HASRAT

HASRAT
ep 21


__ADS_3

Tak lama kemudian sang dokter keluar...


Rikardo berjalan mendekat dengan rasa khawatir pada kondisi Tasya.


"Dok bagaimana kondisi teman saya...??"


Sang dokter menatap tajam Rikardo dengan menggelengkan kepala. dokter itu menyangka bahwa Rikardo adalah lelaki yang menghamili Tasya. belum lagi Tasya yang masih mengenakan seragam sekolah...


"Kamu ayah dari bayi yang di kandung gadis itu???" ucap dokter.


Mendengar kalimat yang dia dengar membuat rikardo mematung, dia tak tau harus bagaimana dan akhirnya Rikardo mengangguk.


"Ikuti saya..." sang dokter pun berjalan ke sebuah ruangan dengan Rikardo yang mengikuti langkah sang dokter.


"Untung saja kamu membawa dia tepat waktu, kalau tidak bukan hanya anaknya melainkan juga ibunya!."


Deg....


seolah Rikardo berhenti bernafas, mendengar pernyataan yang menyakiti hatinya


bahkan dia berpikir bahwa Tasya pasti keguguran mengingat darah yang mengalir sebanyak itu...


"Ya tuhan,Tasya....." Riko mangacak rambut, dia tak menyangka akan terjadi hal seburuk itu jika dirinya tak menemukan Tasya.


"Untung saja mereka selamat, hanya saja pasien butuh di rawat sementara waktu untuk pemulihan...."jelas sang dokter.


Rikardo mengangguk, dia berjalan menuju ruangan dimana Tasya menjalani perawatan....

__ADS_1


Rikardo memandang wajah Tasya yang pucat dan tubuh yang terkulai lemas.


"Kamu harus kuat, inget anak dalam kandungan kamu membutuhkan kamu sya...!!" Rikardo berbisik pelan di telinganya.


Tasya yang mendengar samar-samar suara bisikan Rikardo, dia berangsur sadar


dia berjuang untuk membuka mata dan tak lama Tasya pun tersadar.


"Tasya ...akhirnya kamu sadar" Rikardo meraih tangan Tasya dan mencium kening nya


ada perasaan bahagia di hati Rikardo.


"Kamu? bagaimana bisa aku berada disini......?" Tasya penasaran bagaimana bisa Rikardo ada bersama dengan dirinya.


seingat nya, dia berada di bawah pohon namun selebihnya dia tak ingat apa pun...


membuat Rkardo tersenyum...


Tasya melihat betapa dia mengkhawatirkan dirinya dan anak dalam kandunganya saat ini...


hingga Tasya membayangkan jika Riko yang berada di samping saat ini...


namun apa bisa di kata jika pada kenyataan nya Riko tak perduli terhadap dirinya dan sang anak yang masih dalam kandungan.


"Terima kasih....." Tasya mengembangkan senyuman dengan meraih tangan Rikardo.


"Apa pun akan ku lakukan untuk kamu ...." ucap Rikardo dengan lembut.

__ADS_1


Tasya meneteskan air mata bahagia, karena masih ada orang yang perduli pada dirinya.


tangaisan Tasya membuat Rikardo bingung dan khawatir....


"Adakah yang sakit? biar aku panggil dokter ya...?" Rikardo hendak pergi namun dengan sigap Tasya menghentikan langkah nya


"Aku hanya bahagia. karena ada seseorang yang perduli pada wanita kotor seperti aku...."Tasya kembali menangis lalu memeluk Rikardo.


Melihat Tasya yang seperti sekarang, membuat hati Rikardo sakit.


Dia ikut meneteskan air mata, tapi sebelum tangis nya di sadari oleh Tasya, dengan sigap Rikardo mengusap air mata yang membasahi pipi.


"Kamu lihat nak, ibu kamu cengeng sekali ya sayang....!!" dengan mengusap perut Tasya secara perlahan.


andai saja anak dalam kandungan Tasya adalah anak Rikardo, dia pasti akan sangat bahagia.


"Kamu minum dulu kasihan si adek dalam perut gendut kamu itu....hehe." Rikardo mencoba menggoda Tasya supaya dia tak berlarut dalam kesedihan.


Tasya pun meminum segelas air yang di berikan Rikardo.


"Mau kah aku kabari ayah dari anak ini??" Rikardo mengeluarkan ponsel dari saku celana.


Tasya menggeleng, membuat dia yakin bahwa yang terjadi pada Tasya adalah ulah dari lelaki itu.


"Ya sudah kamu istirahat dulu aku keluar sebentar..."ucap Rikardo dengan barjalan keluar.


Tasya merebahkan tubuh yang masih terasa nyeri dan sedikit sakit pada bagian perut nya.

__ADS_1


"Anak mama yang kuat ya sayang....." Tasya mengusap perutnya dengan meneteskan air mata.


__ADS_2