telah mempermainkan dirimu atas sakit ku ini..." ucap Risa.


"Ya aku sudah memaafkan." cetus Revaldi.


"Kalau begitu kami pamit dulu..." ucap Risa dengan bergegas dari tempat duduk.

__ADS_1


"Ris, bukankah kamu ingin berpamitan kepada mereka..." sambung Leo.


"Pamit, Isa memangnya kamu mau kemana?" tanya Criztine.


Risa menatap Leo dengan tatapan tajam yang penuh kekesalan.


"Aku, aku...aku ingin kembali ke Eropa. mungkin disana aku bisa memulai hidup baru, jika aku terus menerus berada di sini aku takut jika aku akan kembali menyakiti kamu Criz. dan tidak mudah bagi ku melepaskan Revaldi yang sudah lama aku cintai..tapi kamu tenang saja, aku akan mengubur perasaan ku padanya. aku juga akan membuka hati untuk lelaki yang lain..." Jelas Risa dengan melebarkan senyum.


"Baguslah kalau begitu.." Cetus Revaldi.


"Mas jangan seperti itu..." ucap Criztine.


"Oh iya Re, gua juga minta maaf atas semua kesalahan gua sama Lo. kita masih sahabat kan?" tanya leo.


Revaldi menatap mata Leo dengan tajam, dia sangat marah dan benci pada Leo. tapi dia sadar bahwa setiap makhluk hidup pasti pernah mempunyai salah...


"Tidak." cetus Revaldi dengan mendekati Leo.


"Aku memang pantas untuk tidak di maafkan..." Lirih Leo.


"Hahaha lihat wajah Lo kaya bocah kurang makan, gua bercanda Le, gua maafin lo. asal jaga mata lo dari bini gua..." ucap Revaldi dengan merangkul Leo.


Criztine merasa lega dengan apa yang saat ini dia lihat.


"Leo, ayo aku harus beres-beres..." bisik Risa.


"Baiklah, kami pergi dulu. selamat berbahagia..." ucap Leo dengan menjabat tangan Revaldi.


"Leo..." lirih Risa


Leo hanya tersenyum dan menjabat tangan Criztine dengan sangat lembut dan penuh arti.


begitu pula dengan Risa yang berpamitan kepada Revaldi dan juga Criztine.


"Criztine, jaga diri baik-baik. aku pergi dulu..." Risa melangkah pergi dengan melambaikan tangan.


Criztine sangat sedih, dia pun menangis melihat kepergian Risa.


"Sudah jangan tangisi kepergiannya, biar dia hidup dengan jalannya sendiri." ucap Revaldi dengan memeluk sang istri.

__ADS_1


__ADS_2