
Setelah Leo selesai dengan tugasnya, ia bergegas untuk pulang.
Masih teringat akan kedatangan wanita yang selama ini selalu mengganggu dirinya.
Tidak pernah terbayang jika Gea kembali mengusik kebahagiaan yang baru saja dia temukan.
Dunia yang baru saja dia awali dengan kisah cinta baru, kini seolah redup atas hadirnya wanita seperti Gea.
Sebenarnya Gea adalah wanita baik-baik, hanya saja dia terlalu Terobsesi oleh paras tampan Leo.
Gea adalah anak pertama dari kerabat dekat keluarga Leo, orang tua mereka sudah sejak lama menjalin perjanjian untuk menjodohkan mereka, kelak mereka dewasa.
Namun semua itu membaut Leo tidak nyaman, bahkan ia sampai harus meninggalkan Criztine.
Awalnya memang Leo pergi karena di paksa oleh kedua orang tuanya untuk masuk Universitas Kedokteran di luar negri, namun setelah itu diam-diam Leo di pertemukan dengan Gea di sebuah acara makan malam besar di sebuah resto ternama.
Saat itu Leo mengira itu hanya makan malam biasa saja, tapi saat lama kelamaan mereka mengatakan bahwa acara di selenggarakan untuk acara pertemuan perjodohan yang sudah di sepakati bersama.
__ADS_1
Tentunya Leo terkejut atas semua itu, namun saat ia menolak semua itu, tiba-tiba ayahnya jatuh sakit.
Dan mau tidak mau dia di paksa menerima perjodohan tersebut, walau pun pada saat itu cinta Leo masih begitu membara terhadap Criztine.
Sesampainya di rumah, ia segera masuk.
"Dari mana saja kamu?."
Suara itu terdengar tidak asing di telinga Leo, ia pun mencari arah suara tersebut.
"Apa kamu tidak bisa mengenali suara mama?." Suara itu terdengar tidak jauh dari tempat Leo berdiri.
"Mama kapan datang?." Leo menghampiri Ibundanya.
"Lumayan lama untuk menunggu kamu pulang." Merasa kesal Maria(ibunda) kembali duduk di sofa tanpa perduli dengan Leo yang menjulurkan tangan untuk memberi salam.
Leo semakin tidak nyaman atas sikap ibundanya, namun Leo berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja.
__ADS_1
"Kenapa kamu mengusir Gea dari kantor? dia adalah calon istri pilihan almarhum papa kamu." Ucap Maria dengan nada tinggi.
"Aku sengaja mengusir dia karena kedatangannya hanya untuk membahas masalah pribadi. Mama harusnya tau saat aku sedang bekerja maka aku harus bersungguh-sungguh. bukankah impian mama adalah supaya aku bisa menjadi Dokter terkenal? lalu kenapa mama mengirim wanita itu untuk mengusikku? Tugas seorang Dokter itu lebih berat. bahkan kita tidak boleh pecah fokus hanya karena masalah pribadi. dan saat ini aku pecah fokus karena wanita itu." Jelas Leo sedikit kesal.
Maria menatap tajam mata Leo "Apakah kamu tidak bisa membagi waktu untuk calon istri kamu itu?." Maria semakin kesal.
"Cukup! Leo tidak ingin mama sebut dia sebagai calon istriku lagi. Apa mama sadar jika semua ini hanya menyakiti anak mu ini? tolong mengerti diriku, aku sudah mengorbankan Criztine hanya untuk memenuhi semua keinginan kalian. Dan sekarang Mama meminta aku untuk mengulang sejarah pahit dalam hidupku dulu? maaf aku tidak bisa." Ucap Leo dengan beranjak dari duduknya.
"Sudah Mama bilang dari dulu, jika Criztine bukan wanita baik-baik. dia itu...."
"Cukup....!." Amarah Leo meledak. " Yang terbaik untuk Mama belum tentu jadi yang terbaik untuk aku. Saat ini aku sudah memutuskan untuk mengikuti jalan hidupku, jadi Mama tidak perlu ikut campur dalam masalah percintaan Leo saat ini."
"Tapi Gea adalah jodoh yang sudah di takdirkan untuk kamu..."
"Garis jodoh seseorang itu tidak akan pernah ada di tangan manusia, melainkan ada pada yang Kuasa. Jika mama menyebut semua itu sebuah takdir, maka aku juga akan menyebut jalan hidupku saat ini adalah sebuah Takdir yang aku ciptakan sendiri." Cetus Leo.
"Berani sekali kamu menggurui Mama, tau apa kamu soal kehidupan?." Cetus Maria seolah menantang anaknya sendiri.
__ADS_1
Terkadang orang tua hanya memandang dari sudut pandang dirinya sendiri, tanpa sadar kerap kali orang tua menyakiti hati anaknya.
Tidak semua hal bisa di nilai dari Usia, karena terkadang orang tua akan manjadi seorang yang egois saat apa yang dia inginkan tidak kunjung terlaksana.