HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Kecurigaan


__ADS_3

Waktu berkunjung telah usai, para sahabat Leo keluar dengan asumsi mereka terhadap kedekatan diantara Leo dan juga Marisa.


"Apakah benar jika Leo sudah melupakan Criztine...?" Tanya dimas kepada Jimmy, akan tetapi Jimmy hanya menggeleng kepala dengan kembali fokus pada ponselnya.


"Sibuk sekali kamu ini, kenapa dari tadi mata kamu tidak lepas dari layar itu?." Dimas melirik ponsel Jimmy, terlihat ada banyak berkas yang harus dia selesaikan.


semua tugasnya sedikit tertunda di karenakan Jimmy meluangkan waktu untuk menjenguk Leo.


"Aku sedang pusing. entah sampai kapan Revaldi membuatku gila dengan perusahaan itu." Jimmy nampak kesal, semua beban yang ada pada dirinya membuat dia benar-benar bagaikan di dalam tahanan.


"Memang ada masalah apa?." Tanya Dimas, merekapun masuk ke dalam mobil.


Jimmy menarik nafas panjang....


"Ada hal yang tidak bisa aku tangani, aku tidak begitu mengerti dengan semua masalah ini. aku hanya takut jika nanti perusahaan akan menjadi bangkrut karena aku yang terlalu bodoh ini." Jimmy merasa pesimis dengan perjuangan yang baru saja dia jalani.

__ADS_1


"Jangan patah semangat seperti itu, aku yakin akan ada jalan keluar. bukankah kamu sering menangani masalah di perusahaan ayahmu? tidak sulit bagimu untuk belajar dari kesalahan di masa lalu." Dimas melihat ada raut kecemasan dalam diri Jimmy, saat ini Dimas melihat tanggung jawab besar pada diri Jimmy.


"Masalahnya tidak sama dengan kasus yang pernah aku tangani di perusahaan ayah. banyak perusahaan mengincar saham milik Revaldi, kepergiannya terdengar keseluruh penjuru negri. sehingga banyak pesaing ingin merubuhkan perusahaan itu!..Aku tidak sepandai Revaldi dalam mengurus perusahaan, semua pekerja mengeluh atas kemunduran saham kami, bahkan ada banyak perusahaan yang berhenti bekerja sama dengan kami. aku tidak tau harus berbuat seperti apa lagi." jelas Jimmy.


Sejenak Dimas memikirkan sesuatu hal yang akan berdampak baik pada para pekerja, jika para pekerja bersemangat tentunya perusahaan akan kembali bangkit dalam seketika...


hampir beberapa lama Dimas terdiam, kini dia mulai mendapatkan jawaban atas kediamannya.


"Begini saja, bagaimana jika kamu membuat semua pekerja jadi bersemangat. mungkin kamu bisa menaikkan gaji mereka atau merubah aturan ketat Revaldi. jujur aku saja keberatan dengan peraturan itu!... sekarang mereka di larang saling suka, padahal yang namanya cinta itu tidak mengenal orang dan juga tempat. mungkin dengan kamu membuat mereka bebas dari jeratan itu, mereka bisa kembali bangkit dengan semangat juang baru." semua kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulut Dimas, tanpa dia memikirkan perasaan Revaldi nantinya.


"Sudahlah! kita bahas yang lain saja." Karena sudah buntu akhirnya Jimmy menyudahi semua keluh kesahnya, tanpa pikir panjang Jimmy mematikan ponselnya.


mungkin dia ingin tenang dari gangguan mental yang saat ini sedang dia hadapi.


Dimas hanya melirik Jimmy dengan fokus mengendalikan stir kemudi.

__ADS_1


"Kira-kira Leo bisa jatuh cinta tidak dengan Marisa? jadi penasaran." Celetuk Jimmy secara tiba-tiba.


"Bisa di pastikan jika mereka akan segera saling jatuh cinta, di lihat dari tatapan Leo, jelas kalau dia mulai timbul rasa. akan tetapi aku yakin bahwa tidak mudah baginya untuk mencintai wanita lain!...sejauh aku mengenal dirinya, Leo itu adalah lelaki setia. dia akan selalu menjaga apa yang sudah menjadi miliknya, walaupun dia sudah kehilangan, namun dia tidak akan bisa melepaskan semua itu dengan sangat mudah." Jelas Dimas.


"Tapi sepertinya Risa mulai jatuh cinta pada Leo. semua kepeduliannya menggambarkan sebuah kode asmara..." Sambung Jimmy.


"Mereka yang menjalani kenapa kita yang kepo ya? ah, sudahlah. biar mereka sendiri saja yang memikirkan itu, kita sih hanya bisa mendoakan yang terbaik buat mereka para manusia Luka...." ucap Dimas.


"Kamu benar juga, kenapa kita jadi kepo. mending kita ke Club yuk." Ajak Jimmy bersemangat.


"Dasar bodoh! jika kita pergi kesana, lalu bagaimana dengan urusan kantor kamu itu." Dimas melemparkan kotak tissue kepada Jimmy.


"Sakit Dim....masa bodoh sama kantor. saat ini gua pengen ngadem sebentar!" Ucap Jimmy.


Mereka sepakat untuk menuju tempat favorit mereka, di sanalah mereka meluapkan segara rasa keluh kesah pada minuman cinta penghilang luka tersebut (Wine).

__ADS_1


__ADS_2