HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 273


__ADS_3

Bunga mawar terlihat indah dan baunya harum. Tapi di balik keindahan itu dia menyimpan sebuah jebakan dalam dirinya tuk melindungi diri. Jika ingin memetik bunganya tanpa tersentuh duri harus mencari cara jitu supaya terhindar dari para duri duri tajam itu. Meski butuh perjuangan tinggi tapi hasilnya sangat memuaskan. Harumnya membangkitkan semangat diri. Bunga mawar melambangkan keberanian dalam asmara. Namun di balik semua itu terselip kisah pilu saat kalian salah memetiknya.


Kenapa cinta selalu di lambangkan bunga mawar?


Jawabannya adalah karena cinta itu di lindungi bukan di biarkan. Cinta itu harum pada masanya bukan habis manis sepah di buang.


Banyak para lelaki membawa bunga tersebut dengan instan, misal beli di toko bunga. Namun para lelaki tidak tau bagaimana memetik bunga mawar tanpa harus menyentuh durinya.


Itu artinya mereka yang tidak mau berjuang demi mendapat indah masa depan, pasti akan meninggalkan saat bosan. Tapi, bagi mereka yang sabar dan bisa merawatnya dengan baik pasti mereka enggan tuk melepaskan, karena mereka mengingat tiap detik tiap menit kesulitan itu...


Sama halnya seperti Cinta Lily. Semakin lama di ulur semakin indah pula. Namun Rasa cinta itu di tepis Raka karena baginya sulit menggantikan posisi Gea dalam hatinya. Tidak ada wanita seindah diri adik cantiknya tersebut. Tapi Raka tidak pernah memungkiri bahwa perlahan Hatinya membuka ruang untuk Lily dan putranya.


Seperti hari ini, Raka mengajak Lily dan Gilang menghadiri sebuah acara pesta di sebuah gedung mewah di kotanya. Mereka memakai baju senada memperlihatkan kepemilikan diri.


" Papi....Gilang mau itu" Rengek bocah yang saat ini menggandeng tangannya.


Raka menggeleng kepala saat Gilang meminta sebuah kue besar dengan berhias tulisan tangan nan indah.


" Tidak boleh. Sebelum pengantinnya datang kita tidak di perbolehkan makan kue itu..." Raka mengusap pelan kepala Gilang seraya merapihkan dasi kupu kupu milik putranya itu.

__ADS_1


" Siapa yang mau menikah?" Tanya Lily penasaran. Dia tidak tau bahwa Raka membawanya dalam acara pernikahan, karena Raka tidak memberi taunya.


" David?"


" Apa?" Ucap Lily dan Gilang serempak. Mereka tak menyangka bahwa acara ini adalah pernikahan David.


" Gilang...." Teriak Lily saat putranya berlari menaiki anak tangga.


" Biarkan saja." Raka menghentikan langkah Lily, karena dia tau Gilang kecewa atas pernikahan David. Sebenarnya Raka tau jika Gilang lebih ingin menjadi anak dari David di banding dia, tapi Raka tidak mau apa yang menurutnya indah lepas dari pandangan begitu saja.


" Tapi...." Belum sempat Lily berucap, matanya di kejutnya atas kedatangan sepasang suami istri yang bergandeng tangan mesra memasuki ruangan.


" Bang Raka..." Panggil Gea dari kejauhan.


" Halo, Honey..." Tanpa perduli dengan Lily, Raka berjalan menghampiri adik tercintanya.


" Aku merindukan kamu, sayang." Dengan mengecup kening adiknya lalu memeluknya erat. Sebenarnya Dimas marah atas kelakuan Raka itu, tapi dia sadar bahwa hubungan kedua saudara itu memanglah seperti itu.


" Kalian tidak memberi kabar kalau mau datang ke sini? tau begitu abang bisa menjemput Tuan Putri cantik ini." Mencubit dagu Gea dengan gemas.

__ADS_1


" Kejutan dong..." Ucap Gea dengan melepas pelukan Abangnya. Dia tau saat ini Dimas tidak suka kelakuan mereka berdua, karena sedari tadi Dimas hanya diam dengan membuang pandang.


" Kamu apa kabar?" Tanya Lily sembari menjulurkan tangan di hadapan Dimas.


" Baik. Di mana Gilang? aku sangat merindukan dia.." Dengan menjabat tangan Lily, Dimas mencari sosok putranya tersebut.


" Dia marah." Sambung Raka.


" Marah?"


" Iya. Dia marah karena David mau menikah." Jelas Raka dengan menunjuk sebuah anak tangga yang ada di pojok ruangan, memberi tau keberadaan putra Dimas.


" Kalau begitu aku susul Gilang dulu, ya?"


" Sayang, ikut." Dengan cepat Gea meraih lengan suaminya, bermanja di depan abang ada kakak iparnya.


" Baiklah, kamu boleh ikut..." Segera mereka meninggalkan Raka dan Lily lalu menuju anak tangga.


" Kamu kenapa?" Tanya Raka saat melihat Lily menundukkan kepala.

__ADS_1


" Tak apa. Hanya sedikit pusing saja. Aku ke kamar mandi dulu, ya.." Tanpa tunggu lama Lily menuju kamar mandi. Dia meluapkan segala lara dalam hatinya saat ini.


__ADS_2