HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 109


__ADS_3

Revaldi menghubungi niko dan memintanya untuk menjaga Risa, dia berpamitan untuk pulang ke rumah..


Sesampainya di rumah Revaldi berjalan menuju kamar, dia membuka pintu kamar yang tidak terkunci..


gemericik air terdengar sangat jelas di telinga Revaldi...


Criztine keluar kamar dengan mengusap wajahnya, dia pun tak menyadari kehadiran suaminya yang berada di atas tempat tidur dengan menutupi wajahnya dengan selimut....


criztine merebahkan diri dengan hanya mengenakan piyama yang sangat tipis, hingga lekuk tubuhnya nampak jelas...


Saat Criztine hendak mengahadap ke arah timur dia di kejutkan dengan Revaldi yang menatapnya dengan melebarkan senyum nakal.


"Ahhhh..." criztine teriak dan melempar bantal ke arah Revaldi.


"Pasti saat ini aku hanya berimajinasi saja, tidak mungkin, ini tidak nyata..." lirih Criztine dengan menjauh dari tempat tidur.


"Sayang kamu tidak sedang berimajinasi. ini aku suami kamu..." ucap Revaldi dengan meyakinkan diri Criztine yang ketakutan.


"Mana mungkin itu kamu mas, bukankah kamu di rumah sakit? tidak ini pasti hanya mimpi.." Criztine menepuk pipinya sendiri.


"Kamu tidak percaya padaku?" Revaldi mendekati Criztine dan meraih tubuhnya, Revaldi mencumbu Criztine dengan sangat ganas.


"Em...emt, emt...." suara Criztine tertahan dengan ciuman Revaldi. dia hampir tak dapat bernafas.


"Aku menginginkan kamu selamanya Criz. aku sangat mencintai kamu...!" ucap Revaldi dengan tangannya yang sudah menerobos masuk ke dalam sela-sela baju Criztine.


"Mas, hentikan..." Criztine menatap mata Revaldi dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Aku akan melakukan itu dengan sangat lembut sayang, ayolah..." Revaldi mencumbu Criztine dengan sangat penuh kasih sayang.


Criztine pun melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, meski dia masih merasakan sakit yang luar biasa. namun dia tidak pernah melupakan semua kewajibannya sebagai seorang istri...


Tak berapa lama mereka terkulai lemas di atas ranjang...


"Maafkan aku sayang, aku yang sudah banyak menyakiti dirimu...aku beruntung mempunyai istri seperti dirimu" Revaldi memeluk Criztine dengan erat dan mencium keningnya.


Criztine hanya terdiam dan melebarkan senyum, dia membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


Saat pagi menjelang..


Revaldi mencari keberadaan sang istri yang tidak ada di sampingnya


namun dia tak dapat menemukan keberadaan sang istri di dalam kamar.


"Papa dimana istri ku?" tanya Revaldi pada Riko.


"Suaminya itu kamu atau papa? harusnya kamu tau dimana saat ini istri mu berada. dasar bodoh, dia sedang memasak untuk kita..." cetus Riko yang tengah asik membaca surat kabar.


Revaldi pun menuju ke dapur dan melihat sang istri yang tengah sibuk memasak untuk dirinya.


Revaldi memberi kode pada semua asisten rumah tangga yang tengah membantu Criztine di dapur, mereka paham dengan maksud tuannya...


mereka pun pergi tanpa sepengetahuan Criztine.


Revaldi mendekat dan memeluk Criztine dari belakang..

__ADS_1


"Astaga kamu mengejutkan aku mas, lepaskan, malu di lihat mereka mas..." Lirih Criztine


" Mereka siapa? tidak ada orang disini.." bisik Revaldi.


Criztine menoleh dan melihat sekeliling.


"Tadi mereka disini kok, sekarang mereka kemana? pasti kamu yang sudah membuat mereka pergi dari sini.." ucap Criztine dengan melanjutkan memasak.


"Terima kasih sayang, kamu istri terbaik di dunia...muach" revaldi mencium pipi Criztine.


"Mas jangan seperti itu...lepasin, kalau tidak


aku kasih tepung nih." Criztine mencoret pipi Revaldi dengan adonan tepung di hadapannya.


"kalau begitu aku mau sarapan pakai tubuh kamu saja sayang, sebagai hukuman kamu telah mengotori wajah tampan ku.." bisik Revaldi.


"Kamu menggoda ku lagi mas, awas kamu..." Criztine tersipu malu.


"Oh iya mas, kamu tidak menemani Isa? pasti dia mencari kamu.." ucap Criztine.


"Aku tidak mau kesana, karna aku tidak mau membuat istri kesayangan ku ini marah lagi..." jelas Revaldi.


"Aku tidak akan marah. tapi kamu janji tidak boleh berbuat lebih dari sekedar pura-pura menjadi kekasihnya, jika tidak maka aku akan cemburu dan marah terhadap kamu..." cetus Criztine.


"Aku janji tidak akan macam-macam. aku sudah meminta pihak keluarganya untuk datang kesini dan kata ayahnya dia akan membawa Risa ke Eropa untuk pengobatan lebih lanjut..." jelas Revaldi.


Criztine sedikit lega dengan semua ini, karna tidak akan ada lagi seorang pengganggu dalam rumah tangganya.

__ADS_1


__ADS_2