
Hati yang terluka tidak mudah memerima kata maaf dari si bemberi luka itu sendiri. Luka itu ibarat tersiram aur kesar, meski sakitnya hilang tapi masih meninggalkan bekas. Kesakitan dalam bercinta mambuat sebagia orang trauma dan memilih sendiri sampai waktu yang tidak bisa di tentukan.
Masa lalu antara Damar dan Fanya kembali muncul ke permukaan, begitu pula dengan kisah Olive dan Gilang. Kedua pasangan itu membunyai masa yang buruk. Masa di mana mereka harus berjuang menyembuhkan luka lalu berjalan mengikuti takdir.
Damar samakin terbebani saat mendapati masa lalu itu mengingtai dirinya lagi. Sekian lama Damar berjuang menata kembali puing puing hatinta atas luka yang Fanya berikan.
"Kenapa? tumben kamu ajak kita makan di kantin. Bukankah biasanya kamu bawa bekal dari rumah" Tanya seorang lelaki yang duduk di samping Damar. Dia adalah rekan kerja Damar, seorang Dokter ahli bedah yang handal dan terkenal.
Damar mengaduk terus menerus minuman di depannya.
"Kalau saja jus itu bernayawa pasti udah pingsan" Celetuk seoarang wanita dengan pakaian Dokter.
Mereka bertiga adalah sahabat sejak masuk pendidikan kedokteran dan kebetulan bekerja di tempat yang sama. Sedari Sma mereka sudah bersahabat, jadi setiap ada keluh kesah dari salah satunya, pasti mereka akan selalu ada.
"Kamu kenapa? ada masalah sama istri?" Tanya Kenan(Sahabat Damar. Seorang Dokter ahli bedah).
"Dia kembali..."
Kedua sahabatnta saling menatap. Mereka mencoba mencerna ucapan Damar. Di balik wakah suram Damar terlihat rasa kesal dan emosionalnya terluka.
"Maksudnya?" Tanya Adinda (Sahabat Damar, seorang Dokter anak)
"Fanya..." Ucap Damar datar.
"Hah...Fanya?" ke dua sahabatnya berucap serentak, saling memandang. Mereka terkejut mendengar nama itu lolos dari mulut Damar. Seingat mereka Fanya adalah cinta pertama Damar yang menghilang begitu saja tanpa kabar.
"Eh, Serius. Dia kembali ke sini" Kenan mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Ketika Damar mengangguk Kenan percaya atas apa yang ia dengar "Ya tuhan. Wanita tidak tau diri itu kenapa harus muncul lagi." kenan menepuk keningnya sendiri. Tidak menyangka Fanya kembali dalam kehidupan Damar.
__ADS_1
"Astaga, mau apa lagi wanita itu. Tidak ada kapoknya nyakitin kamu. Seharusnya dia tidak kembali ke kota ini. Dasar tidak tau malu. Saya sumpahin ke jebur sumur, tau rasa dia" Kesal Adinda mengingat apa yang telah di lakukan Fanya terhadap Damar.
Kala itu hari dan tanggal pernikahan keduanya telah di tetapkan hanya sekitar dua bulan setelah pertunangan. Namun, sebulan sebelum pernikahan, Fanya menghilang tanpa kabar. Di saat menyakitkan itu damar sangat depresi. Kehidupannya hancur. Kedua sahabatnya sampai kesal melihat tingkah laku Fanya. Saat itu Damar belum kerja di rumah sakit, ia masih mengurus perusahaan ayahnya yang di ambang kehancuran. Untungnya ada sebuah keajaiban sampai perusahan kembali kokoh dan ia memutuskan melanjutkan karir sebagai seorang Dokter. Meski keluar menentang keputusan Damar tapi dia tetap nekat masuk dalam dunia medis.
"Kalau aku lihat wanita itu, sudah aku jadikan perkedel" Ucap Adinda ambil memukul telapak tanganya sendiri. Sesekali kepalan tangan itu di putar beberapa kali.
"Iya. Kalau aku jadi kamu sudah tak ceburin got biar tau rasa dia" Logat jawa kenan terlihat kala ia emosi. Kenan sangat tau persis bagaimana sakitnya Damar saat itu. Tidak hanya sakit, keluarganya harus menanggung malu atas gagalnya pertunangan itu.
"Kalau aku di posisi kamu udah aku tonjok deh tu muka" Dengan gemasnya Kenan memukul meja di hadapannya.
Adinda balas memukul lengan Kenan "Gila, jangan ngamuk sama ni meja dong. Suruh ganti ruga baru tau rasa"
"Sorry, soalnya kalu ingat kelakuan tu cewek jadi gedek. Penginnya tak injek kaya tai ayam"
"Dasar nggak sopan. Kita lagi makan, malah ngomongin tai ayam..." Adinda memukul bahu Kenan.
