
Siang itu tasya merasa lelah dengan segala kegiatan yang dia lakukan...
saat sang anak tertidur tasya merebahkan diri di ranjang..
"Istirahat sebentar kali ya, lelah sekali hari ini" tasya pun memejamkan mata dengan memeluk sang anak
Rikardo...
entah mengapa hari ini dia sedikit pusing dan memilih untuk pulang sejenak...
"Aku titip kafe ya sob...aku pusing sekali hari ini"rikardo menepuk pundak sang asisten
"Sip lah" sang asisten mengacungkan jempol
Tak lama rikardo pun pulang
saat di depan rumah dia heran mengapa pintu tertutup rapat
"Kemana mereka??" rikardo mengerutkan alisnya
Tak lama dia pun membuka pintu dengan mata yang mencari cari keberadaan tasya dan sang anak
"Sayang ayah pulang"rikardo tak kunjung mendapatkan jawaban dia pun mencari tasya di dapur namun dia tak mendapati tasya disana...
"Tas....ya" rikardo menghentikan kalimatnya saat dia membuka pintu kamar.
Dia pun berjalan mendekati tasya dan sang buah hati...
"Kamu pasti kelelahan ya sya"rikardo mengusap kepala tasya dengan melebarkan senyuman
__ADS_1
Rikardo merebahkan tubuhnya di samping sang anak
dia menatap wajah manis nan polos revaldi dia pun mencium kening sang anak..
"Jadilah anak yang pintar dan jangan merepotkan mami...kasihan mami kelelahan sayang"lirih rikardo dengan wajah yang menatap tasya dan juga sang anak...
Tak lama kemudian dia pun tertidur bersama mereka di ranjang yang sama
karna sekarang bagi rikardo dia sudah tak memiliki dinding penghalang dan sedikit demi sedikit mulai masuk ke dalam hati tasya..
Saat rikardo terlelap sang anak menangis
tasya pun terbangun matanya terbelalak mendapati rikardo yang tertidur pulas di sebelah sang anak...
Tasya meraih sang anak dan menggendong nya.
"Sayang kamu haus ya nak...nangisnya jangan keras keras ayah sedang tidur nak" bisik tasya di telinga sang anak
melihat wajah sang anak tasya membayangkan betapa repot nya sang ibu dulu saat dirinya masih kecil..
dan seketika air mata tasya menetes...
"Ibu, ayah aku kangen kalian" tasya menangis sesenggukan dengan masih menggendong revaldi
Sudah lama tasya ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, namun dia takut jika nanti mereka kecewa dan tak menerima kenyataan bahwa dirinya sekarang sudah memiliki anak...
Tasya menutupi semuanya dari mereka
bahkan saat mereka menghubungi tasya dia sering berbohong jika dia sedang berada di sekolah dan lain lain...
__ADS_1
Berat baginya untuk berkata jujur
dan lagi dia hamil di usia dia yang masih sangat muda ...
tasya membayangkan jika suatu nanti mereka tau dengan semua ini
dia pun menangis membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya nantinya ....
"Semua ini kesalahan ku, aku yang terlalu ceroboh sehingga membiarkan lelaki seperti dia menghancurkan semua kehidupan ku..
Rikardo mendengar samar samar isakan tangis tasya yang membuat dirinya seketika terbangun...
Rikardo menatap tasya yang menangis di tepi ranjang
dia mendekat dengan keheranan
"Ada apa sya...kami kenapa menangis??"rikardo memeluk tasya
Tasya pun membenamkan wajahnya di dada rikardo
"Aku kangen dengan ibu dan juga ayah ku mas"
Deg...
hati rikardo seketika sakit tak pernah terfikir di benaknya selama ini
tentang kedua orang tua tasya
"Apa kamu ingin menemui mereka sekarang?"tanya rikardo dengan menatap wajah tasya
__ADS_1
"Aku belum siap mas...aku takut jika mereka.."tasya tak melanjutkan kalimatnya dia memilih diam dan meneteskan air mata
Dia benar benar takut dan merasa dirinya telah melukai hati kedua orang tuanya...