HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Gilang pun mencoba mencari informasi dari beberapa sumber untuk mencari tau alamat rumah Olive.Namun, sampai detik ini tak kunjung mendapatkan alamat tersebut. Gilang susah mengerahkan orang orang terpercaya untuk mencari tau keberadaan gadis tersebut meski nyatanya tidak mudah.


"Arghhhh....perasaan bersalah ini membuat ku tidak nyaman" Awalnya Gilang ingin fokus dengan pekerjaannya sebab, ada beberapa file yang harus ia selesaikan sesegera mungkin. Namun, ia tak dapat berpikir jernih, hati dan pikiran sedang di kendalikan oleh rasa bersalahnya "Menyebalkan..."Ia pun menutup laptop lalu bersandar sejenak.


Pikiran tidak menentu membuatnya malas melakukan berbagai macam hal sekali pun bekerja, semangat yang dulunya ada pada diri Gilang seolah lenyap di sapu hujan malam itu. Sudah sejak saat ia seolah tak mampu berdiri tegak. "Apa pun yang terjadi aku harus menikahinya...." Gilang beranjak pergi.


"Pak bos kenapa ya, akhir akhir ini tidak seperti biasa..." Ucap salah satu kaeyawan di sana.


Dengan melihat kepergian sang pimpinan"Iya, tidak seperti Pak Gilang yang dulu, sekarang beliau jadi pendiam dan tidak ada semangat sama sekali..."


"Benar itu....kemarin saja pas kita kedatangan klien penting, beliau kaya termenung gitu untung saja mereka tidak putus kontrak dengan perusahaan ini, kalau sampai itu terjadi habislah kita..." Sambung salah seorang dari mereka.


"Palingan lagi ada masalah sama adeknya itu karena sudah lama dia tidak ke sini..." Sambung asisten Gilang yang tidak sengaja mendengar ucapan mereka.


"Mereka memang sering bertengkar tapi, belum pernah saya melihat Gilang sampai sesuram ini..."


Mereka pun diam sejenak ketika meliahat sosok yang datang, ia adalah sahabat lama Gilang, Kenzo. Ia adalah salah satu orang kepercayaan Gilang untuk menangani segala macam urusan di kantor saat Gilang sedang sibuk. Namun, kali ini Kenzo heran karena dia harus menggantikan Gilang untuk waktu yang tidak di tentukan. Kenzo juga mempunyai bisnis di luar kota tapi ia rela meninggalkan kantor demi membantu sahabatnya. Kenzo adalah anak dari sabahat kedua orang tua Gilang, mereka telah menjalin persahabatan sesama remaja sampai persahabatan itu mereka turunkan ke anak anak mereka.

__ADS_1


"Kalian ada yang tau akhir akhir ini Gilang dekat dengan siapa?" Kenzo melihat eaut wajah para pegawai kantor tersebut dan mereka hanya saling melempar pansang bahkan, pandangan mereka ada yang sedikit aneh dengan mengerutkan kedua alis dan tatapan aneh.


"Sepertinya selama hampir tiga tahun bersama Pak Gilang kita belum pernah melihat Pak Gilang dekat dengan seseorang...." Jawab asisten Gilang yang mencoba mengingat kembali kesehatian Gilang di kantor.


"Kalian jangan Ghibah nanti dosa lho...." Salah seorang wanita bercadar datang bersama dengan Amora. Paras wanita itu memang tidak ada yang tau kecuali keluarganya sendiri. Tapi, dari cara bicaranya ia adalah wanita yang cantik.


Amora mendekati Kenzo


"Bang Kenzo juga ikut ikutan...."


Amora menyeringai terlupa bahwa ia sedang bersama wanita sholehah yang di jodohkan untuk menjadi istri kakaknya. Alisya, usia 25 tahun bekerja dalam dunia fashion terutama di bagian busana muslimah.


"Mohon maaf kami pamit dulu...."


melihat calon istri Gilang, Kenzo pun merasa takjub. Wanita sholehah, mandiri, pandai, sopan serta anggun seperti ini di tolak Gilang.


"Woy....jangan bengong." Ucap Amora di susul dengan tawa lirih darinya "JANGAN BILANG KAKAK SUKA YA..."

__ADS_1


Alisya menepuk pelan punggung Amora


"Hus...kamu ini ya, Amora. Kita pergi aja yuk toh kakak kamu sedang tidak di kantor..."


Kenzo memberi kode kepada para karyawan yang masih berdiri bersama mereka.


Mereka bertiga menggelengkan kepala.


"Kelau begitu kalian kerja lagi jangan sampai kalian menciptakan opini sendiri...."


" Baik, Pak."


Mereka pun kembali ke meja kerja masing masing.


"Kak Alisya berkenankah kita bertiga makan siang bersama dulu..." Ajak Kenzo.


"Terima kasih, saya tadi sudah makan siang bersama Amora...kami pamit dulu." Alisya menggandeng tangan Amora lalu mereka pergi meninggalkan Kenzo yang masih takjub dengan pribadi Alisya.

__ADS_1


__ADS_2