
Sampailah mereka di pinggir jalan di dekat taman kota, di sepanjang jalan banyak makanan yang di jajakan, ber-aneka ragam makanan tersedia di tempat itu....
banyak orang mendatangi tempat itu bukan hanya sekedar mencari makan, namun mereka juga menikmati suasana nyaman di taman tersebut.
banyak pohon besar serta aroma harum dari bunga mawar dan yang lainnya, pastinya disana juga ada sebuah tempat untuk bermain anak-anak...
di tempat itulah Leo kerap kali meluapkan segala hal saat menghadapi hari-hari yang tidak menyenangkan.
"Disini....?." ucap Risa dengan memandang sekitar tempat mereka berdiri, banyaknya mata yang menatap ke arah Risa, terutama kaum lelaki, pandangan mereka membuat Risa sedikit tidak nyaman.
"Mereka memandangiku seperti itu, aku takut..." Bisik Risa sembari menggandeng lengan Leo.
"Salah kamu sendiri, kenapa memakai busana seperti itu." Cetus Leo, tak butuh waktu lama leo melepas jaket yang ia kenakan lalu melingkarkan pada pinggang Risa, sehingga kini lekuk tubuh bagian bawah sedikit tertutup oleh jaket tersebut.
"Jangan disini, aku takut."Risa mengeratkan pelukan pada lengan Leo.
"Tidak usah takut, sekarang kita ke tempat itu." Leo menunjuk sebuah gerobak mie ayam yang terletak di sudut taman, tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Iya, disana tidak terlalu ramai. kalau begitu tunggu apa lagi." Risa sedikit menyeret lengan Leo, agar dirinya cepat pergi dari sana.
"Lain kali jangan pakai dres sependek itu, jika tidak kamu pasti akan di terkam srigala.." Leo terkikik melihat wajah Risa yang nampak ketakutan.
"Jika aku tau kamu mengajak aku ke tempat ramai seperti ini, maka aku tidak akan pakai baju seperti ini. aku kira kamu ingin membawaku ke tempat syahdu gitu, tidak taunya malah di ajak makan di pinggir jalan." Kesal Risa.
Leo menggeleng kepala, sifat manja dari wanita itu membuatnya kewalahan...
__ADS_1
"Jangan banyak mengeluh. disini juga tidak kalah syahdu dari tempat mahal di luar sana..." Leo menggapai tangan Risa lalu menggenggam erat jari jemari kekasihnya itu.
Hanya sebuah senyuman yang kini mampu Risa layangkan, pandangan mata tidak ingin lepas dari wajah tampan lelaki tersebut.
tidak pernah terbayang jika kini lelaki itu adalah kekasihnya...
kekasih sempurna dalam segala hal.
Leo tidak hanya seorang dokter, dia juga pandai memasak bahkan dia adalah seorang dengan sejuta bakat.
"Pak, saya pesan dua." ucap Leo pada bapak pedagang mie.
"Baik Tuan, silahkan duduk dulu." Santun pedagang tersebut.
Risa duduk di sebuah kursi panjang, namun saat dia melihat tikar di gelar di bawah pohon dirinya tersenyum simpul...
"Jika anda ingin singgah disana tidak apa-apa Tuan, nanti saya akan antarkan pesanannya kesana." ucap bapak penjual mie.
"Baiklah kalau begitu..." Leo beranjak dari duduk lalu melangkah menuju tempat yang Risa inginkan.
"Wah....indah sekali." Risa menatap takjub atas keindahan alam yang di suguhkan di teman itu.
"Apa aku bilang, disini tidak kalah syahdu dari tempat lain kan?." Leo menatap indah wajah Risa penuh bahagia.
"Iya, ini sungguh luar biasa." Sekejap Risa menutup mata menikmati keindahan dan menghirup udara segar.
__ADS_1
"Duduklah..." Ucap Leo.
"Jadi ingin berlama-lama disini." ucap Risa sembari duduk di samping Leo.
"Tempat ini sangat nyaman, aku sering datang ke sini saat pikiran dan hati sedang kacau. terkadang aku menghabiskan waktu disini saat aku gagal menyelamatkan beberapa nyawa. rasanya begitu berat bagi seorang sepertiku.." Nampak murung wajah Leo saat ini, segala hal yang ada dalam dirinya sengaja dia tunjukkan kepada Risa supaya dia bisa memberi peluang untuk Risa mengenal dirinya dengan baik.
"Profesi kamu sangat mulia di bandingkan dengan apa pun, kamu berjuang demi raga yang lain. jika beberapa dari mereka tidak bisa bertahan dalam sakit, maka itu bukan salah kamu. melainkan itu takdir Tuhan untuk memberikan kesembuhan total untuk sang penderita." jelas Risa dengan memberi dukungan mental.
"Kamu benar! tapi kadang kala aku merasa tidak nyaman dengan profesi ini." Lirih Leo.
"Kenapa seperti itu?." heran Risa.
"Ahhh...sudahlah! kita bahas lain kali saja. itu mie ayam sudah datang."
"Silahkan..." ucap bapak penjual mie ayam.
Dua mangkuk mie ayam serta dua gelas teh hangat sudah berada di depan mereka...
"Hemmmm....aroma ini lezat sekali." Risa menikmati aroma khas dari mie ayam.
"Sini biar aku tuangkan saus..." Leo meraih mangkuk milik Risa lalu memberikan sedikit saus.
"Makasih...."
Leo mengangguk, mereka menikmati mie ayam dengan penuh kenikmatan.
__ADS_1
kuah kaldu ayam di campur dengan pedas manis saus membuat lidah mereka menari-nari di dalam mulut.