HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Fanya segera mendapatkan pertolongan. Kebetulan rumah sakit itu tempat Damar bekerja, dia sendiri ikut turun tangan. Kepala belakang Fanya mengalami benturan keras hingga para medis harus segera mengambil tindakan. Karena terlalu panik Damar pun langsung ganti baju medis menuju ruang operasi, ia lupa dengan istrinya yang duduk di kursi tunggu. Hati Olive terbakar api cemburu melihat kepanikan di wajah suaminya "Apakah Mas Damar masih mencintainya sampai dia tidak sadar atas hadirku di sini"


Damar melewati Olive begitu saja, berlarian kecil menuju ruang operasi. Sedangkan yidak biasanya Damar bersikap seperti itu.


"Bagaimana pun dia harus selamat" Selembar kertas persetujuan di tangan Damar segera di setujui olehnya agar proses operasi berjalan segera.


Kecelakaan itu telah merambah ke media, hampir semua menayangan berita yang sama. Berita seorang wanita lari karena telah menuduh seorang Dokter ternama dengan tuduhan palsu dan tragisnya si wanita kena karma di tempat. Tidak jauh dari tempat semula Si wanita mengalami kecelakaan hebat. Begitulah isi berita saat ini.


"Fanya...." Gilang terkejut melihat wanita yang ada dalam berita ternyata adalah Fanya.


"Mas mengenal wanita ini?" Tanya Alisya yang saat itu tengah melihat televisi di kamar mereka sembari melipati kemeja Gilang.

__ADS_1


Gilang mengusap kepalanya dengan handuk kecil, dia baru saja selesai mandi.


"Iya, dia rekan bisnis saya" tuturnya sambil duduk di sofa kamar dekat jendela. Saat ini Gilang bergelanjang dada dan mengenakan celana pendek bawah lutut. Alisya juga tidak memakai cadar dan kerudung panjangnya. Mereka juga sudah tidak saling canggung lagi, mungkin karena malam itu atau karena seringnya mereka bersama.


"Kok bisa sampai kecelakaan sih" Heran Gilang. Baru saja misi di mulai tapi kekalahan sudah terlihat di depan mata. Awalnya Fanya berencana untuk menjebak Damar untuk membuatnya menikahi Fanya. Namun, Takdir masih memihak kebaikan. Semua rencana itu seolah terhapus ombak lautan, seketika tidak meninggalkan bekas.


Alisya melihat suaminya. Dari raut wajah Gilang terlihat kekesalan, tubuh kekar itu sedikit condong ke depan, Gilang meraib ponselnya lalu mengetik sesuatu. Alisya hanya bisa diam, tak ingin tau lebih banyak lagi. Setelah tugasnya selesai, Alisya pun menuju kamar mandi.


"Buatin saya kopi" Tutah Gilang tanpa sadar sang istri sudah menghilang "Di mana dia? kalau di butuhkan aukanya ngilang kalau nggak di butuhkan nongol tiap menit tiap detik" Gerutunya kesal.


Gilang menoleh ke arah suara, ternyata itu qdalah Alisya, wajahnya terlihat bersinar. Sisa air di wajahnya seolah membelai mesra wajah ayu dan namis itu. "Buatin saya kopi" Pinta Gilang.

__ADS_1


"Baik, Mas. Tapi saya mau shalat dulu"


Gilang beranjak dari tempat duduknya "Shalat terus menerus untungnya apa sih? ngrubah takdir kamu yang tidak saya inginkan atau merubah wajah kamu sebagai wanita yang saya cintai. Hah... jangan halu kamu" Gilang pun berjalan menuju lemari pakian, mengambil kemeja pendek berwarna biru muda.


Alisya mengusap wajahnya dengan sesekali memejamkan mata, ucapan suaminya bagaikan sebuah kain tebal yang menutupi wajahnya. Semua nampak gelap dan sulit bernafas.


"Ya Allah, Mas. Jangan seperti itu, Saya shalat atas kewajiban seorang muslim. Bukan semata untuk menukar takdir. Sesungguhnya kewajiban kita sebagai manusia bukan meminta menjadi orang lain melainkan menerima apa yang telah Allah tetapkan. Saya tidak akan pernah meminta Takdir merubah kehidupan ini, Saya juga tidak ingin bertukar tempat dengan wanita lain" Tegas Alisya. Saat ini dia benar benar tersinggung, Tuhannya ikut di seret.


Gilang semakin memberanikan diri dengan mendekatinya.


"Tolong jangan sentuh saya, saya sudah berwudhu" Alisya memundurkan langkah saat tubuh Gilang sedikit mendekat. Kedua tabgannya di lipat ke belakang.

__ADS_1


Gilang melihat raut wajah Alisya menjadi sedikit merah dan tatapan matanya tajam bagai sebilah pisau siap menancap.


"Santai aja kali tadi cuma bercanda" Gilang pun berjalan ke luar kamar.


__ADS_2