HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 94


__ADS_3

Pertemuan....


Setelah beberapa lama Criztine tinggal di rumah orang tuanya, dia merasa sangat jenuh dan bosan.


Criztine pun memutuskan untuk pergi ke sebuah pusat perbelanjaan...


"Karena ayah sedang tugas di luar kota aku jadi kesepian....!" gumam Criztine dengan melangkah masuk ke dalam pusat perbelanjaan tersebut.


Cristine yang tengah asik memilih baju tiba-tiba mendengar suara Suaminya.


"Mungkin aku salah dengar..." batin Criztine


Saat criztine hendak berbalik badan, dirinya di kejutkan dengan suatu hal yang membuat dia seolah mati berdiri.


Dia melihat sang suami tengah berbelanja dengan Risa yang tidak lain adalah mantan kekasih suaminya dan juga sahabatnya sendiri....


Criztine melihat kemesraan di antara mereka berdua, membuat dia semakin yakin untuk mengambil langkah perpisahan, dia juga tau bahwa Revaldi sudah tidak perduli lagi kepadanya


Hati siapa yang tak sakit melihat suaminya tengah berbahagia dengan wanita lain di depan mata.


Criztine tak mampu menahan rasa sakit di hatinya dia hendak berlari, namun tiba-tiba lengan Criztine di tarik oleh seorang lelaki dan memeluk criztine dengan erat....


"Aroma ini aku tidak asing, jangan-jangan dia..."


Criztine mendorong tubuh kekar itu...


Benar saja itu adalah Leo!

__ADS_1


"Leo...kenapa kamu bisa berada di sini...?" Tanya Criztine dengan berusaha menyembunyikan air mata.


Leo mengusap air mata criztine, dia menatap ke arah dimana Revaldi dan Risa saat ini


dia merasa sangat marah dengan perlakuan Revaldi yang telah menyakiti hati wanita kecintaannya.


"Ikut aku..." leo menarik tangan Criztine.


"Mau kamu bawa kemana aku Le? lepaskan..." Criztine hendak melepaskan genggaman erat pada lengannya.


"Halo sobat...." Ucap Leo dengan mendekat pada Revaldi.


"Dokter Leo...!" Risa terkejut dengan kedatangan Leo yang nampak begitu ganas.


"Perkenalkan ini adalah kekasih ku...!"


Leo pun menarik Tubuh Criztine dan merangkul tubuh Criztine...


"Criztine...!" Risa terkejut. seketika dia melepaskan tangannya dari lengan Revaldi.


"Tidak perlu sungkan nona, gandeng saja kekasih anda. toh kami tidak akan merasa tersaingi. ya kan sayang...?" Leo berusaha membuat Revaldi cemburu.


"Iya..." Lirih Criztine dengan melebarkan senyum berusaha menutupi rasa sakit.


"Criz ikut dengan ku..." Revaldi menarik tangan Criztine.


"Lepaskan dia..." Bentak Leo dengan kembali meraih criztine dari Revaldi.

__ADS_1


"Berani sekali kamu..." Maki Revaldi dengan mengangkat tangan pada Leo.


"Jika anda ingin memukul dia, maka pukul dulu wajah saya. supaya anda puas....!" cetus Criztine dengan berada di depan Leo seolah dia ingin melindungi Leo dari murkanya Revaldi.


"Re, sudah. kita pergi saja..." Risa menarik tubuh Revaldi.


"Pergi sana dengan wanita kecintaan mu itu...!" ucap Leo dengan lantang.


sebelum Revaldi meninggalkan mereka, leo lebih dulu merangkul Criztine dan pergi meninggalkan mereka yang masih memandangi kepergian Leo dan Criztine.


"Aku akan selalu melindungi kamu, tolong jangan perlihatkan air mata mu pada manusia bodoh itu....!" Jelas Leo dengan mengusap air mata Criztine.


"Makasih le. aku tidak akan kuat jika kamu tidak berada disini...." criztine menatap wajah Leo dengan penuh kesedihan.


Leo tau bahwa cinta Criztine kini sepenuhnya milik Revaldi, tapi dia tak ingin Criztine merasakan sakit seperti apa yang Leo rasakan saat ini...


Jika saja waktu bisa di putar kembali, maka leo tidak akan pernah meninggalkan Criztine hanya demi Jabatan dan juga orang tua.


Kini setelah kehilangan Cinta Criztine, dia mulai sadar bahwa cinta sejati tidak akan pernah meninggalkan jalannya, meski jalan mereka hanya sampai di satu titik...


dimana titik itu tidak akan mempersatukan mereka....


Meski tidak dapat saling memiliki, Leo tetap ingin menjaga criztine sampai Dia membuka hati untuk dirinya kembali.


"Aku antar kamu pulang. aku sudah lama tidak berkunjung ke rumah kamu, jadi rindu sama paman..!" Ucap leo


Criztine mengangguk.

__ADS_1


dan mereka pun menuju rumah Criztine.


__ADS_2