
PERNIKAHAN....
Beberapa hari telah berlalu, tibalah saatnya pernikahan berlangsung.
pagi itu Revaldi tampak tidak bersemangat
seolah dia adlah raga yang tak bernyawa.
"Sayang kamu sudah siap nak....??" ucap Tasya selaku ibu kandung Revaldi
"Hemmmm..."
Tasya merasa kurang menyukai sikap sang anak akhir-akhir ini, Revaldi berubah total, dia yang ceria, baik hati, banyak senyum dan juga terbuka kepada maminya sekarang menjadi seseorang yang lain.
"Kamu kenapa nak??" Tasya pun duduk di samping Revaldi
"Aku tidak apa-apa mi!!" jelas Revaldi
"Mami yang melahirkan kamu, jadi mami tau jika sikap kamu ini menandakan ketidaksukaan kamu terhadap perjodohan ini kan!!!?" Tasya menatap tajam mata sang anak
"Jika boleh aku di ijinkan untuk menolak, maka aku sudah menolak ini mi!!...aku ingin memilih semua yang aku mau, bukan selalu di pilihkan seperti sekarang ini. aku mau mencari tulang rusuk ku sendiri, tapi kenapa Opa begitu saja menjodohkan aku dengan gadis yang tidak aku sukai...."jelas Revaldi
"Mami juga tidak bisa melawan Opa mu nak, bagaimana pun dia adlah orang yang membantu kamu menjadi seperti sekarang ini...cobalah untuk menerima Criztine nak. kenali dia lebih dalam lagi, perlahan pasti kamu akan menyukai dia!!" Tasya mengusap pundak anak lelakinya itu.
Revaldi terdiam.
Tok tok....
"Revaldi kamu sudah siap??.. ayo kita keluar" ucap Hendardi
"Baik Opa Revaldi akan segera turun dengan mami" jawab Revaldi
Hendardi pun kembali.
__ADS_1
"Ayo sayang mami akan antarkan kamu ke bawah, jangan perlihatkan wajah muram kamu di hadapan para tamu undangan" jelas Tasya
Revaldi mengangguk..
Dengan di iringi sang ibunda, Revaldi menuju kursi pelaminan
dimana sang mempelai wanita sudah lebih dulu berada di sana
"Lebarkan senyum nak, jangan kaku seperti itu!!" jelas Tasya
Revaldi pun menuruti semua permintaan dari sang ibunda.
Saat revaldi duduk di kursi pelaminan Criztine melirik Revaldi
dia sangat bahagia bisa mendapatkan suami seperti dirinya, cinta pada pandangan pertama layak di berikan Criztine pada Revaldi.
Upacara pernikahan pun di mulai
"Serasi sekali ya, sampai iri melihatnya" cetus salah satu tamu undangan
Beberapa jam berlalu dan acara pun telah usai
para tamu undangan sudah meninggalkan rumah mereka
"Revaldi bawa istrimu istirahat..." ucap Hendardi
Revaldi hanya mengangguk dan mereka pun menuju kamar Revaldi
Hati Criz merasa sedikit gelisah, dia gemetar saat masuk ke dalam kamar Revaldi..
Revaldi terkejut melihat ranjangnya yang di penuhi kelopak bunga mawar
dia marah dan membuang semua bunga yang ada di atas ranjang.
__ADS_1
"Siapa orang yang berani mengotori tempat tidur saya..." Bentak Revaldi pada asisten rumah tangga
"Maaf tuan muda, kami hanya di suruh oleh tuan besar saja..." jelas kepala pelayan disana
"Lain kali jika kalian ingin berbuat sesuatu si ranjang saya, maka ijin dulu pada saya..." maki Revaldi
Cristine yang melihat suaminya murka, membuat dia ketakutan
"Kamu masuk kamar!!" Bentak Revaldi
Criztine pun masuk dan berganti pakaian
dia duduk di tepi ranjang menunggu kedatangan sang suami..
Tiba-tiba Revaldi datang dengan wajah yang kusut
dia menghempaskan tubuh di atas ranjang
tanpa perduli dengan Criz yang berada di sampingnya
Revaldi pun tidur dengan membelakangi Criz
malam pertama yang seharusnya penuh dengan cinta kina hanya ada keheningan diantara mereka.
Revaldi sangat membenci Criztine, dia seolah meras jijik untuk menatap istrinya sendiri
bahkan untuk menyentuh pun dia tidak sudi
Criztine menatap punggung sang suami dengan berderai air mata
dia merasa sakit hati atas sikap dingin dari Revaldi
dia hanya mampu berdoa, agar suatu saat nanti Revaldi mau membuka hatinya untuk Criz dan mau menerima Criz dengan segala kekurangan dan kelebihan dia...
__ADS_1