HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 123


__ADS_3

Kabar duka.


Dokter yang menangani Rikardo keluar dengan menundukkan kepala..


"Mohon maaf saya sudah berusaha semampu saya, tapi tuhan berkehendak lain...." lirih sang Dokter.


Mendengar kenyataan itu membuat Tasya mematung, sekujur tubuhnya merasa lemas dan dia pun tak dapat menjaga keseimbangan tubuh dia pun jatuh pingsan...


"Mami bangun, mami...." Revaldi menghuyung tubuh ibundanya.


"Dokter bantu mami saya...." ucap Revaldi dengan membopong tubuh Tasya ke ruang rawat.


Riko segera berlari ke ruangan Rikardo.


Dia menatap tubuh Rikardo yang sudah terbujur kaku dengan rasa bersalah dia pun meneteskan air mata.


"Sob, maaf jika selama ini aku belum bisa merelakan Tasya bersama mu. aku mohon maaf sob...." Riko membisikan kalimat terakhirnya untuk Rikardo.


Saat tubuh Rikardo hendak di pindahkan ke ruang mayat, Riko mengirim pesan singkat pada Revaldi untuk memberi tau bahwa Jenazah sudah di pindahkan ke ruang mayat.


Tak berapa lama Revaldi datang dengan berderai air mata...

__ADS_1


"Ayah....." Revaldi menjerit saat melihat tubuh sang ayah yang sudah tidak bernyawa lagi.


"Revaldi sabar nak, jangan memberatkan langkah Ayah mu untuk menuju sisi sang pencipta...." Riko berusaha menenangkan sang anak.


"Ayah terima kasih karna ayah sudah membesarkan aku dengan kasih sayang yang tulus, Ayah adalah malaikat ku dan Ayah juga pelindungku, Ayah akan selalu menjadi orang yang paling Revaldi sayang, Ayah selamat jalan istirahatlah dengan tenang...." Bisik Revaldi di telinga sang ayah.


Dia pun mencium pipi kening dan juga tangan sang Ayah sebelum dia benar-benar tidak akan bisa menyentuh tubuh Ayahnya.


"Kembalilah ke pangkuan yang kuasa dengan tenang, aku yakin Ayah akan mendapat tempat terindah di sisi sang pencipta. Ayah, aku tidak akan pernah melupakan semua jasa-jasa mu....." revaldi memeluk tubuh Rikardo dengan berderai air mata.


"Nak tolong jangan meneteskan air mata di tubuh Ayah mu itu tidak baik nak...." lirih Riko


Revaldi meluap karna dia belum bisa menerima semua kenyataan ini.


"Mas Rikardo....."


Tiba-tiba Tasya berlari dan memeluk tubuh suami nya.


"Mas kenapa kamu tinggalkan aku? apa mas tidak kasihan dengan aku dan juga anak-anak yang masih butuh diri mu? mas cepat bangun..." Tasya menghuyung tubuh Rikardo.


"Tasya ikhlas kan biar suami kamu tenang di alam sana..." Riko mendekati Tasya.

__ADS_1


hik hik..


"Mas bangun...." Tasya teriak histeris


dengan sigap Riko memeluk nya dan membawa Tasya keluar dari ruangan..


"Mas suami ku telah tiada...." Lirih Tasya.


"Sabar Sya kamu harus kuat demi anak-anak kamu..." lirih Riko dengan mengusap air mata Tasya.


"Anak? mas dimana April? aku sampai melupakan dia...." ucap Tasya penuh ke khawatiran.


"Tenang dulu, April sudah di antarkan oleh supir pulang biar Criztine yang menenangkan dia, kami tidak usah cemas...." ucap Riko dengan lembut.


"Mas aku tidak menyangka bahwa suami ku akan pergi meninggalkan aku secepat ini...." Tasya menyenderkan kepala di bahu Riko.


"Ini sudah takdir dari yang maha kuasa. kamu tau? hidup manusia itu milik tuhan, jika dia mengambil hamba nya saat ini juga maka dia sangat menyayangi manusia itu. dan Rikardo adalah orang yang berhati baik dan juga suci, kini dia di ambil kembali. tolong jangan berlarut dalam kesedihan ini, supaya Rikardo pergi tanpa beban...." Jelas Riko dengan berusaha menguatkan hati Tasya yang saat ini sedang lemah.


Tasya terdiam dan entah hatinya mulai sedikit tenang.


Riko pun mengajak Tasya untuk kembali ke kamar mayat.....

__ADS_1


__ADS_2