
"Mas, kita harus kasih tau sama keluarga kita, pasti mereka sangat senang dengan kehamilan ku ini....." ucap Criztine dengan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Begini saja sayang kita jangan kasih tau mereka dulu, bagaimana kalau kita mengadakan acara keluarga di mana gitu biar seru? dan lagi beberapa hari papa akan datang jadi moment nya pas banget, menurut kamu bagaimana sayang?." Jelas Revaldi dengan menggandeng sang istri sampai ke kamar mereka.
Criztine duduk di tepi ranjang dengan berpikir sesuatu.
"Boleh juga tu mas. oh iya mas, bolehkah aku bertanya sesuatu tentang keluarga kamu mas? tapi jika mas tidak berkenan maka aku tidak akan bertanya..." lirih Criztine.
"Katakan, apa yang ingin kamu dengar..." Ucap Revaldi dengan menghempaskan tubuh di sebelah Criztine.
Criztine sedikit ragu dengan niatnya,
__ADS_1
tapi di dalam hatinya dia sangat ingin mengetahui semua kebenaran yang ada.
"Sebelumnya aku minta maaf jika nanti aku menyinggung perasaan kamu mas, aku hanya bingung dengan silsilah keluarga kamu ...."Criztine terdiam dan tidak berani melanjutkan perkataannya.
"Aku sudah menduga cepat atau lambat kamu pasti akan menanyakan hal ini pada ku, tapi memang seharusnya kamu tau tentang jati diri ku sebenarnya...dan aku siap menceritakan kisah hidup ku dan keluarga ku. kamu tidak perlu merasa takut seperti itu sayang, karna aku mencintai kamu dan anak kita..." Revaldi bersandar pada paha sang istri dengan mengusap lembut perut Criztine.
"Jadi dulu papa dan mami pernah punya hubungan di luar nikah, dan karna ke egoisan papa maka mami memilih menjauh dan meninggalkan papa, dan di saat mami tengah mengandung diri ku mami berusaha keras untuk menjaga dan melindungi aku. namun tuhan mengirimkan ayah sebagai dewa penolong dan penyelamat bagi kami, ayah yang bersusah payah memberi makan dan melindungi kami...sebenarnya papa dan mami saling cinta, tapi mami lebih memilih untuk bersama orang yang telah berjuang demi kami. dulu aku pernah menolak dengan semua kenyataan ini, namun aku sadar jika semua ini sudah di gariskan oleh sang maha kuasa...aku juga memilih untuk hidup di tengah-tengah mereka dengan kasih sayang yang mereka punya, aku belajar dari kehidupan mami yang kelam. aku hanya ingin membuat mereka bahagia tanpa adanya perebutan hak asuh atas diriku...saat aku mulai dewasa aku memilih untuk ikut Opa agar aku bisa hidup mandiri tanpa adanya campur tangan dari papa dan juga ayah....masih banyak lagi hal lain mengenai diri ku, tapi aku tidak sanggup menceritakan semua itu sayang. apakah kamu akan menyesal dengan semua penjelasan ku ini? karna kenyataanya aku adalah anak di luar nikah dari papa dan juga mami. apa kamu menyesal telah menikahi diriku sayang...?" Revaldi menatap mata sang istri yang berkaca-kaca.
"Maafkan aku mas yang sudah lancang bertanya masalah pribadi kamu, maaf juga karna aku telah kembali menggali luka lama kamu...tapi aku senang bahwa mas mau berkata jujur padaku. aku pun tidak pernah menyesal menikahi diri mu, apa pun itu aku tetap mencintai kamu mas..." Criztine mengusap kepala Revaldi.
Criztine merasa lega juga sedih.
__ADS_1
entah apa yang dia pikirkan hingga membuat dirinya berani menanyakan hal yang sedalam itu pada suaminya.
namun dia juga senang karna tidak ada lagi rasa penasaran di hati Criztine.
"Sayang kamu tidak makan dulu? aku ambilkan ya?" Revaldi mencoba memecah keheningan Criztine.
"Biar aku makan di bawah saja mas, aku bisa ambil sendiri kok...!" Ucap Criztine.
"Tidak, kamu tidak boleh kecapean. kamu dengar kan tadi dokter bilang apa, jadi kamu sekarang menjadi putri raja. dan hamba siap melayani anda tuan putri..." Revaldi duduk dan memeluk Criztine.
"Kamu berlebihan mas, tapi aku bahagia dengan perhatian kamu. terima kasih ya sayang..." Criztine mengecup pipi suaminya.
__ADS_1
Seketika Revaldi tersenyum bahagia.
"Aku mencintai kamu sayang ku..." Bisik revaldi dengan mengeratkan pelukan nya.