
Pondasi dalam rumah tangga terdapat pada 4 hal. Kejujuran, kepercayaan, kesetiaan, dan saling mengerti. Jika salah satu di antara ke empat tiang itu roboh maka rumah tangga pun tidak akan kokoh. Rumah tangga ibarat sebuah rumah dengan empat tiang saling berdiri tegak. Empat tiang tersebut menyangga dan memberikan kekuatan dalam berumah tangga. Namun di balik ke empat pondasi tersebut ada kelemahnnya, yaitu jarak. Jarak itu sendiri kerap terisi hal buruk dari luar, sampai tidak sedikit sebuah hubungan kandas. Lambang dari sebuah pernikahan adalah cinta, kuat pernikahan dari kasih sayang, berpegang teguh pada kejujuran, dan menjujung tinggi kesetiaan.
Sejatinya pihak ketiga tidak akan bisa masuk jika tidak ada celah untuknya. Dari kesempatan kecil dia bisa dengan mudah memasuki rumah tangga seseorang. Jika seekor nyamuk saja bisa menelusup masuk dalam kelambu, pasri sebuah rasa bisa dengan mudah memasuki ruang hati.
Percayalah, tidak ada kebahagiaan di atas penderitaan.
Kenan masih tidak mempercayai apa yang di dengar. Menurutnya sangat mustahil jika wanita lemah lembut dan baik seperti Olive malakukan hal seperti itu. Tapi, kenyataan mengatakan semua benar.
"Kamu harus sabar, Dam. Mungkin ini ujian terberat yang harus kalian lalui. Jika masih mungkin untuk bertahan maka bertahanlah selagi Tuhan masih memberi kesempatan. Tapi, jika sudah tidak mungkin untuk bersama selesaikan semua secara baik." Di usaplah bahu sahabatnya.
"Aku juga tidak tau harus bagaimana...." Jawab Damar seraya mengusap air mata. Sebagai seorang lelaki tidak mudah baginya meloloskan air mata jika tidak begitu dalam. Rasa sakit itu membuatnya lemah.
__ADS_1
Kali ini Damar berada dalam Fase menyakitkan. Bertahan sakit pergi sakit. Dalam naungan musik di club itu, dia mencurahkan rasa sakitnya. Suasana ramai dan sorak sorai tempat itu membuatnya tenggelam terlalu dalam. Damar sejatinya tidak menyukai kebisingan dan tempat hiburan malam seperti ini. Mungkin karena kecewa dan salit hati, jadi Damar melangkahkan kaki ke tempat itu.
"Jika sebuah gelas yang pecah di pertahankan pasti hanya akan menambah luka. Jika sebaliknya maka akan sulit untuk menyingkirkannya" Ucap Damar sambil mengambil satu botol wine.
"Jangan gila kamu, Dam. Sudah cukup kamu minum malam ini" Kenan mencoba menghentikan Damar yang hendak menenggak sebotol wine.
Kesadaran Damar perlahan kabur, ucapannya mulai melantur dan hilang kendali. Damar ikut berjoget di tengah kumpulan para orang yang berjoget ria. Awalnya Kenan menghentikan Damar dengan berbagai cara, namun setalah melihat tawa di wajah Damar baru dia menyadari bahwa saat ini Damar butuh kegilaan supaya dia terlepas dari bayangan rasa sakit itu.
"Hey, jangan macam macam..." Kenan menepis tangan para wanita yang ada di badan Damar.
"Ayolah, bro. Kita senang senang malam ini(Lantang Damar pada Kenan) ayo sayang kita joget lagi"Damar merangkul dua wanita lalu berjoget ria. Kenan menggeleng kepala. "Baru kali ini aku melihatnya segila itu..."
__ADS_1
Ketika Kenan masih memaku di kerumunan orang berjoget, dia di hampiri beberapa wanita cantik "Apaan ini..." Kenan tersentak ketika dirinya di datangi dua wanita tersebut. Tanpa tunggu lama mereka langsung meraba badan Kenan.
"Jangan sentuh saya...." Ketus Kenan sembari mendorong mereka.
"Kasar sekali sih..." Ucap salah satu wanita itu.
"Iya, dasar sok keren" Sambung wanita lainnya.
"Lah eman saya keren. Makanya nggak mau sama yang bekas. Orang keren kok pake barang bekas, sorry deh." Kenan pun segera pergi menuju mejanya kembali.
Kenan masih mamantau Damar dari jauh, tak ingin sahabatnya jatuh dalam pelukan wanita malam.
__ADS_1