HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 222


__ADS_3

Setelah hampir tiga hari berada di Eropa, kini Dimas beserta Jimmy dan Kania, kembali ke Indonesia.


Mereka bertiga harus segera kembali, karena banyaknya pekerjaan yang harus mereka tangani, terlebih lagi Jimmy memegang kendali atas perusahaan Revaldi.


" Hati-hati..." Lantang Leo dengan melambaikan tangan. Dirinya hanya mengantar sampai depan bandara, karena dia masih ada acara dengan keluarga besar Tunangannya.


Tak berapa lama mereka terbang menuju tanah kelahiran, Tanah Air Indonesia.


Sesampainya di bandara Indonesia, Jimmy pamit untuk pulang lebih dulu, sebab Kania mengalami pusing, dan ingin segera pulang.


" Sekarang mereka bertiga mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing, sedangkan aku, masih bingung harus milih jalan mana yang nantinya akan aku ambil." Lirihnya sembari berjalan ke luar bandara.


Dimas menghubungi supir untuk menjemputnya....


" Segera ya pak."


Dimas menunggu cukup lama, hampir satu setengah jam, tapi pak supir belum kunjung datang.


" Kenapa lama sekali..." Kesal Dimas.


Tak berapa lama datanglah mobil mewah berwarna hitam pekat, berhenti di depannya.


Siapa dia?

__ADS_1


Dimas merasa asing melihat seorang wanita bercadar keluar dari mobil mewah tersebut, namun dia mengira wanita itu hanya kebetulan saja berhenti di depannya.


Wanita itu mendekati Dimas, sembari melepas cadar yang dia pakai.


" Aku kembali..."


Betapa terkejutnya Dimas sat itu, tidak di sangka wanita itu adalah Gea. " Kamu..." Dimas merasa asing dengan penampilannya saat ini, semuanya berubah.


" Masuk dulu..." Gea meraih tangan Dimas, lalu membawanya masuk ke dalam mobil sport miliknya. " Kamu yang nyetir..."


Dimas hanya mengikuti kemauan Wanita itu, dengan bertanya-tanya, Dimas menatap wajah Gea yang hanya terlihat dua matanya saja.


Sungguh, tidak di sangka...


Segera mobil keluar dari tempat itu, menuju rumah, di sepanjang perjalanan, Gea terdiam dan hanya melihat ke luar kaca mobil.


" Kamu terlihat berubah."


Gea memandang wajah Dimas dengan melukiskan senyum. " Semoga saja seperti itu..." Satu tangannya mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang dia pakai.


" Astaga, sepertinya kamu masih sama." Ucap Dimas, ketika melihat peralatan Make up yang Gea keluarkan.


" Sekali-kali berhias untuk calon suami, apa salahnya?." Perlahan, Gea merias wajahnya dengan indah dan menawan.

__ADS_1


Bibir tipis berwarna merah muda, membuat pandangan Dimas tidak tentu arah.


" Aduh....hati-hati dong." kesal Gea, ketika mobil sedikit meleset dari jalurnya.


" Ck, ck, ck..." Dimas berdecak heran mendapati sikap Gea yang seketika berubah bagaikan bunglon, dimana bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar.


" Kenapa?."


" Tidak ada!." Ucap Dimas, kembali fokus pada jalanan padat di depannya.


" Oh, iya. Sejak japan kamu pulang?."


" Sudah dari dua hari lalu. Aku sengaja pulang cepat untuk memberi kejutan padamu, tapi kata Tante Fita, kamu sedang menghadiri pertunangan Leo." Wajah penuh sinar, kini redup sejenak.


Melihat reaksi Gea, membuat Dimas menepikan mobil.


" Kamu masih merasa sakit?." Dimas meraih wajah Gea. " Aku paham dengan perasaan kamu saat ini..."


" Aku hanya...." Belum sempat Gea menjelaskan semuanya, Dimas lebih dulu membungkam mulutnya. " Ijinkan aku mengisi hati mu."


Kebimbangan di hati Dimas seolah sirna begitu saja, harapan untuk membenahi kehidupan Gea mengajaknya melangkah lebih jauh.." Tapi aku butuh waktu, untuk mencintai kamu sepenuhnya. Apakah kamu bersedia menerima ku?."


Mata Gea berkaca-kaca, entah perasaan apa yang membuatnya seperti itu, namun satu kepastian, Gea sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2