HASRAT

HASRAT
Di usir dari kos


__ADS_3

Di suatu pagi Olive merasa sangat lapar, dia pun bertanya kepada ibu kos di mana dia bisa menemukan warung makan. Tidak jauh dari kos ada sebuah warung kecil di pinggir jalan, sepertinya ada penjual soto di sana. Olive pun berjalan ke sana di temani ibu kos yang baik hati. Di sepanjang jalan Ibu kos memperhatikan perutnya "Ehem....maaf sebelumnya mbak saya boleh tanya sesuatu"


"Silahkan bu..."


"Maaf seribu maaf nih ya tapi ibu mau tanya apa benar mbak Olive ini sedang hamil?" tatapan mata wanita paruh baya itu penuh selidik. Dari ujung kaki sampai ujung kepala pandangan wanita itu tidak lepas dari badan Olive. Dengan tatapan seperti itu tentu saja membuat Olive risih. Dia menundukkan kepala seraya menghentikan langkah kakinya "Benar, Bu. saya hamil lima bulan lebih"


"Ha....lima bulan lebih? terus siapa bapak dari anak itu? jangan sampe nanti timbul fitnah di lingkungan kos saya ya mbak." Dari awal Olive tidak bilang kalau dia tengah hamil, karena pada saat itu dia rasa ibu kosnya tidak keberatan dia tinggal dengan keadaan hamil. Bukan masalah hamilnya tapi yang menjadi masalah itu ada seorang wanita muda hamul dan menginap di kosnya tanpa seorang suami. Apa nanti kata penduduk sekitar.


"Kok diam? jangan jangan kamu ini kupu kupu malam ya?" pertanyaan itu sangat menyudutkan dirinya sampai dia tidak berani membuka mulut.


"Saya nggak mau ya kalau sampe kos saya jadi di cap buruk sama warga setempat karena menampung orang hamil di luar nikah seperti kamu. Lebih baik kamu pergi sekarang juga dari kos saya, ini uang kamu saya kembalikan" ibu kos yang tadinya baik hati berubah menjadi sosok menakutkan. Tatapan penuh kebencian dan jijik.

__ADS_1


"Bu saya mohon jangan usir saya, saya bisa jelaskan semuanya..." Olive berusaha keras memberi penjelasan tapi tetap saja wanita paruh baya itu tidak percaya.


"Saya tidak butuh bukti lagi dari kamu, pokoknya sekarang juga kamu pergi dari tempat saya. Bikin malu saja" ketusnya.


"Tapi bu saya ini.....aw"


Ibu kos yang sudah tidak percaya lagi padanya, sampai dia pun menyeret Olive kembali ke kosnya. Dengan memegang perut buncitnya, Olive sedikit berlari kecil karena tangannya di tarik paksa oleh ibu kos itu.


Sesampainya di depan pintu Kos, Olive membuka pintu dan membereskan semua barangnya. Air matanya jatuh perlahan ingin menjelaskan semua yang terjadi sebenarnya tapi pasti tidak ada yang percaya. Pada akhirnya Olive pun pergi dari sana, mencari tempat lain untuknya singgah. Di sepanjang jalan banyak mata menatap ke arahnya.


"Pasti dia itu wanita nggak baik deh bu" ucap salah satu orang yang melihatnya.

__ADS_1


"Jangan begitu, siapa tau dia itu korban dari perselingkuhan, atau simpanan om om genit gitu....hahaha" suara itu menggema di setiap langkah kakinya. Hinaan dan cibiran terus dia dengan di sepanjang jalan. Sampai dia bertemu pangkalan ojek "Mas antar saya ke alamat ini" secarik kertas ia berikan kepada tukang ojek itu. Sesampainya di alamat tujuan tiba tiba saja runah itu kosong. Rumah kedua orang tua angkat Olive dulu, di rumah itu tertulis di jual.


Olive memegang perutnya, dia merasa sangat lapar. Tubuhnya lemas dan tiba tiba pandangan berputar.


"Pak, pak ada orang pingsan di sana" Tanpa sengaja ada dua orang laki laki dan perempuan melintas di sana. Mereka adalah pasutri yang berjualan makanan keliling.


"Iya bu ayo kita bantu dia" mereka berlari menghampiri Olive.


"Neng bangun, neng, neng, bangun." menepuk pipi Olive beberapa kali tapi tidak juga sadarkan diri.


"Pak kita bawa dia ke rumah sakit, kasian dia lagi hamil" kedua orang baik itu lantas membawanya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


__ADS_2