HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 118


__ADS_3

Beberapa hari setelah kepergian Risa...


Kehidupan penuh cinta yang kini mereka rasakan...


hari demi hari Revaldi semakin memanjakan Criztine dengan berbagai cara dia lakukan setiap harinya untuk membahagiakan sang istri tercinta.


hingga suatu ketika Revaldi mendapat Telepon dari Opa Hendardi, yang menanyakan tentang cicit dan seketika itu Revaldi terdiam dia tak tau harus menjawab apa, karna dia juga sampai melupakan masalah anak.


"Semua ini karna aku terlalu sibuk dengan urusan masa lalu. hingga aku tidak memikirkan tentang momongan, semoga saja aku segera di beri kepercayaan untuk merawat dan menjaga seorang anak...." gumam Revaldi.


"Mas, Opa bilang apa?" ucap Criztine dengan duduk di samping suaminya.


"Emmm, Opa menanyakan soal Cicit.." Revaldi menatap sendu wajah sang istri.


"Maafkan aku ya mas. sebenarnya aku..." Criztine tertunduk


"Ada apa dengan kamu sayang? maaf jika aku menyinggung perasaan mu, tolong jangan sedih ya sayang..." Revaldi memeluk Criztine dengan rasa bersalah.


"Sebenarnya aku sudah telat 2 bulan mas..." bisik Criztine.


"Apa? kamu telat dua bulan? kenapa tidak bilang pada ku, ayo kita ke dokter sekarang..." Revaldi sangat bahagia dengan ucapan sang istri.

__ADS_1


"Tapi aku takut jika nanti aku akan mengecewakan kamu mas, apa kamu siap dengan semua jawaban dari dokter??" Lirih Criztine.


"Apa pun jawabannya akan aku terima sayang. tapi kita harus periksa dulu biar tau lebih jelas...." Revaldi mencium kening Criztine, berniat untuk meyakinkan sang istri bahwa dirinya siap dengan apa pun yang Tuhan gariskan.


"Ya sudah mas aku siap-siap dulu..." ucap Criztine dengan melepaskan pelukan sang suami.


Revaldi hanya tersenyum, dia sangat tidak sabar dengan kabar baik yang akan membuat dia bahagia.


tapi dia juga tidak akan sedih seandainya Criztine di nyatakan belum hamil, dia percaya bahwa jalan Tuhan itu indah.


Tak berapa lama mereka pun menuju rumah sakit, dan Criztine pun menjalani beberapa tes...


"Selamat Tuan Re, anda akan segera menjadi seorang ayah..." ucap sang dokter dengan menjabat tangan Revaldi.


"Jadi istri saya benar hamil dok? terima kasih tuhan. astaga aku sangat senang sekali sayang...emuah" Revaldi sangat bahagia hingga melampaui batas, dia mencium sang istri di depan Dokter.


"Ehem...kalau begitu saya permisi dulu tuan, nyonya..." Sang Dokter pun tersenyum geli dengan tingkah Revaldi.


"Mas, kamu membuat ku malu di depan Dokter Wina.." Cetus Criztine dengan wajah yang cemberut.


"Memang kenapa? toh aku mencium istri ku sendiri, aku kan lagi bahagia sayang. oh iya, kok kamu tidak terkejut dengan hasil ini sayang? apa kamu tidak senang dengan kehamilan kamu ini?" Revaldi menatap tajam mata sang istri.

__ADS_1


"Sebenarnya aku sudah tau mas, aku sudah tes sendiri kemarin dan hasilnya positif. cuma aku takut jika aku salah kira, jadi aku tidak berani memberi tau kamu. maafkan aku ya mas..." jelas Criztine dengan menyentuh pipi Revaldi.


"Aku tidak akan marah sayang ku..." Revaldi menggandeng sang istri untuk keluar dari ruangan.


"Mas jangan perlakukan aku seperti orang sakit, aku malu di lihat sama semua orang..." bisik Criztine


"Biar saja. aku hanya tidak ingin anak dan istri ku terluka sedikit pun, aku tidak perduli dengan mereka semua..." ucap Revaldi


Mereka pun kembali ke dalam mobil dan kembali pulang.


"Sayangnya ayah dan bunda lagi apa yah di dalam? apa kamu mendengar ayah nak.." Ucap revaldi dengan mengusap perut Criztine .


"Mas, aku sangat bahagia dengan hadiah yang tuhan kirim untuk ku. dan itu pun tidak hanya satu hadiah melainkan dua hadiah...." Criztine tersenyum manis.


"Kok dua, memangnya anak kita kembar sayang?." Revaldi seketika terkejut.


"Maksud aku begini mas, hadiah pertama adalah kamu dan yang kedua adalah anak kita ini...terima kasih ya mas sudah memilih aku untuk mendampingi hidup kamu." Criztine menangis bahagia.


"Aku yang seharusnya berterima kasih padamu, karna sudah terlalu banyak hal yang aku lakukan selama ini yang menyakiti hati kamu...aku sangat mencintai kalian." Revaldi memeluk sang istri dengan tangis kebahagiaan.


Sang supir pun ikut meneteskan air mata dengan kebahagiaan yang tuan nya dapatkan.

__ADS_1


__ADS_2