"Kamu, sih" Kenan mencubit lengan Adinda
"Enak aja. Kok jadi aku di salahin" Adinda membela diri, keduanya terus bertengkar kesana kemari.
Damar hanya diam mendengar kedua sahabatnya saling melempar makian untuk fanya. Saat ini yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya ia memberi tau Olive bahwa dia punya masa lalu dengan wanita itu. Sebaik apa pun seorang istri pasti akan cemburu jika suaminya kembali bertemu sang mantan kekasih. Itu dalam pikiram Damar. Tanpa sepengetahuan Damar, Olive juga menyinpan masa kelamnya bersama Gilang. Setau Damar, Olive di hamili kekasihnya lalu di campakkan seperti yang Olive ceritakan.
Damar itu adalah sosok laki laki setia. Dia sangat menjaga perasaan pasangannya saat ia mencintai wanita itu. Menjaga cinta adalah keutamaan Damar. Sehingga kedatangan Fanya ini membuatnya resah.
Dari dahulu Damar tidak pernah bermain wanita. Ketika menjalin cinta dengan Fanya, itu kali pertama Damar mengenal cinta. Damar sendiri tidak suka cinta cintaan di masa muda, oleh sebab itu masa mudanya tersita oleh belajar, belajar, dan belajar. Sampai suatu ketika ia di pertemukan dengan Fanya. Awal pertemuan keduanya sangat tidak di sengaja. Mereka di bertemu pertama kali di sebuah perpustakan kota, di mana Fanya dan teman temannya berada di sana. Kebetulan buku yang hendak di ambil Damar adalah buku yang di cari Fanya, dan buku itu tinggal satu di perpusatakaan. Jadi, Damar memberikan buku tersebut pada Fanya. Setelah kejadian itu Fanya meninta nomor hp Damar untuk memberikan buku itu setelah ia selesai membaca. Siapa sangka cinta keduanya perlahan tumbuh.
"Kenapa kamu jadi diam begitu?" Tanya Adinda. Mereka ingin mendengar lebih dalam lagi tentang perasaan Damar. Namun, ketika melihat jam waktu istirahat sudah habis. Mereka harus kembali beraktivitas.
__ADS_1
Kenan mengetuk jam tangan, memberi kode pada Adinda "Aduh, jam istirahat udah abis" Keluhnya sambil meraih segelas jus melon.
"Iya, nih. Kamu buat kami penasan aja" Sambung Adinda.
"Nanti kita smabung lagi. Sudah waktunya kita bekerja" Damar bangkit lalu menuju kasir, membayar semua pesan di meja, termasuk juga pesanan dua sahabatnya itu.
"Thank, ya. Nanti malam kita ke luar bareng biar ati kamu lega." ucap Kenan sambil berjalan menapaki lorong kantin.
Ketika ketiga Dokter tersebut keluar kantin, mata mereka di kejutkan dengan sosok wanita cantik yang saat itu berjalan ke arah mereka. "Eh, liat lu. Bukankah itu Fanya?" Bisik Adi da pada Kenan.
"Sepertinya, iya."Kenan segera melindungi sahanatnya dengan berpindah tempat ke samping Damar. Damar tidak melihat sosok Fanya sebab ia tengah sibuk membalas pesan whatsapp sang istri.
Kenan dan Adinda saling memberi kode. Saat Fanya dan Damar hampir berpapasan.
"Aduh..." Kenan pura pura terjatuh. Damar pun menunduk, membantu Kenan. Akhirnya rencara mereka berhasil. Damar terhi dar Dari Fanya.
"Kesandung saja." Kenan di bantu Damar berdiri kemudian mereka kembaki berjalan menuju ruangan masing masing.
"Sayang, kamu kapan pulang?" Ucap Damar melalui voice suara.
"Sepertinya masih lima sampai enam harian, mas. Soalnya tadi saya tidak ikut meeting. Kepala pusing gara gara kemarin" Jawab Olive.
Damar merasa tidak enak hati atas kedatangan Fanya. Karena rasa takut itu membuat Damar semakin perhatian dan i gin segera bertemu sang istri.
"Oh, ya sudah kalau begitu. Mas mau lanjut kerja dulu. Love you honey"
Setelah itu jari jemari Damar bermain di laptop. Melihat semua jadwal kerjanya. Ia ingin segera ambil cuti untuk bisa menyusul istrinya ke kota itu. Setelah melakukan pengecekan, ia melihat dalam beberapa hari tidak ada temu pasien. Dia pun meminta cuti dua hari kepada atasan. Permohonan cuti belum di setujui, Damar harus menunggu paling lambat nanti sore.
__ADS_1
"Lebih baik aku ambil cuti dulu dari pada harus berhadapan dengan wanita itu. Membuatku patah semangat saja"