HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 245


__ADS_3

Tak berapa lama mereka kembali bersama dengan Revaldi dan Criztine.


" Tidak di sangka mereka akhirnya menikah..." Lirih Criztine sembari mengusap perut buncitnya. Merasa lelah setelah menempuh perjalanan udara hampir berjam-jam lamanya. Meski Revaldi sudah melarang untuk ikut, tapi Criztine memaksa menghadiri acara pernihakan Dimas, demi menghargai persahabatan suaminya. Ketika seorang Criztine memohon, tentunya Revaldi tidak mampu menolaknya. Apa pun yang di minta pasti akan di berikan sebisa mungkin.


Pernah melukai membuatnya sadar bahwa Criztine layak untuk di sayang, selalu di manja, dan tentunya di jadikan satu-satunya.


Seorang Revaldi menjadi luluh atas kesabaran, ketulusan, dan perjuangan Cinta Criztine. Meski dalam kehidupan tidak ada hari tanpa air mata. Nyatanya Tuhan mampu membalikkan semua luka berganti bahagia.


Air mata tulus seorang wanita mencairkan hati beku, bahkan membatu sekali pun. Ratapan pilu membawanya dalam lautan berbunga, seperti halnya kehidupan Criztine saat ini. Hari demi hari berlalu dengan sangat indah. Perhatian lebih dari sang suami membuatnya enggan jauh darinya, meski hanya sekedar bekerja. Namun Criztine bukan tipe wanita egois, yang setiap saat menguntit suaminya kemana dia pergi. Criztine selalu mengerti Revaldi lebih dari siapa pun. Hal seperti itu yang membuat Revaldi semakin cinta.


Menatap pasangan sejoli di pelaminan....


" Iya, sayang. Aku juga tidak menyangka seorang Dingin macam Dimas tunduk dengan wanita seperti Gea." Dengan membantu istrinya berjalan. Usia kandungan Criztine memasuki bulan ke-tujuh, jadi dia harus sangat berhati-hati. Revaldi selalu membuat Criztine istimewa dimana pun berada. Di tambah lagi Revaldi selalu mementingkan Criztine dan calon anak mereka dari apa pun, termasuk perusahaan.

__ADS_1


" Sayang, kamu duduk dulu." membantu menarik kursi untuk sang terkasih. Kemudian duduk di sampingnya sembari mengelus perut buncit Criztine.


" Pasti lelah ya, sayang?"


" Tidak. Aku bahagia bisa datang kesini, sekalian liburan. Sudah lama kita tidak bersenang-senang." Senyum simpul di tunjukkan agar suaminya tidak terlalu khawatir.


" Setelah acara selesai, kita bisa istirahat. Biar nanti aku bantu pijit." Melihat wajah Criztine lesu istrinya, membuat Revaldi tidak tega. Dalam sekali tatap Revaldi sudah tau jika Criztine sangat kelelahan. Tentu saja Criztine menyembunyikan semua rasa supaya tidak membebani perasaan sang suami.


" Terima kasih, mas." Senyum simpul terukir di bibirnya. Lengkungan kecil di pipi Criztine menambah cantik dan lembut parasnya.


Akan tetapi di balik semua itu tentu ada satu goresan luka di hati seseorang. Luka itu menyayat seolah tak kuasa menahan pedih, namun tertutup oleh senyum di bibir.


Sedikit gelisah melihat senyum di bibir kekasihnya, takut cinta lama bersemi kembali.

__ADS_1


Tentu saja Risa merasa takut, karena baginya Criztine masih punya pesona tersendiri di hati Leo.


" Lebih baik kamu ajak Jimmy dan Revaldi duduk di sana. Pasti Dimas mencari kalian..." Lirih Risa.


" Bilang saja kamu cemburu, kan?" Sambung Jimmy.


" Cemburu?" Tanya Leo penasaran.


" Iya. Melihat kamu tersenyum mesra untuknya." Banyolan Jimmy membuat Risa hampir tak bisa bernafas, malu dan takut membuat Leo marah.


Leo mendekatkan wajah di telinga Risa. Entah apa yang dia bisikkan, yang pasti Risa tersipu malu.


" Sudah, jangan menggoda terus." Segera Risa mendorong lengan Leo supaya ada jarak antara mereka.

__ADS_1


" Kalian kenapa sih, berisik sekali." Revaldi menoleh, melihat ketiga manusia di belakangnya.


" Biasa, sob..." Jimmy hampir angkat bicara, tapi Leo menginjak kakinya hingga dia memutuskan bungkam.


__ADS_2