
" Anda terlalu banyak memuji pak. Oh, iya. bagaimana anda bisa tau tempat tinggal saya? saya dengar dari Gea, kalian tinggal di Luar negri."
" Oh....kami sengaja datang kesini karena mendengar anak kami menceritakan kamu sepanjang hari. Karena penasaran dengan kamu, maka kami memutuskan untuk berkunjung." ucap Hendarman.
Satu hal yang membuat Dimas heran adalah, kenapa dari awal sampai akhir, Ayah Gea memandang wajahnya dengan senyum.
" Cerita?."
Hendarman sedikit bersandar pada bahu sofa..." Taukah kamu? dari kecil sampai sekarang, Gea selalu mendapatkan apa yang dia mau. Hingga suatu ketika, Dia menyukai seorang Dokter yang bernama Leonard. Segala cara dan upaya telah kami lakukan untuk memenuhi keinginannya itu, tapi Dokter itu selalu menolak anak saya. Bahkan dengan penolakan itu, perlahan Gea berubah manjadi gadis jahat."
Sungguh berat bagi seorang Ayah melihat anaknya berkali-kali menelan kelukaan...
Tapi sebagai orang tua, tentu saja mereka mengusahakan demi melihat anaknya bahagia.
__ADS_1
Sejahat apapun seorang anak, tidak akan pernah merubah simpati dari kedua orang tuanya.
Mereka bukan tidak mampu mendidik anak, tapi mereka kalah dengan hati seorang remaja yang tengah terluka...
" Tapi setelah bertemu dengan kamu, Anak kami berusaha keras merubah diri. Bahkan dia hidup tanpa kemewahan, juga jauh dari kata cukup. Semua hal dalam dirinya perlahan berubah. Terkadang saya merasa gagal ketika melihat anak saya bisa di rubah oleh kamu, sedangkan saya tidak bisa merubahnya. Tapi kami sangat berterima kasih, nak Dimas." ucapan Hendarman terlihat sangat tulus.
"Bukan saya berjasa untuk putri anda pak, tapi semua itu tercapai karena niat Gea sendiri. Dan saya yakin, bahwa tidak akan ada kejahatan yang abadi di dunia ini. Batu saja bisa terkikis oleh air, apa lagi hati manusia." jelas Dimas.
Betapa terkejutnya Hendarman mendengar kalimat itu, sekian banyak lelaki yang pernah dekat dengan putrinya, baru kali ini Hendarman menemukan lelaki yang siap menerima masa lalu anaknya...
Sontak saja pembicaraan itu beralih menjadi keheningan sesaat. Bahasa mata diantara keduanya saling terhubung...
" Apakah anda bercanda Pak? karena baru kali ini saya mendapati keluarga wanita melamar seorang lelaki." ucap Dimas.
__ADS_1
" Tidak masalah bagi saya, asal kamu mau menikah dengan Gea. Bagaimana?." Hendarman mencoba meyakinkan Dimas. Keinginannya untuk menjadikan Dimas menantu membuat seorang kaya seperti Hendarman menyempatkan diri datang ke rumah Dimas.
" Bukan saya tidak mau, hanya saja saya dan Gea hanya berteman tidak lebih dari itu." Jelas Dimas.
Hendarman sedikit kecewa atas jawaban Dimas. Mungkin dia harus menunggu sampai mereka benar-benar jujur pada hati mereka masing-masing.
" Baiklah, kalau begitu, saya akan menunggu waktu dimana kalian segera menjalin kasih. Ingat! jangan biarkan saya menunggu lama." Ucap Hendarman sembari meraih secangkir kopi di hadapannya.
" Saya sangat tersanjung atas semua ini Pak. Terima kasih." ucap Dimas dengan sopan.
Setelah mereka bercerita sedikit tentang kehidupan mereka, tiba-tiba datanglah Leo...
" Paman?" Betapa terkejutnya Leo saat ini. Tidak di sangka orang tua Gea berada di rumah Dimas. " Sedang apa Paman disini?." Segera Leo menghampiri mereka. Seragam Dokter masih melekat di badannya....
__ADS_1
" Duduk, Le..." ucap Dimas dengan menggeser duduknya.
" Ada apa ini?." bisik Leo kepada Dimas. Tempat duduk mereka yang dekat, mempermudah mereka untuk berbisik satu dengan yang lainnya.