HASRAT

HASRAT
ep 68


__ADS_3

Revaldi...


dirinya bagaikan pemersatu di antara tiga keluarga


1, keluarga dari ibu


2, keluarga ayah


3, keluarga papa nya


saat acara pernikahan riko berakhir, revaldi terdiam dengan lamunan yang membuat dia merasa melayang


"kamu kenapa sayang??...tidak baik melamun di hari persandingan papa mu, bukankah seharusnya kamu bahagia nak!!...papa mu bisa mendapat pasangan hidup yang baik dan sayang terhadap mu." tasya mengusap pundak sang anak


"bukan begitu mami...hanya saja aku bimbang dengan keputusan opa hendardi(ayah riko) beliau ingin aku melanjutkan sekolah di eropa, aku hanya bimbang mi..." revaldi menatap wajah tasya dengan mata yang berkaca kaca


"nak kamu sudah dewasa, kamu harus mampu memilih jalan hidup yang akan kamu tempuh!!..mami dan ayah akan selalu mendukung kamu apapun keputusan mu nak. tapi saran mami, jangan kecewakan opa!!" jelas tasya


revaldi hanya terdiam entah apa yang ada di dalam otaknya


yang pasti saat ini dia butuh seseorang untuk menjadi sandaran bagi dirinya.


"mami...jika aku pergi ke sana maka aku akan jauh dari mami,ayah, juga papa dan mama baru ku...apa lagi harus jauh dari adik tersayangku, aku tidak sanggup mi!!" jelas revaldi dengan meneteskan air mata


saat mereka berbicara rikardo menghampiri mereka dengan menggendong sang adik

__ADS_1


"hey anak ayah mengapa menangis disini??" rikardo mengusap air mata di pipi revaldi


"ayah....!!" revaldi memeluk erat sang ayah


ada luapan kerinduan yang saat ini di rasa revaldi


"kamu sudah dewasa nak, apa kamu tidak malu menangis di depan adik mu...coba kamu lihat adik mu menertawakan mu" rikardo mencoba menghibur revaldi


dia tau bahwa hati revaldi saat ini sedang tidak baik


"coba kamu ceritakan semua kepada ayah...jika ayah mampu pasti ayah akan selalu membantu mu nak, katakanlah sayang!!" rikardo mengusap kepala revaldi


revaldi pun menceritakan semua keinginan opa nya


dengan bijak rikardo pun merestui kepergian revaldi


revaldi terdiam dengan meraih tubuh sang adik yang masih berusia sekitar 1 tahun


"ayah, mami, saat ini aku masih belum bisa mengambil keputusan. aku ingin bermain dengan adik ku dulu..." revaldi berlalu dengan menggendong sang adik yang terus menatap dirinya


"sayang tak terasa anak kita sudah dewasa, serasa baru kemarin aku menggendong tubuh mungilnya...astaga aku merindukan masa-masa kecil revaldi dulu"


"iya mas, sudah saatnya dia mencari jati dirinya sendiri tanpa campur tangan dari kita...biarkan dia memilih jalan yang terbaik baginya. kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya" tasya menyandarkan kepala di bahu rikardo


"ehem....aku pikir bukankah aku yang menikah, kenapa kalian yang bermesraan disini??" riko yang tiba tiba muncul dari belakang mereka

__ADS_1


"memangnya hanya pengantin baru saja yang bisa bermesraan??..kami juga bisa ya kan sayang??.." rikardo merangkul sang istri di depan riko


"hey...kau membuatku iri saja, jadi tidak sabar untuk...." riko tersenyum mesum kepada sang istri yang berada di dekatnya


"jangan menggoda istri mu mas...kamu lihat wajah nya sudah memerah seperti itu...hahaha" tasya tertawa lepas


mereka pun melanjutkan obrolan


yang penuh canda dan tawa.


tiba tiba revaldi datang menggendong sang adik yang tertidur pulas di gendongannya


"semua sudah berada di sini, aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian!!?"


"nak biar mama yang menidurkan adik mu di kamar...kalian lanjutkan saja obrolan nya"


istri riko mengambil alih adik nya dan membawa nya ke dalam rumah


"ada apa sayang??" tanya riko


"ayah, mami dan papa...aku sudah memutuskan untuk sekolah di eropa seperti kemauan opa" dengan tegas dan penuh keyakinan revaldi berkata di hadapan semua orang tua nya.


rikardo menatap tasya dengan senyuman di bibirnya


tasya pun mengangguk pertanda dia oke

__ADS_1


tasya pun mendekati sang anak dan memeluknya,di ikuti rikardo dan riko yang juga memeluk revaldi.


__ADS_2