
Rena....
dia penasaran dengan kegaduhan di luar sana
membuat dia bersama sahabatnya keluar dan betapa terkejutnya rena, saat mendapati papan pengumuman yang tertempel hasil usg Tasya...
seingat Rena, dia meletakkan di tas untuk di periksa ke aslian nya namun kenapa kertas itu terpampang di mading sekolah
Rena berlari mencari keberadaan Tasya namun dia tak kunjung menemukan nya
hingga telinga Rena mendengar bahwa Tasya di bawa pergi oleh ketua osis dari sekolah lain.
ada juga yang bilang bahwa Rikardo adalah ayah dari anak yang di kandung Tasya....
memdengar kalimat demi kalimat yang simpang siur di sekolahan nya membuat Rena merasa bersalah.....
Namun ada suatu kejanggalan yang Rena rasakan
bukankah Tasya baru satu, dua bulan ini dia mengenal Rikardo
namun mengapa hasil usg menunjuk kan usia kandungan Tasya sudah berkisar 4 bulanan
anak siapakah yang Tasya kandung saat ini..
Namun dia tak begitu mempermasalahkan itu saat ini yang menjadi beban nya adalah karna keteledoran nya sehingga membuat petaka bagi Tasya...
Rena meraih kertas itu dan mencabik-cabik nya menjadi serpihan-serpihan kecil
Rena menangis membayangkan betapa sedih nya Tasya saat ini, Rena terus memaki dirinya sendiri karna rasa bersalah nya yang amat teramat besar..
__ADS_1
dia menghubungi Tasya berulang kali bahkan ratusan kali namun dia tak mendapat respon dari Tasya sedikit pun.
Rena berlari ke parkiran
dia melihat Riko duduk dan menangis di sana
"Bang ....Tasya!!" Rena berjalan mendekat pada abang nya
"Semua salah abang Ren...." Riko memeluk tubuh Rena dengan tangis yang membanjiri bahu adiknya.
Rena tertegun mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut sang kakak
dia mengira bahwa yang menempelkan kertas itu adalah abang nya
"Jadi abang yang menempel hasil usg Tasya di mading sekolah? abang jahat sekali!!!" Rena berlari dan menangis meratapi nasib Tasya saat ini.
"Bagaimana mungkin aku melakukan itu...karna di dalam perut Tasya itu adalah anak ku darah daging ku sendiri" lirih Riko dengan tangisnya.
Riko pergi mencari Tasya ke rumah nya, dia tak mendapati keberadaan Tasya di sana...
bahkan pintu masih tertutup rapat
Riko bergegas ke sekolah Rikardo dia berharap bisa menemukan Tasya di sana.
Namun semua sia-sia, tak ada satu pun siswa yang mengetahui keberadaan Rikardo
bahkan ada juga yang bilang Rikardo pindah sekolah dan lain lain...
Riko memberanikan diri untuk bertanya ke ruang guru
__ADS_1
namun kata wali kelasnya beberapa jam yang lalu rikardo telah mengirim surat pindah sekolah
Riko sangat frustasi mendengar bahwa Rikardo telah pindah ke luar kota
dia takut jika Tasya di bawa pergi oleh nya...
Riko terus mencarinya hingga malam menjelang dia tak kunjung mendapatkan keberadaan Tasya...
Riko mengirim pesan begitu banyak dan menghubungi Tasya ribuan kali
namun tak ada satu pun jawaban darinya.
Malam sudah larut Riko memilih untuk kembali ke rumah.
namun saat di di depan rumah, Riko menatap ke arah rumah Tasya dan entah bagaimana tubuhnya berjalan begitu saja ke depan rumah Tasya....
dia membuka pintu rumah Tasya dengan kunci duplikasi yang dia buat jauh-jauh hari sebelum kejadian ini terjadi...
Riko melangkahkan kaki nya ke kamar Tasya
dan betapa sakitnya Riko saat dia tak mendapati Tasya di sana...
"Semua salah ku Sya...jika saja aku punya keberanian untuk mengakui kamu dan anak kita di depan umum, pastilah kamu masih berada di sini....di dekat ku"
Riko mengais sesenggukan dan dia menatap foto Tasya yang berada di dinding kamar Tasya
Riko meraih foto itu dan memeluk nya dengan erat
Riko menghempaskan tubuhnya ke kasur Tasya..
__ADS_1
mengingat sudah banyak penderitaan yang dia berikan kepada Tasya, Riko memeluk foto Tasya...
Entah dari kapan Riko pun tertidur pulas di sana....