HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 198


__ADS_3

" Untuk apa kamu bertanya seperti itu?."


Gea melukis senyum di bibirnya. " Kamu sangat beruntung bisa di pilih olehnya. Karena sungguh aku sangat iri atas posisi kamu saat ini..."


Mendengar ucapan Gea, sontak membuat Risa berpikir keras.


Apa maksud dari semua ini.


" Jika di bandingkan dengan Criztine, maka aku sadar jika aku tidak pantas berbanging dengan dia. Tapi ini kamu. kamu dan aku itu sama! kita sama-sama wanita tidak baik. Tapi kenapa Leo memilih kamu? kenapa bukan aku saja?." Saat ini hati Gea sangat lah terluka. Kata lembut dan sapa manja Leo kepada Risa, membuatnya sangat iri.


Bahkan kehadirannya tidak pernah di anggap oleh Leo.


" Bertahun-tahun lamanya, aku mengejarnya. Tapi dia tidak sedikit pun melihat diriku." Sekejap saja Gea meluapkan isi hatinya di hadapan orang yang nantinya akan mendampingi Leo.


Kesedihan di wajah Gea terlihat sangat jelas. Senyum bibirnya hanya di jadikan selimut luka. Sesungguhnya kesedihannya dulu pernah di rasakan pula oleh Risa.


Berusaha tenang dan mencoba menatap diri Gea...." Mungkin aku dan kamu sama. Tapi di sini aku pun berjuang mati-matian untuk mendapatkan cinta darinya(Leo). Karena tidak mudah baginya bisa melupakan Criztine."


" Tapi perjuangan kamu di hargai olehnya. Sedangkan aku? tidak sama sekali."


" Kita memang berjuang dengan tujuan yang sama. Tapi perjuangan kita yang berbeda." Jelas Risa.


Sepanjang dia mengenal Gea, maka tidak sedikit hal buruk yang Leo ceritakan tentangnya.

__ADS_1


Dari awal mereka di jodohkan, hingga Leo kabur dari pertunangan mereka. Bahkan kepergian Ayah Leo juga di sebabkan olehnya.


Jadi wajar saja bila Leo tidak memandangnya selama ini. Tabiatnya begitu buruk...


Opsesi nya membutakan jalan pikiran Gea.


Mungkin memang cara kita tidak sama. Tapi ada sebab di balik kejahatan ku ini...


Jika saja aku bisa memutar perasaan ini, maka aku akan memilih untuk mencintai lelaki lain.


Tapi aku sendiri kadang bingung...


Apakah rasa ini adalah benar Cinta, atau hanya sebatas Opsesi?.


" Ah....sungguh membuat ku kesal."


" Kenapa memang?."


" Tidak ada! Oh, iya. bisakah kamu pertemukan aku dengan Criztine? Aku dengar kalian bersahabat sejak kecil." Sekejap Gea mengalihkan pembicaraan.


Risa mengernyitkan dahi..." Untuk apa kamu menemui dia?."


" Aku ingin meminta maaf padanya." Lirih Gea.

__ADS_1


" Terlambat! Kerena saat ini Criztine sudah kembali ke Eropa." Jelas Risa.


Lagi-lagi Gea harus menelan kembali Hasrat permohonan maafnya. Baginya saat ini tidak ada hal yang lebih baik, selain meminta maaf pada Criztine dan Leo


.


" Kalau begitu aku pergi dulu..." Segera Risa pergi meninggalkan Gea yang masih mematung.


" Ternyata berbuat baik itu sangatlah sulit..." Lirih Gea. Pandangan matanya terfokus pada punggung Risa. Angan dan harapannya lenyap begitu saja.


" Jika aku tidak bisa memiliki Leo, tapi setidaknya aku bisa menerima maaf darinya...." Dengan langkah berat, Gea segera menuju parkiran mobil. Di sepanjang jalan menuju Parkiran, Gea hanya memikirkan bagaimana cara dia meminta maaf kepada mereka berdua.


Bruk.....


" Maaf, kak, maaf." Seorang anak lelaki berusia sepuluh tahun menabrak Gea.


" Kamu tidak apa-apa?." Gea membantunya berdiri.


" Saya baik. Terima kasih kakak..." Anak itu kembali berlari dengan memberi senyuman padanya.


" Apakah aku masih layak untuk di perlakukan sebaik itu?"


Tak berapa lama, Gea menuju mobil.

__ADS_1


" Kamu?." Gea terkejut melihat seorang lelaki tengah bersandar di mobilnya.....


__ADS_2