HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 90


__ADS_3

CRIZTINE.....


Kembali melangkah kaki di rumah orang tua.


tak pernah terpikir di benak Criztine bahwa dia akan secepat ini kembali ke pangkuan Ayahnya, Criztine merasa sangat malu karna dia gagal untuk mempertahankan ikatan suci perkawinan mereka.


"Ayah mohon maafkan aku..." criztine berlutut di hadapan sang ayah.


"Berdirilah nak. ayah tidak menyalahkan kamu, semua kesakitan dan kesulitan kamu adalah karna ayah, yang menukar anak kesayangan ayah dengan materi. semua penderitaan mu akan ayah akhiri nak....!" ucap Indra( ayah criztine).


"Semua ini bukan salah ayah, percayalah criztine baik-baik saja...!" Criztine berusaha tersenyum.


"Menangis lah sayang. jangan bersembunyi di balik senyum manis mu itu, ayah lebih mengenal dirimu dari siapa pun...." Indra memeluk anak gadisnya.


Hik hik...


"Ayah aku sudah gagal....!" lirih Criztine


"Bukan kamu yang gagal, tapi suami kamu yang telah buta dengan menyia-yiakan gadis cantik dan tulus seperti kamu...." ucap Indra dengan mengusap kepala Criztine.


"Ayah jika nanti Opa Hendardi mencabut aliran dana di perusahan kita, maka kita akan mengalami kemunduran..." Criztine menatap wajah Indra dengan penuh rasa bersalah.


"Tak apa nak! sekarang ayah sudah tidak ingin mementingkan hal lain selain dirimu. kita hidup sederhana asal kita bahagia maka semua akan menjadi sempurna...Tapi kita juga tidak boleh menyerah begitu saja, kita pasti bisa berdiri di atas kaki kita sendiri tanpa harus terus menerus menopang pada alas kaki orang lain. Ayah juga percaya pada semua pekerja di perusahaan, asal ayah bisa melihat senyuman putri cantik ini, maka ayah yakin ayah pasti bisa....!!" Indra mengusap kepala Criztine.


Mendengar semua kalimat Indra, membuat hati Criztine sedih

__ADS_1


Dia mengingat betapa besar perjuangan sang ayah yang harus mengurus dirinya sedari lahir


kini dirinya akan menjadi beban berat lagi untuk sang ayah.


Criztine hidup hanya dengan Ayahnya saja, karna ibunya meninggal saat sedang melahirkan dirinya.


Criztine adalah anak tunggal, dia sering mengalami kepahitan dalam hidupnya.


"Yah, aku mau ke kamar dulu..." Pamit Criztine dan berjalan menjauhi Indra.


Indra hanya mengangguk dan menatap kepergian sang anak.


"Aku yang sudah membesarkan kamu dengan tangan ini, dengan tenaga ini, bahkan dengan raga yang tidak muda lagi....tapi dengan bodohnya aku memberikan putri ku pada orang lain demi aliran dana ke perusahaan. ayah macam apa aku ini...?" Indra memukul dirinya sendiri dan menangis.


Di sisi lain...


Dia meraih ponselnya dan ada banyak panggilan masuk dari Leo...


Leo meminta Criztine untuk menemui dia di Cafe Green garden.


Criztine pun mengiyakan ajakan Leo...


tak berapa lama Criztine pun keluar kamar dengan berpakaian rapi.


Indar yang sudah menyadari kehadiran sang anak, dengan cepat dia mengusap air mata di pipinya....

__ADS_1


"Ayah, Criz minta ijin untuk bertemu teman di Cafe green garden...criz akan segera kembali.." Teriak Criz dari kejauhan.


"Hati-hati nak, jangan lupa untuk bahagia...." jawab Indra.


Cristine mengacungkan jempol dengan berlari-lari kecil


dia pun menuju tempat dimana Leo berada dengan mengendarai mobil Ayahnya.


"Sudah lama kamu....?" ucap Criztine dengan menepuk pundak Leo.


'"Baru saja. ada hal yang ingin aku katakan padamu..." lirih Leo dengan mengeluarkan sebuah bunga mawar di hadapan Criztine.


"Criz....selama ini aku masih menyimpan perasaan yang sama seperti 4 tahun yang lalu...maukah kamu menerima cinta ku kembali?" Leo berjongkok di hadapan Criztine dengan mengeluarkan sebuah cincin berlian.


"Maaf aku tidak bisa. status ku saat ini masih istri sah dari sahabat kamu, dan aku tidak ingin mengulangi semua yang pernah kita lalui di masa dulu....cukup jadikan masa lalu sebagai perjalanan hidup, bukan tempat untuk kembali. aku sudah mengubur semua kenangan kita bersama dengan berjalannya waktu..." jelas Criztine.


"Dulu aku yang salah, telah meninggalkan kamu demi orang tuaku, tapi sekarang aku sadar kamu pantas untuk di perjuangkan...mari kita berjuang bersama, ku mohon beri aku kesempatan meski bukan yang pertama ataupun yang kedua. tapi aku ingin kamu tetap membuka jalan untuk diriku...!!?" Leo memohon pada Criztine dengan wajah yang sangat menyedihkan.


"Untuk saat ini aku tidak ingin membahas masalah cinta. jika tidak ada hal lain aku pamit pulang..." criztine pun meninggalkan Leo.


criztine tidak menyangka bahwa dia akan di pertemukan dengan Leo sang mantan kekasih yang dulunya pernah menyakiti hati dan perasaanya.


Kisah cinta mereka terhalang oleh restu dari keluarga Leo yang tidak setuju dengan hubungan mereka..


Rasa sakit hatinya Criztine saat di tinggalkan begitu saja tanpa ada kejelasan tentang hubungan mereka.

__ADS_1


membuat Criztine mengambil keputusan bahwa dia sudah menganggap kepergian Leo adalah awal kandasnya hubungan mereka.


__ADS_2