HASRAT

HASRAT
SEASON 2 tentang leo


__ADS_3

Kring.....


alarm berbunyi begitu nyaring membuat Leo berusaha membuka mata.


"Berisik sekali..." Lirih Leo sembari meraih jam di atas meja.


Namun Leo kembali tertidur pulas, tenggelam dalam pulau mimpi beserta semua keindahan yang dia dapat...


keindahan itu membuah Leo tidak ingin lagi untuk terbangun, hingga pada akhirnya ponselnya berdering dengan sangat keras.


"Siapa sih....." Cetus Leo.


"Astaga, kalau begitu tunggu sebentar lagi, aku segera datang." Leo pun berlari menuju kamar mandi "Kenapa aku bisa kesiangan sih..."


Tak berapa lama Leo selesai mandi, dia bergegas untuk berganti pakaian lalu berlari keluar...


"Oh Tuhan....kuncinya tertinggal." Leo menepuk kening seraya berlari kembali dalam kamar.


beberapa saat kemudian Leo keluar dengan kepanikan yang nampak di wajahnya.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, pikiran Leo saat itu terfokus pada seorang pasien yang sangat membutuhkan bantuannya.


saat mobil melaju dengan cepatnya Leo tiba-tiba di kejutkan dengan sekumpulan orang yang mendadak menyeberang....


"Ahhhhhhh......"


Demi menghindari pejalan kaki yang tengah menyeberang, Leo memutar kendali hingga mobilnya menabrak bahu jalan.

__ADS_1


"Ayo kita tolong dia..." ucap salah seorang yang membantu mengeluarkan tubuh Leo.


terdengar suara bising dari banyaknya orang yang datang melihat tragedi itu, tubuh Leo lemas, mata terpejam menahan rasa sakit yang kini dia rasa, darah pun bercucuran keluar hingga mengotori kemeja yang tengah Leo kenakan.


beberapa saat setelah kejadian itu, Leo di bawa ke Rumah sakit....


Leo di rawat dengan semua luka di tubuhnya terutama pada bagian kepala.


benturan keras yang terjadi membuat dia tidak sadarkan diri hingga beberapa hari.


"Leo, bangun! ku mohon."


isak tangis seseorang terdengar samar-samar. Leo mencoba membuka mata perlahan, sangat berat baginya untuk membuka mata...


rasa sakit pada seluruh tubuh membuat dia bagaikan seorang yang lumpuh, anggota tubuhnya sangat sulit untuk di gerakkan.


"Criztine..." Satu nama yang pertama kali dia sebut membuat wanita itu terkejut dengan kembali sadarnya Leo.


"Ini aku bukan Criztine." ucap Seorang wanita dengan memeluk tangan Leo.


"Kamu disini?."


Hanya anggukan kepala dengan senyuman manis di bibir yang mewakili jawaban wanita tersebut.


akan tetapi ada sebuah luka terpendam dalam hati wanita itu, beberapa hari dia selalu mendengar nama Criztine yang keluar dari mulut Leo, meski dalam kondisi tidak sadarkan diri.


"Kenapa aku bisa berada di tempat ini?." Tanya Leo dengan memandang sisi ruangan yang berwarna putih.

__ADS_1


"Dasar bodoh! tentu saja kamu disini karena kecerobohan kamu sendiri."


Leo tersenyum tipis melihat wajah wanita itu manyun.


"Maafkan aku, pasti kamu kerepotan mengurus diriku."


"Benar! maka dari itu kamu harus membayarnya setelah kamu sembuh..."


"Terima kasih Marisa. aku akan segera membayar semua waktu kamu yang terbuang sia-sia untuk diriku." Lirih Leo dengan menahan rasa sakit pada bagian kepala.


"Tidak usah sungkan begitu. jangan banyak bicara dulu, kamu harus banyak istirahat supaya lekas sembuh." Risa menatap mata Leo.


semua kesakitan terlihat jelas di mata Leo


senyum berat yang dia paksakan untuk menutupi rasa sakit bada fisiknya.


"Maaf saya mengganggu, sudah waktunya Tuan Leo untuk kami periksa kembali." datanglah seorang dokter muda beserta para anggota medis.


"Kalau begitu aku keluar dulu..." Risa melangkah pergi.


"Ternyata seorang dokter ternama masih mempan dengan luka..." ucap dokter tersebut.


"Namanya musibah tidak kenal apa pangkat mereka bukan?." Cetus Leo.


"Setelah kepergian dia nampaknya kamu jadi kurang baik..." Dokter itu mengembangkan senyum dengan melakukan semua tugasnya.


"Banyak bicara pak Dokter ini, bisa fokus tidak? jangan sampai salah syaraf ya."

__ADS_1


Semua anggota medis terkikik geli melihat kedua dokter syaraf saling melempar banyolan yang membuat mereka tidak kuasa menahan tawa.


__ADS_2