
Beberapa bulan kemudian. Lily masih mendekam dalam sel tahanan, dia merasa bersalah atas tindakannya sampai pada suatu hari Raka datang ingin membebaskannya, tapi Lily menolak. Mungkin dia terlanjur menyesal dan ingin memperbaiki diri di tempat itu.
Pernah sesekali Raka berniat untuk mengakhiri hubungannya dengan Lily, tapi Gea meyakinkan dirinya bahwa Lily bisa berubah seperti Gea saat dulu.
Tidak ada kesalahan yang tidak bisa di perbaiki asalkan ada niat pasti semua bisa di lalui...
Tuhan tidak menciptakan yang buruk selamanya buruk dan yang baik selamanya baik, karena Tuhan tidak menciptakan manusia hanya untuk berbuat satu hal, entah dalam kebaikan atau keburukan sekali pun.
Saat ini Raka berdiri mematung menatap indah gemerlap lampu kota di malam hari, semua terlihat indah dengan di iringi semilir angin. Keindahan itu mengingatkan atas segala dosanya terhadap sang istri. Dia sudah banyak menyakitinya sampai tidak ada hal bahagia dalam hidup Lily, dan saat ini Raka merasa menjadi orang yang paling naif, karena dia memenjarakan Lily dengan satu kesalahan sedangkan dia bebas meski sudah banyak menyakiti Lily dan Gilang.
" Sekarang aku baru sadar setelah kamu tidak lagi ada bersamaku. Ternyata hidup tanpa kalian berdua terasa sangat menyakitkan." Raka membuang nafas berat dengan kembali membayangkan hal indah saat bersama dengan istri dan anak tirinya.
Dia merasa sangat kehilangan Lily dan juga Gilang. Setelah kejadian itu Raka mengijinkan Dimas mengambil hak asuh atas putra kandungnya karena Raka ingin membuat Gilang dekat dengan Dimas dan juga Gea.
__ADS_1
Namun setelah kepergiannya baru Raka sadari bahwa tanpa Gilang hatinya semakin hancur.
" Jika nanti ada kesempatan, aku pastikan akan membahagiakan kalian semua dan memperlakukan kalian dengan sangat baik." Lirihnya dengan menghisap satu batang rokok.
Keluarga Handerman yang tadinya murka sudah memaafkan Lily dan berusaha membebaskannya tanpa sepengetahuan Raka. Tepatnya hari Kamis Lily di bebaskan. Dia sempat menolak karena rasa malunya terhadap kesalahan itu, tapi dengan ketulusan hati seorang ibu(Ibunda Gea) akhirnya Lily mau keluar dari tempat itu.
" Terima kasih, Ayah, Bunda. Mohon maafkan saya sudah melukai Gea, sungguh saya tidak sengaja." Air mata Lily jatuh di hadapan mertuanya. Dia sangat menyesal atas perbuatannya, dan selama beberapa bulan ini sudah merasakan bagaimana pahitnya hidup dalam Bui.
" Kami sudah memaafkan kamu, nak. Tapi, jangan lagi berbuat hal seperti itu." Ibunda Gea memeluknya dengan sangat erat.
Sesampainya di rumah, Lily terkejut melihat ada banyak botol bekas Wine berserakan di meja.
" Astaga, bocah itu mulai lagi." Ucap Hendarman seraya memungut salah satu botol itu lalu membuangnya ke tempat sampah.
__ADS_1
" Nak, sekarang kamu temui suamimu. Biar semua ini Bunda dan Ayah yang bereskan."
Tak berapa lama Lily menaiki anak tangga dan menuju kamar mereka...
Belum sempat dia mengetuk pintu, Raka sudah lebih dulu membuka pintu kamar.
" Kamu?" Raka terkejut dengan keberadaan Lily. Dia pun segera meraih tubuhnya dan memeluk erat.
" Aku sangat merindukan kamu. Jujur, hidup tanpa mu adalah berat bagiku. Hanya kamu yang bisa membuatku bahagia." Lirihnya dengan berderai air mata.
Lily tak menyangka Raka yang terkenal kejam meneteskan air nata hanya demi dia.
" Aku mencintai kamu." Ucap Raka dengan menatap kedua mata Istrinya. " Mari kita mulai semuanya dari awal."
__ADS_1
" Aku bersedia menjadi istrimu selamanya dan menerima cinta kamu. Tapi, ijinkan aku mengenalmu dan berusaha mencintai kamu."
" Tidak masalah. Asalkan kamu mau berusaha, kita pasti bisa bersatu dalam ikatan cinta." Ucap Raka dengan kembali memeluk tubuh istrinya.